Rabu, 15 Agustus 2012



Puasa itu adalah mengekar/ menahan dari perkara atau perbuatan yang dapat membatalkan, dengan Niat yang tentu di waktunya seluruh siang hari.
SYARAT WAJIB PUASA
Syarat wajib puasa adalah orang yang diwajibkan menunaikan ibadah puasa sepenuh bulan Ramadha/Bulan puasa, apabila Orang yang diluar syarat di Bawah ini maka tidak diwajibkan Berpuasa.
1.              Beragama Islam.
2.              Baligh,( menurut agama Islam Baligh itu adalah laki-laki & perempuan yang usianya di atas 15 tahun, atau pernah mimpi bersetubuh (mimpi basah) atau pernah mastrubasi, atau Haid meskipun berusia 9 tahun perempuan.
3.              Berakal, maka tidak diwajibkan Berpuasa kepada Orang yang tidak berakal/tidak waras, sakalor
4.              Kuat untuk berpuasa, apabila sakit dan tdak kuat puasa maka di pebolehkan Tidak berpuasa ( dengan syarat jangan terang-terangan, dan wajib di Qodho/ganti di Bulan berikutnya, sebelum masuk Ramadhan lagi) bagi ibu yang mengandung atau menyusui juga di perbolehkan untuk tidak berpuasa.

KEWAJIBAN BAGI ORANG YANG BERPUASA
1.               Berniat di malam hari (dari adzan Magrib s/d waktu Imsak)
2.               Menjauhi/ menahan akan makan dan minum.
3.            Menjauhi jima’ (bersetubuh halal) ketika sianghari(pada    saat waktu beruasa.
4.               Mancegah atau menjauhi hal-hal yang bias memancing akan muntah.

10 HAL-HAL YANG DAPAT MEMBATALKAN PUASA
1.      Makan atau minum pada waktu berpuasa (siang hari)
2.      Memasukan sesuatu/benda ke dalam lubang yang nebusnya ke perut.
3.      Memasukan sesuatu ke Lubang kemaluan depan ataupun Lubang anus.
4.      Sengaja muntah, atau melakukan yang membuat bias muntah.
5.      Berhubungan suami isteri pada saat sedang berpuasa.
6.      Mastrubasi (sengaja mengeluarkan sperma dengan alasan/cara apapun, seperti melihat, menyentuh yang dapat memicu Nafsu/sahwat.
7.      Haid (dating bulan bagi wanita) apabila sedang puasa maka batal puasanya dan wajib dig anti Bulan berikutnya.
8.      Nifas (haid yang lebih dari 15 hari maka itu adalah niFas.
9.      Melahirkan.
10.                        Muratad (dengan ucapan, isyarat, niat/hati, dll)

SUNAH DALAM PUASA
Sunah adalah pahala tambahan  dan menyempurnakan dalam Ibadah, sunah akan di beri pahala apabila dikerjakan/ dilakukan. Dan tidak dosa (disiksa) apabila ditinggalkan/tidak dilakukan.
1.                  Cepat-cepa berbuka puasa apabila sudah yakin Adzan Magrib (masuk waktu Magrib) suruf matahari.
2.                  Mengakhir-akhir makan sahur (mendekati waktu Imsak)
3.                  Menjauhi ucapan  bohong, dan yang tidak baik menurut Agama islam (seperti menyiki orang lain, menggunjing, gossip, berkata kasar dll.


HARI-HARI YANG HARAM DI PUASAI
Berikut adalah hari hari yang dimana hari itu haram berpuasa.
1.                  Hari raya Idul fitri ( tanggal 1 Syawal)
2.                  Hari raya Idul adhha (Lebaran rayagung) tanggal 10  Bulan haji
3.                  Tanggal 11, 12, 13 Bulan haji (H+1, H+2, H+3 setelah Idul adhha)


Dan barang siapa yang melakukan Hubungan inti (bersetubuh suami+istri) pada saat berpuasa/ siang hari dengan sengaja, maka mereka Wajib  (Qodho) ganti puasa pada Bulan berikutnya dan juga wajib denda (kiparat)  Kiparatnya adalah  memerdekakan Abid (budak) namun apabila tiak ada abid, maka wajib berpuasa  2 bulan non stop tanpa ada selingan (tanpa henti-henti)  namun apabila tidak kuat/tidak tahan berpuasa 2 bulan tanpa henti, maka wajib sodaqoh makanan kepada 60 orang miskin satu mud per orang miskinnya. ( satu mud= satu kali Zakat fitrah)
Dan barang siapa yang  meninggal ketika masih punya hutang puasa  Ramadhan (qodho) yang belum lunas   maka harus  mensodaqohkan ahli warisnya perharinya satu Mud/liter, jumlah Mud tergantung jumlah puasa yang di tinggalkan (bocor) nya, yang di sebut Pidjah.
Adapun untuk Orang yang pikun aki-aki/kakek  (untuk lelaki), nini-nini/nenek(untuk wanita), dan juga untuk Orang yang sakit (yang sudah tidak diharapkan lagi akan kesembuhannya, apabila dia (oang yang pikun/yang sakit) tadik kuat untuk berpuasa,  maka di wenangkan baginya (boleh tidak berpuasa) akan tetapi wajib bayar pidjah satu Mud(liter) beras/hari yang tidak puasanya.
Adapun bagi seorang wanita yang sedang mengandung/menyusui, apabila dia tidak puasa karena takut akan berpengaruh kepada janinnya, atau takut air susunya hambar apabila berpuasa, maka dipebolehkan tidak puasa, tapi wajib di qodho 9diganti puasanya di bulan berikunya) dan juga wajib bayar kiparat (denda) satu Mud 9liter) per harinya.
Tapi jika tidak puasa karena takut rusak dirinya sendiri 9karena sedang mengandung/menyusui)  maka dia hanya wajib Qodho saja, tidak wajib bayar kiparat.    Atau ketika bepergian  jauh   (tujuan/niat yang baik dan di perbolehkan menurut hokum syara’/agama) maka dia boleh tidak berpuasa, akan tetapi wajib di qodho.

0 komentar:

Poskan Komentar

BTemplates.com

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Owner Blog

Salam Persahabatan, dan Salam persaudaraan.
terima Kasih Anda telah berkunjung/membaca artikel saya, kebanyakan postingan di Blog Farid Aslam ini adalah hasil karya saya, namun ada beberapa yang saya rangkum, atau saya Kumpulkan dari berbagai sumber. dan ada juga yang Sahabat kirim melalui Email, ke pada saya untuk di Posting di Blog ini. Dan Sahabat juga boleh mengirimkan Cerita (fiksi, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, Agama Islam dan lainnya), semuanya akan saya tampung di Blog saya ini.
sekian dan Terima kasih jadilah Manusia yang berguna bagi sesama.
wassalam
Manusia Paling amat sangat Fakir akan Rahmat Robb

Translate

Popular Posts

Blog Archive