Postingan

Sampai kapanpun Akulah Sahabatmu

Isak tangis Sahabatku yang merasa sendirian dalam kegelapan.
Yang bangga dengan topeng canda tawa dan senyuman.
Aku tau jiwanya sakit tersayat, aku tidak melihat karena aku merasakan.
Aku pernah menasehati, namun dia malah mencaci.
Dia berkata aku sok suci, dan aku dia benci.
Sahabatku.. . .
Dulu dia sangat bangga menatap diri di kaca.
Dia merasa dirinya setara dengan dewa.
Banyak yang memuja dan menyapa.
Tubuhnya yang sempurna ia jadikan barang antik di etalase.
Tak sembarang orang mampuh dan berani menyentuh.
Namun semua orang berani dengan penuh nafsu melihatnya, bahkan memimpikannya walau semalam.
Dia terlena dengan segala pujian
Dia semangat dalam pertukaran
Nafsu duniawi yang sesaat
Tak peduli Melumpuhkan akal sehat
Tidak peduli sekalipun ia tersesat
Bagai iblis yang berwujud malaikat.
Tak pernah peduli dengan semua nasehat.
Kini. . . . dia kembali padaku tanpa kata
Dengan tertunduk dan berurai air mata
Dulu dia bangga meninggalkanku yang selalu ada
Untuknya, selamanya.
Kini kem…

Lelaki pengecut

Malam ini tiba-tiba saja terasa gelap gulita, bagai langit pun runtuh menindihku, aku yang selalu ceria setiap kali melihat handphone dan bersuka ria di obrolan WhatsApp, mendadak terdiam ketika melihat status WhatsApp seseorang yang akan melangsungkan akad nikah Dua hari lagi.
Ya dua hari lagi, namun Rasa sakit dan sesaknya terasa detik ini juga, kenapa? Kenapa dan hanya bisa bertanya dalam hati pada diri sendiri dan juga Tuhan sang penulis Takdirku.
Kenapa begitu cepat dia menggantikan posisi orang di Hatinya? Semudah itukah melupakan apa yang telah terjadi diantara aku dan dia?
Aku hanya bisa berusaha untuk tersenyum dan mencoba mendoakannya semoga bahagia dan langgeng sepanjang usia.
Aku tidak bisa berkata apapun, karena ini memang sudah jalan takdir, sudah nasib ini aku harus kuat dan sabar menjalani menerima dan mengakuinya.
Dia akan menikah 2 hari yang akan datang, betapa bahagianya dia di status WhatsApp yang begitu bahagia dia memberitahu Dunia bahwa dia sangat bahagia, benar…

Hanya Tuhan Dalam keyakinan Diri kita yang bisa membantu.

Tidak ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa membuat kita percaya diri, membuat kita melangkah maju menjadi pribadi yang lebih baik.
Terkadang diri sendiri tidak sadar kalau memiliki potensi yang tidak semua orang miliki. Dan tidak sadar masih punya keluarga dan sahabat yang sayang sama dan selalu mendukung kita untuk lebih maju dan bisa berdiri tegak menghadapi apapun. Saya pernah di tegur oleh salah satu teman lama saya di pesantren, katanya ini tidak benar, entahlah, saya tidak tau kenapa dia berkata seperti itu, menyangkalnya. Bukankah sering disuarakan beberapa kata-kata mutiara dalam agama Islam, atau hadist mafudhot, hadist Qudsiy dan yang lainnya. Tuhan tidak akan pernah merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri. Saya rasa itu sudah sangat jelas bahwa Tuhan (الله) memang maha kuasa tapi jangan lupa bahwa Tuhan juga maha pengasih, maha bijaksana, maha mendengar dan maha lainnya seperti yang selalu, jadi jika saya salah semoga Tuhan mengampuni dosa-dos…

Berpisah, Kehilangan kangen dan Lupakan

Entahlah judul diatas pantas atau tidak? Sangat membingungkan saya akan memulai postingan ini darimana, saya sepertinya tidak memiliki bakat untuk menulis walaupun suka membaca, namun saya selalu merasa Gatal dengan tangan ini jika memiliki sesuatu hal dalam hidup saya, dan saya tidak mengabadikannya walaupun berbentuk tulisan.
dalam kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang yang saya alami beberapa minggu terakhir ini.
Tentu saja setelah saya Resign dari tempat kerja 3 minggu yang lalu, begitu kerasnya saya berusaha untuk mengatakan meminta ijin kalo saya akan Resign, karena sudah yakin akan ditahan oleh beberapa teman kerja dan juga atasan (Ge er bin Pe de) , karena memang seperti itu yang saya alami di tempat-tempat kerja sebelumnya.
Alasan saya Resign karena saya akan menerima tawaran pekerjaan yang menurut saya lebih saya inginkan, bukan masalah Passion saya, melainkan lebih ke mimpi dan cita-cita saya.
Saya masih sering berkomunikasi bersama teman kerja (Sebut saja Kantor …

Manusia pemimpi kosong

Entahlah ini sebuah Harapan, Keluhan, atau hanya ungkapan perasaan saya saja.
Saya selalu merasa saya seorang diri dimanapun, tidak pernah merasa puas dan yang paling menyedihkan, saya tidak punya prestasi dalam Hidup. Kalau bahasa Kasarnya tidak ada satupun yang patut atau bisa saya banggakan dalam hidup saya.
Tentu saja, dari kecil saya hidup jauh dari keluarga dan saudara kandung saya, saya tidak tau cara mengambil kesempatan dalam hidup, tidak tau juga bagaimana menyikapi kehidupan ini. Saya merasa saya hanya beban bagi siapa saja orang disekitar saya, bahkan tuhan telah mengambil semua orang-orang yang saya cintai dam mencintai dan menyayangi saya. Saya adalah saya dengan segudang kegagalan dan masalalu yang buruk. Sahabat yang selama ini selalu menemaniku kapanpun aku butuhkan, mereka hanyalah sahabat bayangan, sahabat khayalan. Karena sahabat saya hanya sebatas tulisan dan kata-kata. Aku menyadari semuanya, namun aku tetap melanjutkan dan setuju dengan semua yang terjadi, walau…

Agustus 2017

Gambar
Ketika penyesalan dan airmata sudah tidak berguna lagi, karena semuanya tidak mampu mengendalikan keadaan yang sudah terjadi dan terjadi lagi, mungkin airmata tidaklah pernah kering, namun terkadang Harapan lah yang terasa gersang, seakan kasih sayang Tuhan dan mimpi-mimpi tidak akan pernah Tumbuh bermekaran.
Haruskan ada koma, titik ataukah tanda tanya dalam setiap doa yang kupanjatkan Padamu? Setiap kata yang terucap? Aku tidak pernah bisa membaca suasana Hati Manusia, aku selalu takut melakukan kesalahan karena masalalu selalu berteriak meskipun Tuhan tau aku tidak tuli, hanya saja aku tidak bisa berlari secepat orang lain seperti Takdir menyeret ku begitu cepat dan singkat.
Aku benarpun kau hanya diam, kau selalu membuatku harus menebak apa maksudmu,.
Seindah dan sewanginya Bunga yang bermekaran, seiring berjalannya waktu akan tiba masa ia layu, bagaimana jika belum mampu menghibur sang penyair yang sedang kalut dan sedih ini, bagaimana Jika bunga gugur sebelum berkembang?
Aku tid…

Indonesian vs Luar Negeri, dan terpaksa saya pilih Luar Negeri

Sebelumnya saya mohon maaf atas apa yang akan saya tuangkan dalam tulisan ini, bukan saya sangat membanggakan atau meng elu elukan Luar Negeri. Sekali lagi, dalam tulisan ini saya hanya menuangkan pemikiran saya yang Dangkal ini.
Dan saat ini saya harus memilih bekerja di Luar negeri, lebih tepatnya menerima tawaran / Menawarkan Diri sebagai pekerja di Luar Negeri di banding di Negeri Sendiri.Mungkinkah ini sebuah jawaban atas semua doa-doa yang sekian lama selalu saya panjatkan kepada Robb?, Sudah benarkah dengan semua keputusan saya ini? Bukannya saya Ragu-ragu?, hanya saja, saya merasa berat dan sedih ketika harus meninggalkan pekerjaan dan juga teman kerja. Apalagi teman nongkrong dan keluarga tercinta.
Satu tahun lebih 3 hari, saya merasa mereka (Teman bekerja di kantor pemerintahan) dan mereka terlalu manis untuk ditinggalkan, kenapa saya merasa semuanya begitu terlihat baik, manis dan nyata ketika saya akan meninggalkan, ya semuanya.
Seperti ibunda dan almarhum ayah yang sekian…