Jumat, 01 Juni 2018

Selama ini memang banyak pertanyaan, kenapa akhir-akhir ini saya sangat senang sekali trip Traveling mengunjungi alam bebas walauoun sendirian, ya saya selalu sendirian mungkin sekali dua kali saya pernah bareng teman.
Entah kenapa rasanya punya kepuasan tersendiri setelah saya Trip dan membebaskan diri di tepat alam yang saya datangi.
Saya merasa menemukan jatidiri saya yang selama ini hilang, saya tidak.merasakan kesepian, walaupun kalau sudah kembali kerumah tetap merasa kesepian.
Walaupun memiliki uang sedikit dan terbatas, namun tidak pernah menghentukan niatku berwisata alam bebas. Bahkan saya sampai tidak makan seharian karena habis uang dipakai Traveling.
Dan selama ini saya tidak pernah ambil pusing dan tidak pernah mendengarkan apapun kata orang-orang yang berbicara kurang enak ditelinga dan perasaan saya.
Namun hari ini malah keluargaku sendiri yang melarang saya menghentikan saya untuk tidak lagi Traveling. Mereka tidak merasakan perasaan saya betapa kesepia nya hidup saya, tidak memiliki siapaun yang jadi pegangan hidup saya, seharusnya Keluarga saya yang menjadi kekuatan saya mendapatkan dukungan dari mereka. Saya tidak pernah meminta materi apaoun pada mereka, hanya dukungan dukungan dan dukungan itu saja sudah amat sangat cukup sekali bagi saya.
Keluarga saya tidak setuju dengan kegiatan ritual saya selama ini.
Saya harus mengubur dalam-dalam keinginan untuk menikmati wisata alam panorama bumi karya Tuhan.
Rasanya seakan remuk berkeping-keping terinjak hati dan perasaan saya ini.
Tuhan aku harus bagaimana? Kenapa seakan aku tidak memiliki tujuan hidup?
Selama ini saya selalu menabung uang, mengumpulkan uang saya sendiri untuk jalan mendatangi dan menikmati panorama alam.
Tuhan berikanlah jawabannya "Amin"

Selasa, 10 April 2018

Tuhan selama ini saya sudah terlalu jauh melangkahkan kaki. Saya tidak bisaenghentikan semuanya karena engkaulah yang menggerakan saya.
Tuhan saya mohon kepadamu, dngan kerendaham hati saya, tuntunlah, bimbinglah, dan arahkanlah saya yang tersesat dan tertekan masalalu.
Tuhan. Saya sangat merasa kesepian setiap saat. Haruskah saya menempati Kota metropolitan agar selalu merasa ramai dengan mereka yang hidup bebas sebebas-bebasnya?
Jangan pernah memperlihatkan apapun kepada saya yang tidak akan pernah engkau berikan Tuhan.
Maaf jika merasa, engkau memberikanku kehidupan yang Gersang, tak mampuh hujan membasahinya, tak mampuh juga badai menyapunya, mungkin Dengan air mata ini yang tak kunjung kering dapat membasahi tanah kehidupan yang tandus ini.
Saya. Yang terlalu pasrah dengan alur jalan kehidupan yang kemanapun. Seakan saya lemah dan kuat.

Rabu, 04 April 2018

Hari ini saya bertemu dengan beberapa orang yang selama ini hanya Chating di media sosial dan aplikasi chat (Dunia maya), entah apa yang kami pikirkan, selama kami Chating, kami slalu berbagi pengalaman hidup, dan juga saling mencurahkan berbagai masalah yang kami alami, sempat beberapa ki kamu video call memperlihatkan daerah disekitar kami.
Banyak sekali trman Chating saya, namun tang masih betah bertahan sampai sekarang cuman 5 orang, mereka adalah : Meliya. Rizka. Edward. Ruslan. Dan Rendi.
Namun hari ini saya bertemu dengan salahsatunya dari mereka. Ya Edward.
Sebenarnya Edward mengajak meet up kemarin ( hari jumat) namun karena ada urusan keluaega, jadi saya tidak bisa meet up jumat, dan akhirnya sepakat hari ini  (Hari Sabtu). Memang sebelumnya saya sudah meet up dengan Meliya. Dan juga meet up dengan Rendi. Tapi meet up dengan mereka scara tidak sengaja, kita kebetulan sedang jalan-jalan di jakarta. Dan kami Chating ternyata dilokasi yang sama. Dan akhirnya kita meet up bertiga.
Namun hari ini saya meet up dengan Edward karena sudah dari jauh-jauh hari merencanakan untuk meet up.
Edward asli Sunda, namun ibu dia orang Uzbekistan, dan menikqh dengan ayah Edward orang Sunda. Dan mereka tunggal di Australia.
Meskipun berdarah indonesia, namun Edward tidak bisa berbicara bahasa Indonesia. Edward tidak pernah mendengar ibunya berbicara bahasa Indonesia.
Namun semenjak dia bertemu dengan minah (nama aslinya Siti Aminah) asli sunda jawa, mendapatkan beasiswanya kuliah di Australia. Minah sangat berpegang teguh dengan agama islam, karena keluarga minah sangat patuh pada peraturan agama islam.
Edward jatuh hati kepada minah, karena cerdas namun tidak banyak tingkah, atau pendiam namun aktif dalam hal apapun yang berhubungan dengan sosial.
Dan Edward private bahasa Indonesia kepada teman kuliahnya. Dengan bayaran yang cukup besar. Dan tanpa diketahui oleh orangtuanya.
Dan sampai sekarang sudah 4 tahun yang lalu semua itu berlalu. Dan mereka sudah menjalin kasih sayang sampai saat ini.
Alamat rumahnya Edward sangat susah ditemukan, bukan karena tidak lengkapnya alamat yang saya dapat, namun karena area perumahan Edward sangat ketat penjagaannya.
Dan karena saya sudah menyerah akhirnya saya mengaku menyerah, saya ambil foto didepan komplek perumahan Edward dan saya kirim chat, " aku disini dan menyerah" katena sejak awal kami sudah perjanjian kalau kita akan bertemu dan tanpa chating dihari itu.
Saya dijemput sama si Edward pake mobil, saya kira siwdward jalan kaki, secara kan ini udah komplek perumahan dia.
Nyampe Rumah Edward saya salamana keluaeganya, kalo yang perempuan saya tidak salaman, menghormati mereka.

Kamis, 15 Februari 2018

Aku tidak memiliki teman selain buku dan pena,
Aku juga tidak memiliki kawan selain lamunan dikala aku sendirian.
Hanya kesedihan seperti ini yang membuatku semangat.
Andai saja tidak ada air mata dalam kehidupanku, mungkin jiwaku akan gersang. Andai saja aku tidak pernah merakan kesendirian, mungkin otaku akan tumpul, karena percuma aku berada dikeramaia, aku tetap merasa kesepian.
Mungkin memang tidak ada cinta didunia ini, selain terbungkus Nafsu yang nyata.
Seperti layaknya ilmu yang selalu terbungkus jasa dan harta.
Terkadang aku merasakan begitu dekat dengan seseorang yang tidak pernah ku kenal sama sekali, bahkan kami tidak pernah saling mengenal dan tidak pernah face to face, namun kami selalu bertukar pikiran dan curhat tentang apapum tentang kehidupan kami mulai dari masalah keluarga, pekerjaan dan apapun.

Aku hanya tertidur, karena aku sangat lelah dengan perjalanan yang terus aku telusuri.
Namun kau datang memberiku mimpi-mimpi indah.
Kau tidak pernah memberiku syarat apapun, bahkan kau juga tidak memberitahuku jika aku terbangun semua mimpi itu akan sirna.
Ketika aku terbangun hanya gelap gulita yang kulihat, hanya dingin yang ku rasakan, ternyata malam masih berlarut-larut.
Aku tidur kembali, berharap mimpi akan berlanjut, namun kau memberiku mimpi yang lainnya.
tuhan jika saja aku bisa mengembalikan waktu ke masa lalu, aku tidak akan pernah melakukan apapun yang akan teringan sampai masa tua, karena kenangan indahpun pada akhirnya akan sangat menyakitkan dan melukai perasaan jika terus menerus terjadi dan teringatkan oleh takdir.
seakan aku tidak bisa pernah beranjak dari masa ke masa, dari hari ke haripun aku masih tetap merasakan aku tertinggal sangat jauh oleh kehidupan ini.
aku merasa tidak memiliki siapapun dan seakan engkau juga terlupkan.
Tuhan, jika saja aku bisa memilih jalan hidupku, aku tidak akan pernah meminta apapu yang membahagiakan, cukp saja aku menjadi manusia bisa yang tidak pernah bisa mengusik dan di usik siapapun.
begitu banyak senyuman dalam hidup ini, walau bukan senyuman palsu, namun hanya sekilas dan harus dibayar mahal dengan luka yang tak kunjung kering.
mimpi terlalu indah, terlalu tinggi, haruskah dijatuhkan?
aku tidak pernah inginkan jalan hidup orang lain, namun kebanyakan manusia haus mengikuti jalur yang telah ditentukan atau yang diinginkan.
mimpi seakan mudah diraih, begitu banyak dan terus menerus merangkai mimpi, pada akhirnya hanya kekosongan, kaena mungkin saja semua itu hanya angan-angan semata.

Senin, 12 Februari 2018

"Orang kaya biasanya jarang yang rendah hati"
Sering saya dengar kata-kata itu langsung ketelinga saya.
Benar atau tidaknya, saya tidak bisa menilai seseorang dengan secepat itu, karena sangat susah mengenali sifat dan sikap Manusia.
Disini, di setiap postingan Blog ini  selalu di ambil dari pengalaman hidup, baik itu orang sekitar saya, atau kehidupan saya pribadi. Namun tidak 100% pngalaman hidup.
Ada beberapa kata yang saya potong atau saya ganti agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Kembali ke tema dan judul.
Sifat orang kaya. Sebenarnya hampir semua orang memiliki sifat mementingkan diri sendiri, atau tidak peduli dengan orang lain, begitulah kehidupan diperkotaan, beda sekali dengan kehidupan di kampung, terutama di kampung halaman saya, saya bangga sekali terlahir di kampung saya.
Pengalaman saya hidup di beberapa kota besar. Saya kerja daerah Bintaro, dan tinggal di Kost yang lumayan bagus, bukan karena penghasilan saya besar, namun karena kost itu dekat dengan tmpat kerja dan juga nyaman kostnya bersih. Para penghuni kost hampir semuanya pegawai kantoran dan Perbankan.
Mereka sangat baik dan ramah katena terasa keluarga karena setiap hari bertemu dan satu Dapur umum dan sering masak-masak kalau weekend.
Bagi saya mereka tetangga kost yang paling naik dan asik, tentu saja kita sering Hangout dan traveling bareng kalo sesuai schedule kami.
Mereka juga ngerti kalo penghasilan saya pas-pasan, mereka selalu tidak pernah perhitungan dan enjoy aja dalam masalah money.
Pernah suatu hari saya makan di Resto ternama di jakarta, saya, Riyan, Andre, Ruslan dan Renita.
Setelah acara dinner kami, baru tau saya, kalau mereka sebanarnya angkuh.
merak dengan mudah menilai orang lain, dan memaki orang lain jika melakukan kesalahan, padahal mereka sangat pemaaf ketika saya melakukan kesalahan kepada mereka, kok Bisa??
kalo kami sedang makan-makan di tempat nongkrong biasa, Rian dan Andre paling menakutkan, mereka berdua selalu saja nyuruh ini itu sama server, bahkan kalo mejanya kurang bersih aja sampai dipanggil beberapa kali untuk menyeka table tempat kita berada. apa mungkin itu namanya tak kenal maka tak sayang.

Jumat, 09 Februari 2018

Tidak bisa dipungkiri, lingkungan sekitar, wilayah yang kita tempati dan daerah yang kita datangi semuanya sudah terencanakan oleh sang Pencipta.
Namun, kenapa mereka selalu merasa smua itu kehendak dan hasil kerja kerasnya.
Aku hanya bingung dengan kehidupanku, bagaimana bisa aku memikirkan dan mengurusi kehidupan orang lain.
Tuhan aku lelah dengan Semua ini, namun aku tidak ingin mengakhiri begitu saja, aku tidak akan menyerah sampai darah penghabisan.
Tuhan aku tidak akan pernah bisa menjadi sempurna, aku bukanlah apa-apa tanpa mereka dan tanpa engkau bimbing dan engkau tuntun, aku takan pernah berhenti akan selamanya meminta apapun yang aku inginkan kepadamu.
Tuhan, aku takan menyerah selama engaku masih sudi , aku akan tetap berdiri tegak dan terus berjalan sampai menujumu Tuhan, meskipun orang-orangku telah engkau ambil semuanya, aku masih punya orang yang memiliki Surga di Dunia, bahkan ditelapak kakinya.
Aku akan tetap tumbuh dan tegar meskkipun sering terjatuh dan terinjak-injak, aku tidak akan pernah menyalahkan siapapun walau diriku sendiri.
Masa lalu maupun masa depan tidak akan pernah peduli, yang kupilih adalah hari ini, karena aku tidak akan pernah kembali ke masa lalu dan belum tentu juga akan ke masa depan. Tentu saja, kematian itu sudah yakin hanya menunggu rahasinya.

Kamis, 08 Februari 2018

Saya akan bercerita tentang Wanita.
Ya, tentu saja apa lagi yang menarik dipebuncangjan seorang Lelaki jika bukan harta, tahta dan Wanita.
Seperti yang akan saya bahas sesuai judul diatas, atau melenceng dari judul diatas.
Ijinkan saya yang amatiran ini menulis di Blog, walau tanpa memiliki skill dan pengalaman menulis, namun saya ingin skali bercerita tentang segala pngalaman hidup saya tanpa ada seseorang yang merasa dirugikan.
So saya disini akan mengganti nama dan alamat samaran saja ya.
Bagi saya Wanita adalah makhluk tuhan paling kuat dan lembut, tentu saja wanita banyak yang mampuh mlakukan beberapa pekejaan Lelaki, namun Lelaki belum tentu bisa melakukan pekerjaan wanita, contohnya Mengandung, menyusui, dan yang paling saya kagumi dari Wanita (contohnya Ibu saya) mengalah, sabar, kasih sayang, berkorban, dan pandai merasakan apa yang anaknya rasakan.
Memang wanita adalah cerminan dari suatu keluarga, bahkan Negara.
Meskipun tidak sedikit wanita yang berakhlak kurang sepantasnya.
Ferina teman saya, dia sangat cantik dan tidak pernah berpenampilan seksi, ferina selalu sopan dan ramah, tidak ada tanda-tanda dia wanita Modern, dia selalu mnunjukan sifat lugu gadis Desa pada umumnya.
Namun beberapa tahun saya kenal dia sebagai teman kerja, saya tidak menyangka kalau dia sudah pernah melakukan pengguguran kandungan 1, dan 2 bulan. Saya shock mendengar Ferina curaht.
Mang kami curhat tidak face to face, melainkan Ferina selalu berkirim email kepada saya, dia dngan senang hati mau saya muat kisah hidupnya di Blog saya
Terima Kasih Ferina.
Ferina adalah gadis asal daerah sunda yang sangat tertinggal kampungnya, dimana tradisi dan adat kampung itu sudah menikahkan anak gadis lukusan SD dan SMP, namun Ferina gadis yang beruntung karena dia bisa melanjutkan sekolah sampai bangku SMP, walau dia ingin melanjutkan ke bangku SMA, namun Orangtuanya menikahkan dia dengan anak orang kayak, karena tidak sanggup membayar hutang-hutangnya.
Ferina memiliki wajah yang cantik alami, dan menikah dengan Rian di usia 16 tahun, dan Rian berusi 23tahun. Saminggu setelah Rian lulus kuliah.
Setelah menikah Rian dan Ferina tinggal di Bekasi, karena Rian mendapatkan Pekerjaan sebagai Akuntansi di sebuah perusahaan Industri.
Walau Ferina ingin sekolah dan bahkan ingin Kukiah dan bekerja di kantoran, namun sbahai isteri Ferina mengubur semua impian itu, karena dia hanya Fokus mengurus Rumah tangga.
3 tahun mereka hidup berdua di Rumah Kontrakan, dan belum juga memiliki momongan, karena memang Ferina mengkonsumsi Pil KB.
Memang ferina meminta ijin dulu kepada Rian, kalau dia akan menunda kehamilan sampai usianya 20 tahun. Walau Rian tidak meng iyakan, namun senyuman sedikit terpaksa tertanda mengijinkan, dan ferina sadar itu.
Sebenarnya dalam lubuk hati Rian, rian ingin sekali memiliki momongan secepatnya, namun Entah kenapa Rian tidak pernah mngutarakannya kepada Ferina, mungkin karena takut menyakiti perasaan Ferina atau memang tidak berani.
Rumah tangga Ferina dan Rian sangat harmonis, selalu jalan-jalan ketika Rian libur kerja. Kadang mereka menonton di bioskop.
Semua teman Rian maupun Teman Ferina mengatakan kalau Rumah tangga mereka baik-baik saja dan sangat harmonis.
Namun ternyata dibalik semua itu tersimpan ungkapan dan perasaan terkekang semuanya, ah saya tidak mengerti?
Setiap saat Rian selalu curhat masalah Rumahtangga kepada rekan kerjanya di Kantor dan bagitupun Ferina selalu mengutarakan kekesalan dan keluhannya di media sosial, dia sering Chat bersama teman-temannya.
Sepandai-pandainya m nyimpan bangkai pada akhirnya tercium juga.
Sepandai-pandainya Tupai melompat suaru saat akan jatuh juga. Ferina tau kalau Rian selalu curhat masalah rumah tangganya kepada tman skantornya, begitupun Rian juga mngetahui kalau Ferina suka curhat sama teman-teman di jejaring sosial. (Saya tidak tau persis apa penyebab mereka saling mengetahui kalau mereka sama-sama suka Curhat masalah Rumah tangga ke teman-teman mereka).
Selama menikah Ferina tidak pernah mencintai Rian, dia merasa karena rianlah Ferina tidak bisa meraih mimpinya, padahal Rian sangat mencintai Ferina, bahkan dia s lalu mengikutin apa keunginan Ferina.
Sering kali Ferina melakukan kesalahan fatal dan.meminta maaf kepada Rian, dan rian selalu memaafkan Ferina dengan ikhlas.
S lama menikah Ferina pernah menggugurkan khamilannya sebanyak 2x, tanpa spengetahuan Rian, dengan alasan suatu saat dia bisa cerai dan bisa melanjutkan sekolah dan berkarier.
Bersambung. . . .

Rabu, 07 Februari 2018

Semua manusia akan menemukan jatidiri nya, hanya daja mereka sadari atau tidak disadari.
Ya seperti aku, seakan menemukan jatidiriku dan hilang tanpa arah tanpa pamit lalu ditemukan kembali, selalu begitu dan terus terulang kembali dalam hidupku.
Perlu 20 tahunan. Aku baru mengetahui apa makna namaku, yang selama ini tak pernah ada yang mampuh menjawabnya.
Tidak, bukan tidak ada yang menjawabnya , namun aku sendirilah yang tidak pernah melayangkan pertanyaan itu, kecuali dalam lubuk hati yang paling dalam.
Ya, memang aku bagaikan manusia yang hidup di alam mimpi, yang hanya selalu menggunakan perasaan hati, membuatku lemah dan rendah. Dimanapun berada selalu jatuh terinjak dan terlupakan.
Aku tercipta bagaikan benda mati, yang mati rasa memiliki masa depan, bahkan bermimpipun aku tidak sanggup. Begitu banyak mimpi dan Harapam yang belum terwujudkan, berdoa berharap dan berusaha.
Aku terbuat dari tanah terus terinjak tak mampuh meminta langit untuk menurunkan hujan agar aku terbasuh,
Tak mampuh meminta awan untuk meneduhkanku dari sengatan sang surya,

Selasa, 06 Februari 2018

Salahkah jika punguk merindukan bulan?
Salahkah jika seseorang merindukan masalalu, namun membenci masa lalu itu.
Rindu bukan saja karena jarak yang telalu jauh sampai tidak bisa bertatap muka, namun jarak yang dekatpun kadang terasa begitu jauh, lalu, haruskan terselip Rindu jika demikian?
Ketika aku berharap, seakan semua harapan menjauh dan hanya kecewa dan tangan kosong yang kudapat.
Namun kenapa disaat tidak tepat, kesempatan selalu datang dan aku selalu dipaksa untuk memilih. Antara mengubah masa lalu ataukah mengubah masa depan?
Aku adalah orang yang beruntung dengan apa yang selalu Tuhan berikan, bahkan tanpa aku memintanya sekalipun. Namun kenapa Tuhan selalu memperlihatkan harapan yamg tidak akan pernah bisa aku miliki.
Seringkali aku duduk termenung seorang diri dan aku menatap hampa. Tak pernah ingin aku membuka cerita masa lalu tentang orang-orangku yang begitu mudah meninggalkanku selamanya di tempat ke abadian.

Senin, 22 Januari 2018

Sanghiyang heuleut, mendengar kata itu seakan terbayang di kepalaku kalau itu tempatnya bagus dan mungkin harus datang kesana.
ternyata sebuah danau kecil yang lokasinya berada di bawah Gunung ( saya lupa nama Gunungnya), katanya Sanghiyang heuleut sendiri ditemukan oleh mahasiswa pada akhir tahun 2015, kebetulan Bintang teman saya itu sangat kepo dan begitu ingin tmengetahui asal-usul suatu tempat yang kami datangi.
awalnya saya takut untuk berenang, karena kata pemandu wisatanya airnya dalam banget, kurang lebih sekitar 15 meter, dan tebing batunya 7 meter.
captionnta ngutang ya....
saat ini aku sangat bimbang seakan tidak punya arah dan tujuan, bukan berarti aku hidup di hutan belantara yang tanpa membawa kompas.
namun aku sangat lemah dan tidak punya sikap, untuk menghadapi masa depan, dan orang-orang didalam masa depan saya saat ini.
aku tidak kuat dengan mereka yang selalu ataupun sekali berbuat baik, namun perasaan tidak enak ini kadang membuat saya dan orang lain terjerumus.
saya menyadari dari awal kalau di kerajaan itu seperti medan perang, mungkin tidak jauh berbeda dengan di dunia kerja.
saya juga perah mendengan pepatah dari seorang teman kerja dia berkata "Duni kerja itu keras" nmun selama ini saya tidak pernah mengerti apa maksud dan tujuannya?
saya masih ingat kata-kata almarhum ayahanda Saya, yang selalu mengatakan jangan pernah memasuki Istana, karena kamu tidak akan pernah duduk di singgasana, karena jika kamu masuk di sebuah istana dan tidak mendududki Singgasana, maka suatu saat kamu yang akan menjadi atau dijadikan Tahanan karena akan menjadi perang batin seumur hidup.
aku selalu bertanya kenapa harus aku yang menjalani semua ini? aku menyalahkan Takdir dan Tuhan seakan ini semua adalah kehendaknya yang memaksa saya seperti ini, padahal ini adalah keinginan saya sampai saya menjadi budak dan pengemis.
lalu wajarkan? manusiakah jika kita terus dijajah dan terlindas kemajuan Zaman?

Selasa, 09 Januari 2018

Bagaikan baru terbangun dari Tidur panjangku, namun tidak terasa sudah lama dan jauh perjalan ini. Mungkin bukan kendaraan yang aku tumpangi, melainkan Angin, karena tidak bisa ku sentuh, tidak bisa kulihat hanya bisa kurasakan saja. Tapi aku mulai meragu apakah benar angin yang aku tunggangi? Karena sepanjang perjalanan aku tidak menyadarinya. Aku begitu merasa lengah dan terlelap, tak permah kulihat apa saja yang ada diperjalanan hidup ini, apa saja yang telah terjadi, menoleh ke belakang pun percumah, karena perjalana ini tidak akan mundur kebelakang, namun akan terus melaju kedepan.
aku bagaikan orang yang bimbang dan hilang arah, hidupku, masa depanku dan bahkan masa laluku semuanya seakan terhapus dari memori ini, ah mungkin bukan terhapus namun terlupakan. Ya terlupakan atau dilupakan sama saja, karena sesuatu yang menyakitkan dan penyesalan hanya akan memperlambat perjalanan.
memang kita hidup untuk melangkah kedepan namun, adakalanya kita harus melihat kebelakang agar tau apa saja yang kita lalui dan jangan sampai terjerumus ke Lubang yang sama.
tuhan memang penulis sekenario kehidupan ini yang sudah sesempurna mungkin, namun Tuhan selalu memeberikan arahan dan penawaran perubahan sekenarionya. lalu kita sebagai manusia hanya meng iyakan dan mengangguk saja, mungkinkan semua sekenario akan di rubah sesuai dengan keinginan kita, tanpa mengutarakan dan memintanya.
Namun sepertinya sampai saat ini aku masih berada di ambang pintu, masih merasa bingung haruskan keluar ataukah masuj, haruskah ku tutup pintu ini, ataukah ku biarkan terbuka, karena aku mnunggu dan menunggu.
Tuhan tidak pernah tertidur.
Itu yang ku tau

BTemplates.com

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Owner Blog

Salam Persahabatan, dan Salam persaudaraan.
terima Kasih Anda telah berkunjung/membaca artikel saya, kebanyakan postingan di Blog Farid Aslam ini adalah hasil karya saya, namun ada beberapa yang saya rangkum, atau saya Kumpulkan dari berbagai sumber. dan ada juga yang Sahabat kirim melalui Email, ke pada saya untuk di Posting di Blog ini. Dan Sahabat juga boleh mengirimkan Cerita (fiksi, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, Agama Islam dan lainnya), semuanya akan saya tampung di Blog saya ini.
sekian dan Terima kasih jadilah Manusia yang berguna bagi sesama.
wassalam
Manusia Paling amat sangat Fakir akan Rahmat Robb

Translate

Popular Posts