Kamis, 03 Oktober 2013


Saat aku merasa sendirian seakan hanya menunggu kematian, bayangannya selalu hadir temani hidupku bagaikan cahaya yang membuatku mampuh melihat segalanya.
Gila memang aku hanya bersama bayangan yang tidak begitu nyata namun sangat berharga, aku selalu menantinya dalam nyata hidupku mungkin kah aku mampu untuk menemuinya bersamanya dalam kenyataan sebalum kematian mendahuluiku.
Hati hanya dapat di rasakan oleh hati juga, begitupun bayangan hanya mampu di rasakan oleh bayangan juga, namun bayangannya seakan nyata dan takan pernah ada duanya, karena dialah segalanya.
Kai pernah bersama entah kapan, aku selalu menulis surat untuknya setiap saat, meskipun dia tidak membalasnya namun dia selalu hadir memenuhi surat yang ku kirim untuknya.
Dia selalu membuatku tersenyum, membuatku memiliki semangat untuk terus bangkit dan berjuang untuk bisa menemuinya, karena dia mengatakan padaku kalau dia tidak bisa menemukanku maka aku yang harus menemukannya.
Setiap hembusan angin selalu ku bisikan namanya agar dia dapan menemukanku, setiap helaian dedaunan yang berguguran ku tuliskan namanya agar dia tahu aku sangat merindukannya, setiap tetesan embun pagipun ku tuliskan namanya agar dia tau kalau akulah awal harinya, agar dia bisa terbangun dari tidurnya demi kisah Cinta yang tertunda.

0 komentar:

Poskan Komentar

BTemplates.com

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Owner Blog

Salam Persahabatan, dan Salam persaudaraan.
terima Kasih Anda telah berkunjung/membaca artikel saya, kebanyakan postingan di Blog Farid Aslam ini adalah hasil karya saya, namun ada beberapa yang saya rangkum, atau saya Kumpulkan dari berbagai sumber. dan ada juga yang Sahabat kirim melalui Email, ke pada saya untuk di Posting di Blog ini. Dan Sahabat juga boleh mengirimkan Cerita (fiksi, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, Agama Islam dan lainnya), semuanya akan saya tampung di Blog saya ini.
sekian dan Terima kasih jadilah Manusia yang berguna bagi sesama.
wassalam
Manusia Paling amat sangat Fakir akan Rahmat Robb

Translate

Popular Posts

Blog Archive