Kamis, 24 Oktober 2013


Alloh telah berfirman “Sesungguhnya telah kami tunjukan 2 jalan yang lurus”, maka barang siapa yang mau mendapatkan 2 jalan lurus yang besar, maka dia akan selamat. namun sedikit sekali yang mau melewati jalan itu, bukan karena tidak percaya atau tidak tau. Namun karena mereka tidak bisa melawan Hawa nafsu yang ada pada dirinya sendiri.
Karena mulia atau tidak mulianya seorang manusia adalah dari dia mampu membersihkan diri dari penjajahan atau perbudakan. Maka jangan pernah, seorang manusia mau memperbudak atau di perbudak.  Mau di jajah ataupun menjajah. Bukan hanya penjajahan negara ataupun golongan suatu kaum atau Komunitas saja, akan tetapi penjajahan dan perbudakan Hawa Nafsu, hidup selalu mengikuti kemauan Hawa Nafsu bisa membuat martabat manusia berada di telapak kaki orang lain, dan begitupun sebaliknya.
Marilah kita membebaskan diri kita sendiri menjadi orang yang merdeka dari perbudakan hawa nafsu. Wahai sahabatku, hawa Nafsu itu sangat mandiri, Nafsu selalu hinggap dalam hati manusia tanpa pandang bulu, siapapun dia, hawa nafsu bisa saja menggapainya, baik orang itu kaya, miskin, pintar, bodoh,pemerintah/raja, rakyat,  muslim, non muslim, bahkan ulama/kiyai atau Nabi sekalipun dan siapa saja, nafsu bisa menghinggapinya.
Robb selalu berpesan awas, awas hawa Nafsu. Lalu, Bagaimana apabila orang kaya jika di hinggapi hawa nafsu?  Orang kaya adalah orang yang sering di hinggapi hawa nafsu, seperti dia ingin kaya  di dunia dan di akhirat, maka  itu sangat baik, namun jika orang kaya tidak mensyukuri segala apa yang dia peroleh, tidak mengeluarkan Zakat, sodaqoh,  bahkah kebanyakan Orang kaya tidak menyadari bahwa seluruh harta kekayaannya dan apapun yang dia miliki itu adalah ujian untuknya. Karena Kebanyakan manusia menganggap musibah, kemiskinan, kesedihan adalah cobaan/ujian dari Robb, padahal Robb menguji iman seseorang dengan segala hal, baik itu dengan ilmu, kekayaan, martabat, pangkat,  istri, suami, anak, tetangga, teman, bawahan (anak buah ataupun karyawannya) dan lain sebagainya, semua bisa jadi adalah ujian bagi setiap manusia, karena suatu saat, dimana semua orang kelak akan di mintai pertanggung jawabannya di Akhirat di hadapan Allohu Robb.
Bukan kah semua manusia adalah pemimpin, dia harus memimpin segala angota tubuhnya seperti mata, mulut, lidah, telinga, tangan dan lain sebagainya termasuk hati, untuk selalu menjalankan kebaikan, atau menjalankan perintah Allohu robbana, dan juga menjauhi larangannya. Maka dia akan di tanyakan soal kepemimpinananya, bagaimana dengan manusia yang menjadi pemimpin se kampung, se kabupaten atau bahkan se Negara?? Wallohu a’lam. Itu urusan mereka dengan Tuhan yang menciptakan dan yang maha mengetahui.
Begitupun dengan orang Pintar, baik pintar dalam bidang Agama ( Akhirat ), ataupun Pintar dalam bidang Dunia. Karena sesungguhnya Ilmu itu Cahaya, maka harus bisa menerangi dirinya dan juga orang lain,  jaman sekaranga begitu banyak orang yang memiliki pangkat  yang tinggi dalam bidang Dunia, entah itu karena ke pintarannya meraih hati rakyat yang memilihnya, atau hati guru yang meluluskannya, atau karena uang yang berbicara, Agama Islam sangat melarang dan mengharamkan suap menyuap karena yang menyuap ataupun yang di Suap semuanya masuk Neraka. namun jika semua ternoda karena ada sejumlah Uang  ( transaksi ) yang tidak di halalkan oleh Agama, maka itu semua urusan mereka dengan Tuhannya, kita sebagai sesama saudara se Agama hanya mengingatkan saja.  jika kita tidak setuju dan tidak kuasa mencegahnya maka cukupkan saja hati kita mengingkarkannya saja, agar suatu saat nanti kita tidak di libatkan dengan urusan mereka itu di hadapan Tuhan.  Namun apabila kita mampu mencegahnya, maka itu lebih baik.
Ada juga, bahkan semakin kesini semakin banyak orang yang mengaku, atau di kira pandai dalam urusan Agama,  ini yang paling berat dan banyak pertanggung jawabannya di hadapan Tuhan, maka apabila dia benar mengamalkan seluruh ilmu yang dia miliki maka insya Allohu robbana dia akan menjadi manusia yang beruntung di dunia dan di akhirat sesuai janji Allohu robbana. Namun apabila dia sesungguhnya tidak pandai dalam urusan agama, dan dia selalu sok tau, mengaku tau dan selalu mengajari orang lain sesuai yang dia tau, namun dia sendiri masih bodoh dalam urusan Agama, lalu dia sendiri tidak mencari tau tentang ilmu-ilmu Agama yang dia sendiri belum tau, maka bersiap-siaplah dia kelak harus mempertanggung jawabkan seluruh tingkah laku perbuatannya di hadapan Allohu Robbana.
Seperti kata Guru-guru Agama saya di Pesantren beliau selalu mengatakan Carilah ilmu dari sejak kamu di lahirkan, sampai kamu di Kuburkan, karena tida akan pernah habisnya ilmu di dunia ini, sesungguhnya tidak ada manusia yang di lahirkan membawa ilmu, bahkan Nabi atau Rosul sekalipun di lahirkan tidak ada yang langsung pintar, para Nabi dan Rasul belajar dari Malaikat Jibril, dan dari Wahyu-wahyu Allohu Robbana. dan hanya milik Alloh yang maha pintar dan maha Kaya segala apa yang ada di langit dan bumi. Bahkan Guru ngaji saya sudah berusia sekitar 65 tahun menurut perkiraan saya, namun beliau masih saja mendatangi pengajian untuk belajar ilmu agama,  dan beliau juga suka belajar dengan membaca kitab-kitab karangan Ulama terdahulu (Muthola’ah) padahal beliau selalu berceramah di mana-mana, dan memiliki santri Ratusan di pesantrennya, Subhanalloh.
Begitulah Bedanya ilmu Agama, semakin banyak memiliki Ilmu agama maka dia semakin banyak belajar, semakin Bercahaya wajahnya, Hatinya dan akhlaknya. dan juga dia tidak akan pernah berhenti untuk belajar dan mengamalkan ilmunya sampai mereka meninggal. Karena ilmu yang bermanfaat akan selalu menjaga manusia dimanapun dan kapanpun.
Bertanyalah kepada ahlinya apabila  kamu tidak mengetahuinya, kebanyakan kita sebagai manusia yang tidak mengetahui segala sesuatu itu, malas untuk bertanya, atau malu. Perlu di ketahui Nabi saja selalu bertanya jika tidak mengetahui sesuatu kepada malaikat Jibril. Atau kadang kita selalu menanyakan segala sesuatu kepada Internet, yang kebenarannya belum tentu bisa di pertanggung ajawabkan.
Namun kesibukan dalam Mencari kekayaan Dunia membuat kita tidak memiliki waktu untuk belajar ilmu Agama,  di tambah lagi peran Orang tua yang tidak peduli dengan Agama yang mereka anut, tidak pernah mengajarkan anak-anaknya tentang ilmu Agama. Hanya ilmu Dunia saja yang mereka terapkan kepada Anak-anak Mereka karena itu menurut mereka untuk menentukan Masa depannya kelak.  Padahal dalam pepatah Ingris juga mengatakan “Tranquility can be found when we are with god”  kebahagiaan bisa kita temukan apabila kita bersama Tuhan. Dan itu sangat cocok dengan ayat dari al Quran yang insya Alloh artinya “hanya dengan mengingat Alloh maka Hati akan tenang”
Memang jika Alloh telah menjadikan seseorang itu baik maka dia akan menjadi baik dan tidak akan ada yang bisa merubahnya. Begitupun sebaliknya jika Alloh menjadikan seseorang itu buruk maka akan buruklah dia, maka ayo kita memohon kepada Alloh agar kita di jadikan orang yang baik dimata Alloh dan manusia. Karena Alloh tidak akan merubah seseorang apabila orang itu tidak merubahnya sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar

BTemplates.com

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Owner Blog

Salam Persahabatan, dan Salam persaudaraan.
terima Kasih Anda telah berkunjung/membaca artikel saya, kebanyakan postingan di Blog Farid Aslam ini adalah hasil karya saya, namun ada beberapa yang saya rangkum, atau saya Kumpulkan dari berbagai sumber. dan ada juga yang Sahabat kirim melalui Email, ke pada saya untuk di Posting di Blog ini. Dan Sahabat juga boleh mengirimkan Cerita (fiksi, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, Agama Islam dan lainnya), semuanya akan saya tampung di Blog saya ini.
sekian dan Terima kasih jadilah Manusia yang berguna bagi sesama.
wassalam
Manusia Paling amat sangat Fakir akan Rahmat Robb

Translate

Popular Posts

Blog Archive