Kamis, 24 Oktober 2013


Aku tak tau dia benar sahabatku, ah bukan maksudku temanku apa bukan. Kami  kenal memang cukup lama, dan kamipun sudah tidak sungkan-sungkan dalam hal apapun dimanapun.Termasuk menyangkut soal Wanita J
Namun hanya karena senda gurau yang memang tidak membaca situasi karena memang biasanya seperti itu yang terjadi. Namun kali ini memang benar-benar fatal akibatnya sampai lebih dari seminggu kami tidak bertegur sapa, sepertinya dia sangat marah sekali sama saya. Berulang kali saya memainta maaf, dan tidak ada balasan/respon darinya, dan akhirnya dia memaafkanku melalui sms, dan hanya berbicara seperlunya saja jika kami bertemu meskipun sering bertemu.
Aku cukup tau saja ternyata dia memang seperti itu, karena namanya sahabat pasti saling memahami dan melengkapi meskipun beda peran dengan kekasih (Wanita). Karena selama ini saya selalu mengerti dan memahami jika dia bercanda sama saya tanpa melihat situasi hati saya dan sedang cape ataupun kesal dengan masalah pribadi, namun saya selalu mengerti dan memahaminya, namun tidak untuknya saat itu. Ya  mungkin ini yang terbaik dari Tuhan untuk kami, dari awal kami berteman memang  memiliki Hobby karakter dll yang berbeda namun aku/kami selalu saling menghormati apapun itu kesukaan Masing-masing, karena masih ada beberapa hal kecil yang sama-sama kami sukai. Apalagi dia cukup baik juga.
Saat dia kesepian butuh teman ketika bermasalah dengan sang kekasihnya (Wanita) dia selalu menghubungiku, untuk meminta bahan pertimbangan, menemani hari-harinya yang gunda gulana. Saling menolong memahami dan saling membantu itulah kamus perkenalan kami sebagai teman  dari awal bertemu.
Namun semuanya itu hilang musnah raib tanpa bekas setelah dia  mendiamkanku ketika bertemu setiap saat, seakan masih belum memaafkanku. Aku takan memaksa jika memang dia tidah sudi memiliki teman seperti aku, aku akan meninggalkannya, mungkin aku bukan teman yang baik untuknya. Begitupun sebaliknya, dia juga bukan teman yang baik untuku.
Dia sudah memaafkan salah saya, namun tetap tidak seperti dulu pertemanan kami, meskipun berusaha seperti dulu saya selalu mengawalinya, namun dia tidak menyambut baik, ya Sudah lah. Toh dari dulu juga saya memang selalu sendiri tanpa ada teman yang selalu mendampingi, asal ada keluarga saja dan Bidadariku itu sudah sangat cukup, lagipula Dunia ini Luas, apalagi dunia Maya J, saya bisa bersahabat dengan siapapun di manapun asal kami saling menasehati, mengingatkan dan tolong menolong dalam kebaikan.

0 komentar:

Poskan Komentar

BTemplates.com

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Owner Blog

Salam Persahabatan, dan Salam persaudaraan.
terima Kasih Anda telah berkunjung/membaca artikel saya, kebanyakan postingan di Blog Farid Aslam ini adalah hasil karya saya, namun ada beberapa yang saya rangkum, atau saya Kumpulkan dari berbagai sumber. dan ada juga yang Sahabat kirim melalui Email, ke pada saya untuk di Posting di Blog ini. Dan Sahabat juga boleh mengirimkan Cerita (fiksi, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, Agama Islam dan lainnya), semuanya akan saya tampung di Blog saya ini.
sekian dan Terima kasih jadilah Manusia yang berguna bagi sesama.
wassalam
Manusia Paling amat sangat Fakir akan Rahmat Robb

Translate

Popular Posts

Blog Archive