Rabu, 12 September 2012

Profil Presiden Republik Indonesia Ke 6 - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)



poto di ambil dari google.com/images/presiden indonesia
Nama        : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir        : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Agama     : Islam
Istri           : Kristiani Herawati, putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Anak         : Agus Harimurti Yudhoyono       dan       Edhie Baskoro Yudhoyono
Pangkat terakhir :                Jenderal TNI (25 September 2000)
Pendidikan:
= Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
= American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
= Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
= Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
= On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
= Jungle Warfare School, Panama, 1983
= Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
= Kursus Komando Batalyon, 1985
= Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
= Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
Karier:
- Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
- Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
- Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
- Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
- Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
- Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
- Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
- Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
- Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
- Dosen Seskoad (1989-1992)
- Korspri Pangab (1993)
- Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
- Asops Kodam Jaya (1994-1995)
- Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
- Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
- Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
- Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
- Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
- Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
- Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
- Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
- Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
Penugasan:
Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988
Penghargaan:
- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003.
Alamat :
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
Manurut berbagai sumber dari media masa maupun elektronik, Presiden SBY di sebut sebagai Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Susilo Bambang Yodhoyono  adalah merupakan Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki ‘Jenderal yang Berpikir’, SBY sangat berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Namun tetapi tetap saja banyak Rakyat yang tidak suka, entah kenapa? Mungkin karena kebanyakan Rakyat hanya berharap dan menuntut tanpa ada kemauan merubah diri sendiri dan dari hal yang paling kecil “seperti kata ceramahnya AAgym”
Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri – KH Hasyim Muzadi.
Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).
Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. “Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu,” katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai ‘mutiara di atas lumpur’.
Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, ‘the smiling jeneral’ itu berhasil tampil sebagai ‘penyelamat negeri’ dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).
Lulusan Terbaik
Siapakah Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil meraih pilihan suara hati nurani rakyat pada era reformasi dan demokratisasi itu?
Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.
Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II – darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.
Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.
Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band.
Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.
Di samping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda atau berkendaraan. Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.
Tekadnya menjadi prajurit mengental saat kelas V SR (1961) berkunjung ke AMN di kampus Lembah Tidar Magelang.
“Saya tertarik dengan kegagahan sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu. Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata,” kenang SBY.
Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka dia pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).
Namun kemudian, SBY malah memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Selagi belajar di PGSLP Malang itu, ia pun mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.
Tahun 1970, dia pun masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.
Saat menempuh pendidikan di Akademi Militer, itu, SBY berkenalan dengan Kristiani Herrawati, putri Sarwo Edhie. Saat itu, Mayjen Sarwo Edhi Wibowo, menjabat Gubernur Akabri. Perkenalan terjadi saat SBY menjabat sebagai Komandan Divisi Korps Taruna.
Perkenalan itu berlanjut dengan berpacaran, bertunangan dan pernikahan. Mereka dikarunia dua orang putra Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).
Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.
Kutipan di atas saya ambil dari berbagai Sumber. Dari Media masa dan elektronik.

Senin, 10 September 2012

1001 kisah di Caffe Resto Bintaro tempat saya Mencari Uang Ilmu dan sahabat dan . .




Hai Kak Rath, apa kabarnya nieh?? Wah sudah lama banget ya kita  tidak ketemu dan sudah lama juga kita tidak komunikasi, jangan-jangan kak Rath sudah berubah nie jadi gendut, atau makin kurus?? Apapun yang terjadi kan seorang ayah tetap saja terHormat, He he he, gak apa-apa lah berubah, asal sipatnya aja jangan berubah tetep baik, pintar/genius, dan suka menolong (peduli)!
Sekarang aku ingin bercerita tentang pekerjaan ku yang sedang kujalani ini, namanya kak Rath sudah tau kan waktu 13 Bulan yang lalu saya pernah bercerita kalau saya akan pindah kerja waktu di Batam, disini aku sangat betah sekali karena beberapa hal seperti : *aku selalu punya waktu untuk melakukan sholat, terutama sholat Jumatan, *aku memiliki owner yang baik, tidak pelit tidak perhitungan, dan juga ramah/bersahabat dengan karyawannya, *ownernya muslim dan ternyata suka bayar zakat wah suci dong uangnya dan juga jarang datang ke tempat kerja, *menejernya juga baik (mantan atasanku dulu kerja waktu di Batam) meskipun non muslim tapi dia menghormati kami bawahannya, makanya beliau bele-belain tiap hari jumat masuk pagi/middle agar saya bisa sholat jumatan, dan juga atasan2 saya yang lainnya Alhamdulillah baik2 saja,  wah asyik banget ya!
Aku disini menjabat sebagai Captain, mungkin sejenis jabatan  di bawah Leader di atas waiter, tugas saya sangat banyak sekali, saya harus bisa memback up semua pekerjaan kasir, Barista, dan checker di kitchen, namun jujur kak, saya belum bisa melakukan itu, Doain ya agar secepatnya saya bisa menguasai semuanya. Saya benar-benar harus banyak belajar, masih banyak yang saya tidak/kurang mengerti tentang F&B dari mulai Ingredian, persentasi, rasa, dan lain sebagainya, yang lebih parahnya lagi saya tidak suka kopi kan kak Rath tau, tapi disini kan Coffee shop wah gawat gak kak?? Di perkerjaan yang dulu saya juga tidak betah dan tidak begitu paham namun semuanya baik-baik saja berjalan sesuai rencana yang sangat baik karena ada kak rath yang ikut serta berperan ambil andil thk’s ya kak, namun sekarang saya sengaja tidak nulis Email ataupun ber cerita pada Kak Rath semanjak saya mulai masuk kerja, karena saya ingin mandiri berdiri di atas kaki saya sendiri, seperti kak Rath, tapi saya selalu merasa kesulitan dan kesulitan, he he he he
Namun yang saya bikin sedikit kurang betah adalah hm, apa ya?? Anak-anaknya mungkin kurang kompak, terus terang kadang aku risih banget dengan mereka yang kurang menjungjung tinggi rasa etitut/etika, kenapa ya padahal mereka kan sudah pada dewasa dan lulusan sekolahan, tapi etituted/etikanya kurang, sama menejer, sama security, ah pokonya sama yang lebih tua usianya, ataupun lebih tinggi jabatannya mereka bicara seenaknya saja, apakah memang begini ya kak Rath orang-orang Kota?? Kak Rath kan orang Kota juga  pasti tau, tapi saya yakin kak Rath bukan orang seperti itu!!(insaya Alloh)
Lama-kelamaan saya juga merasa kurang betah atau lebih tepatnya tidak betah kerja disini, namun yang akan saya pertahankan adalah saya akan menjadi bagian FF  ini selama saya bisa dan selama saya masih di butuhkan di FF  ini. Tidak apa saya di anggap sampah sekalipun oleh semua karyawan di tempat saya kerja, selama masih ada orang yang menghargai saya, saya akan mencoba untuk bertahan.
Bagi saya pekerjaan sekarang yang sedang saya jalani adalah anugrah dari Alloh taa’la meskipun saya selalu ingin mencari pekerjaan lain!, memang menurut saya ini adalah perusahaan baru branded baru di dunia F&B atau Caffe Resto. Orang-orang yang menurut saya masih mau menghargai saya di depan ataupun di belakang dia adlah : lawan shift dengan saya, Manajer saya, orang yang mengajak saya bergabung ke kaffe ini, 3 dari semua  SPG Butik yang lama yang sudah pada resign, kasir (mahasiswa UIN) , Bu Admin (tapi dia kurang mengasyikan), dan Scurity.  Menurut saya cuman mereka yang bisa menghargai saya didepan ataupun di belakang insya alloh saya percaya sama mereka, dan yang lainnya saya masih ragu kalau mereka mampuh bersikap manghormati saya di depan maupun di belakang!
Oke deh kak Rath, sekian dulu ya Email dari saya, semoga menjadi sedikit hiburan dan pengetahuan he he he he, tolong balas ya kak, Email ini, dan kapan-kapan gantian Dong giliran kak Rath yang bercerita tentang Dunia kak rath, masa saya mulu, kak Rath sangat Jarang menulis Email, apakah sangat Sibuk sekali ya?? Kalo sempat tolong kirim Email  oke??
Maaf ya waktu nikahan kak Rath saya sebagai sahabat kecilmu (adik angkatmu) tidak bisa menghadiri acara yang sangat penting itu, abisnya jauh banget dan saya juga perusahaan tempat saya bekerja tidak bisa member ijin beberapa hari jika bukan acara keluarga sendiri, atau acara urgent, maaf ya semoga keluarga yang Kak rath bengun menjadi Jalan dan Surga.
Maaf ya kak Rath! Sampai jumpa lagi semoga kita bisa secepatnya berjumpa!
Assalamualaikum warohmatullahi wa barokatuh

Sabtu, 01 September 2012

Cerita dewasa Jual beli Nafsu birahi-kehidupan Malam Jakarta

Halo  sahabat Aslam (Blogku) semuanya, jumpa lagi dengan saya sebagai pengelola/penulis  Blog yang sangat amatiran ini, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya tentang dunia malam yang selama ini saya hanya baca di buku-buku dan film/media saja, ini adalah cerita nyata tentang pengalaman saya, dan ini cerita Dewasa, jadi jika Anda kurang suka mohon jangan di lanjutkan (terima kasih) memang agak sedikit kurang sopan karena saya kurang bisa merangkai kata demi kata agar tidak menjadi biang/penyebab naiknya/muncul birahi nafsu, tapi saya janji di sini saya tidak akan menceritakan pengalaman saya secara detail hanya bagian penting saja yang mungkin bagi saya menarik untuk di ceritakan.

Semuanya berawal pada malam minggu saat saya pulang kerja sekitar jam 23:13  tengah malam, maklum sebagai karyawan Kaffee yang menyediakan Live music/band, jadi sudah pasti pulang larut malam, saya pulang dengan jalan kaki ke kosan saya yang cukup lumayan jauh juga jika di tempuh dengan jalan kaki.
Biasanya setiap pulang kerja saya selalu mandi, namun tidak untuk malam hari, paling jika saya pulang kerja paling saya hanya gosok gigi, keramas, cuci muka (kalo bisa hati juga ingin saya cuci he he he) bukan malas mandi tapi katanya kurang baik mandi malam hari, padahal lebih kurang baik lagi kalo tidak mandi he he he, seperti biasa kalau malam minggu kosan pasti sangat ramai sekali karena anak kost 30 kamar pasti ngumpul semuanya, maklum semua panghuni Kosan anak kantoran (kebanyakan mereka kerja di Bank swasta ternama di Indonesia) kecuali saya anak Kaffe. Sangat  bertentangan memang libur kerja saya dengan tetangga kost tercinta, mereka libur hari sabtu minggu/weekend, sedangkan saya libur kerja tiap weekday/senin-kamis.

Ketika saya sedang mengetik/menulis untuk Blog saya yang sangat saya cintai dan selalu ingin saya dandani setiap kali melihatnya,  tiba-tiba tetangga kost saya yang paling kaya sebut saja  AG, dia mengajaku jalan katanya sih mau ke Kota, wah Mangga besar jauh gak ya dari Bintaro?? Ya sudah saya ikut saja, karena besok pun saya masuk kerja jam 15:00 so gak mungkin kesiangan kerja! Kami pergi berempat, saya, AG, ZK, dan AD. Kurang dari satu jam kami sudah sampai di daerah Kota, mungkin karena sudah larut malam jadi tidak terlalu macet, dan ternyata sangat ramai sekali di sepanjang jalan daerah senayan City, sampai Bundaran HI banyak terparkir mobil-mobil mewah dan anak-anak muda yang usianya sekitar  menurut saya mereka anak kuliahan, atau anak kantoran yang memang anak muda yang kaya raya terlhat dari mobil-mobil mewah, pakaian branded dan dari style mereka. Kami pun memasuki area  parkir M Hotel & Spa memang nama hotel ini mirip dengan nama sala satu Kota/daerah di jawa tengah, dan hampir  sama dengan nama Rokok merek International,  bagi anda yang sering berwisata malam di Jakarta pastilah sudah tau nama Hotel ini, dan sudah tidak aneh lagi. Teman kerja saya juga tau tempat itu sumpah dia padahal alim lho, katanya dulu sempat kerja di pub sebelumnya , tapi sekarang dia sudah insyaf kayaknya, makanya dia keluar kerja di tempat seperti itu dan memilih kerja di kafe yang mungkin penghasilannya setengah/seperempat dari penghasilannya di pub/Club.

Kamipun (saya AG, ZK, dan AD) menemui  Receptionis, saya tidak tau apa yang akan dan harus  saya lakukan ketika sudah di dalam nanti,  ya sudahlah masuk saja, saya di kasih sebuah Gelang oleh  receptionis yan sangat  cantik  dan  ramah,  gelang dengan no seri yang sudah pasti berbeda  dengan pengunjung lainnya termasuk 3 teman (AG, AD, dan ZK) gelang itu merupakan tiket Masuk ke Hotel tersebut, dan tentu saja mau pesan apapun harus memperlihatkan no seri Gelang yang kita pakai,  ketika saya sudah masuk di dalam Hotel saya sangat kaget, karena mungkin saya belum pernah ke tempat seperti ini, tempat dimana Music sangat keras, tempat gelap yang hanya ada cahaya lapu kelap-kelip berwarna, dan wanita cantik dan seksi begitu bangay duduk di sudut-sudut Sofa dengan pakaian minim, dan sangan glamour, kebanyakan dari mereka berkumpul  hanya perempuan saja, meskipun ada juga yang bergabung dengan lelaki sambil memegang gelas.
Namun yang paling membuat saya sangat kaget adalah ketika saya melihat ke panggung yang mengelilingi DJ yang sangat Cantik dan seksi, di atas panggung yang sangat meriah dengan lampu menyala warna-warni dari bawah, bagi mereka yang sering kali mendatangi tempat seperti ini mungkin sudah sangat terbiasa, ada beberapa perempuan menari dengan sangat lincah dan berpakaian seragam, mereka menari mengikuti  musick DJ, lenggak-lenggok, kadang berkeliling, kadang juga menengok kepada kami penonton mungkin kalau ada yang minat mereka akan turun dan menemuinya.

Para penari itu memang cantik-cantik, meskipun ada yang menurutku kurang cantik walau tubuhnya menarik. Beberapa menit kemudian AG mengajaku naik ke lantai 2, dan di ikuti ZK, sedangkan AD aku  tidak tau dia kemana sejak  masuk  saya  tidak melihatnya, di lantai dua juga sama tempatnya seperti itu, hanya saja terdapat begitu banyak Sofa-sofa yang tertututp tirai yang tipis, sehingga orang yang di dalamnya sedikit kelihatan meski tidak sepenuhnya, aku hanya diam saja melihat para penari di atas panggung itu, namun AG dan ZK dari tadi ku lirirk mereka jilalatan, nengok sana- sini entah apa yang mereka cari, lalu teman saya menawari minum apa, karena mereka tau saya tidak akan minum minuman Keras/alkohol, begitupun dengan AG menawariku minum, aku hanya pesan Cocacola saja, dan mereka memesan San M kalau tidak salah, saya tidak tau minuman apa itu, dan untuk menjaga agar tidak minum harddrink  hanya minum softDrink saja, setelah masing-masing mendapat minumannya kamipun turun lagi ke lantai dasar dan berkeliling, saya semakin bingung apa yang mereka cari sepertinya  sibuk seakan mencari orang yang hilang di tengah kerumunan, aku lelah malihat gerak gerik/tingkah laku orang-orang yang ada di sini, akhirnya sayapun duduk di kursi depan panggung.

Sungguh aneh dan mungkin ini adalah pengalamanku seumur hidupku dengan mata kepala sendiri melihat hal seperti yang di tayangkan Film-film Hollywood di TV, dimana para penari itu mulai mencopot  pakaiannya sambil terus menari hanya memakai Bra dan CD, dan lama kelamaan Bra & CD nya juga di copot lalu setelah beberapa menit mereka turun panggung, dan di ganti Para penari lainnya yang masih berpakaian lengkap, dan itu terus terjadi entah sampai kapan?? katan Hardi seorang pegawai tempat itu sampai jam 3:30 pagi.

Dengan tiba-tiba seorang perempuan salasatu dari penari tadi duduk di pangkuanku, aku sangat kaget dan berkata padanya kalau aku tidak pesan dia, “saya di suruh teman Anda mas” katanya,  oh ternyata si AG yang ngerjain saya, kurang ajar!! sangat membuatku dag dig dug tak sadar, untung saja di tempat umum, kalo di tempat sepi Mampus tuh Cewek sialan.

Bagiku ini sangat memalukan, selain di tempat umum, aku juga belum pernah kulakukan pada siapapun, jujur saja dari semenjak pacaran aku paling nakal hanya pegangan tangan dan hanya sebatas cium kening cewek saya, selebihnya saya belum pernah melakukan hal di luar itu dengan teman perempuan saya, karena mungkin saya terlihat sangat gugup dan kaku jadi perempuan bayaran itu  mulai percakapan dengan saya, dia memegang tangan saya seakan menghipnotis saya sampai saya menurut saja apa yang dia lakukan terhadap saya, untung saja di tempat  umum/terbuka kalau tidak Mungkin saja saya sudah berZinah dengannya (naudzubillah) disini saya tidak mau sok suci, karena untuk apa saya datang ke tempat  laknat seperti ini kalau saya  terus beristigfar, saya hanya mempernmainkan tuhan jika saya beristigfar di Tempat seperti ini, karena wanita yang duduk di pangkuan saya ini dia hanya memakai CD saja, aku begitu lemah tak berdaya saat dia mengarahkan seluruh tanganku ke bagian-bagian perempuan yang selalau tertutup ditempat umum, aku hanya diam takut berbuat yang lebih meskipun jujur saya sangat menikmatinya, tapi Dosa tetap saja Dosa apapun itu,.
Perempuan itu bernama Chaca, dia Orang Cicaheum  derah Bandung memalukan banget satu Daerah dengan saya, katanya sangat  jarang sekali orang Bandung/Sunda  yang datang ke tempat ini, mungkin mereka tidak suka tempat seperti ini, atau ada tempat yang lebih dari ini saya tidak tau iti, Chacha  kerja di tempat ini baru 4Bulan, dan dia tinggal di apartement, kami mengobrol dengan bahasa daerah kami seakan saya ngobrol dengan tetangga, “Lamun panggih di luar ulah loba gandeng nya, api-api teu nyaho we” itulah kata Chaca dengan merasa tidak bersalah dengan apa yang dia katakana, yang selalu teringat sampai saat ini. Terakhir dia ngobor sama saya dia minta minum Tequila 2 gelas kecil saja, saya  tidak menjawabnya hanya senyum dan menganggukan kepala, lalu dia minum dan berkata, kalau kesini temuin saya di sebelah sana ya” sambil menunjukan arah sofa yang aku sendiri tidak begitu mendengarkan,  sudah ya saya mau Nari dulu, dah.
Karena jam menunuikan jam 02 pagi akhirnya saya mengajak mereka pulang, “LU mu main gak?? Kalo mau ada murah tapi tidak di sini” kata AG mungkin karena dia melihat aku sudah merasa BT, padahal bukan Bosan tapi aku jujur di tempat bebas melakukan apapun ini saya tidak ingat Dosa ataupun Tuhan, tapi yang saya ingat adalah Orang tua saya, bagai mana jika mereka  tau aku anaknya seperti ini akhlaknya, wah bisa saya di kutuk, pasti mereka sangat sedih banget.dengan apa yang saya lakukan ini.

Lalu kamipun keluar dari  M hotel & Spa itu melalui receptionis untuk menyerahkan Gelang sebagai tiket masuk itu. Kebetulan saya lah yang terakhir dari AG, AD, dan ZK, saya harus membayar sebanyak Rp 425.000, hah saya kaget apa saja yang saya bayar, saya hanya minum Softdrink dan masuk Rp 100.000 . karena saya tidak membawa uang jadi saya lakukan pembayaran dengan gesek card, lalu saya mendapatkan Bill saya dan costumer pass untuk ijin keluar yang harus di serahkan ke security, dan saya pun melihat Bill saya 

M Hotel & spa
No :NC201209010000275330      NO.ID: C072
TGL 02/09/2012  01:07:28            OP     : 901015
KASIR   : IMAH
FASILITAS                                        Rp.   100.000
CLUB                                                Rp.   250.000
SUBTOTAL         :  Rp.   350.000
SERVICE   10%  :   Rp.    35.000

TOTAL                :  Rp. 385.000
PPN   10%          :  Rp.   38.500

GRANDTOTAL   :   RP.  423.500

JENIS PEMBAYARAN    : VISA
Detail  Transaksi   : NC201209010000275330
TEQUILA   STRITEASE
    5 X                50.000  =    Rp.  250.000 

FASILITAS     : Rp.   100.000
SUBTOTAL    : Rp.    350.000
SERVICE 10%  : RP.  35.000

TOTAL    :  Rp.  385.000
PPN 10%    : Rp.  38.000
GRANDTOTAL    Rp.  423.000

TERIMA KASIH

Meskipun ini adalah hal  pertama dalam hidup saya namun jujur Saya benar-benar sangat merasa  sangat kerugian materi  karena  bagi  saya uang sebanyak itu sangat besar sekali, bagi saya dan keluarga saya, dan saya juga rugi waktu karena waktu istirahat saya habis hanya untuk menonton para penari telanjang, saya juga rugi akal sehat saya, meskipun saya sendiri sangat menikmatinya dengan menonton para penari telanjang dan kenal dengan Chaca sala satu penari telanjang membuat saya selalu berfikiran kotor setiap kali saya melihat seorang perempuan yang perpakaian seksi/minim, namun karena iman saya masih tipis saya tidak merasa kerugian amal saya akan di lebur 70 tahun dengan melakukan pendekati akan Zinah, dan kata ustadz kita tidak akan di terima Ibadah/amal baiknya jika kita melihat kemaluan manusia.  semoga saja ini adalah yang pertama dan yang terakhir dalam hidup saya seperti ini, sebelum terlanjur melakukan yang lebih jauh lagi.
Kalo tidak kuat mah mendinganan saya Nikah aja deh!!!
Ternyata benar semua Cerita di dalam Buku-buku Moeamar Emka semuanya Terbukti itu semua Fakta!
I Love you Moeamar Emka & I Just wanna say Thk;s

MANUSIA MENURUT AGAMA ISLAM TERBAGI 4 BAGIAN


Manusia menurut agama islam ada 4 bagian/golongan di antaranya adalah yang akan saya Bahas di bawah ini :
1.     Mukmin Mukhlish : Orang yang Beriman mempercayai dengan yakin hatinya serta mengerjakan seluruh jiwa raganya  semuanya akan ilmu syara/hukum syara’ segala perintah Alloh ta’ala. dan menjauhi semua hal/tingkah laku yang di larang oleh syara/Agama’ (Dosa) orang seperti ini akan memasuki Surganya Alloh ta;alatanpa di hisab (di hitung amalnya) karena Alloh ta’ala telah berjanji dalam Alquran.
2.     Mukmin Pasik/fasek, Orang yang Beriman mempercayai dengan yakin hatinya akan semua perintah dan larangan Syara’ (Alloh ta’ala) akan tetapi dia suka melanggar perintah Alloh ta;ala, dan melakukan pekerjaan yang di larang oleh Alloh ta’ala. Orang seperti ini ada dua bagian, sebagian yang Taubat sebelum meninggal, atau dia tidak taubat akan tetapi dia meninggalnya karena kecelakaan maka dia termasuk mati Syahid, seperti terjatuh, atau meninggalnya hari jumat, dan lainnya,  jika dia masih memiliki amal soleh/baik maka dia termasuk Mukmin Mukhlish.    Sebagian lagi Adalah Mukmin yang tidak sempat Taubat ebelu meninggal dunia, maka dia akan menjadi dua golongan juga yaitu yang di ampuni oleh Alloh ta’ala karena kemurahan Alloh ta’ala maka masuk ke golongan mukmin mukhlish,  dan sebagian lagi yang tidak di ampuni Dosanya dan dia masuk Neraka sampai habis semua Dosanya ketika didunia dan dia akan masuk surge setelah Dosanya bersih.
3.     Kafir, menurut Agama Islam adalah Orang yang tidak beriman/mempercayai akan Alloh ta;ala. bahwa Tiada tuhan selain Alloh ta;ala, dan dia tidak menjalankan akan semua hukum/Rukun islam dan rukun Iman, maka orang seperti itu akan masuk Neraka selamanya dengan ancaman Alloh ta’ala.
4.     Munafik/munafeq, Orang yang tidak meyakini.beriman kepada Alloh ta’ala, akan tetapi dia menjalankan salasatunya perintah Alloh ta.’ala karena takut atau malu jika tidak melakukannya, atau karena ikut-ikutan dengan orang lain, maka orang seperti itu akan masuk Neraka Allh dengan ancaman Alloh ta’ala, Maka bertaubatlah.

Kamis, 23 Agustus 2012

Mudik Lebaran-tradisi-Rakyat indonesia-pulang kampung-berbagi


Ass . . Kak Rajh met Lebaran ya, gimana Lebaran ini kak Rath Mudik Lebaran??. Ah bagi saya itu tidak terlalu penting, karena pasti hanya kumpul-kumpul bersama  keluarga, saudara, dan mungkin teman-teman sekampung (old Friends),  dari dahulu saya memang sangat menanti-nantikan Suasana Lebaran (idul fitri) karena saya bisa bertemu dengan kak Rath, bapak mu (Om Ramdhan), karena tiap ketemu pasti Om Ramadhan selalu memberiku sebuah Buku bagus dan pasti aku suka bukunya, He he eh ngarep dikit boleh dong!

Sebenarnya  moment yang sangat saya impikan saat Idul fitri adalah saat dimana saya akan bertemu dengan teman sekampung, lalu kami akan berbagi  cerita/pengalaman hidup di perantauan, dan pengalaman berharga lainnya yang mungkin tidak pernah di temukan selama di kampung halaman,  dengan begitu orang-orang yang selalu hidup di kampung akan termotivasi untuk mencoba merantau, mengejar cita dan asa, “memang di kampung juga Lapangan kerja tidak kekurangan, namun akan tetapi jika terus di kampung hidup kita tidak akan ada kemajuan” kata-kata itu pernah terlontar dari mulut seorang teman saya tahun 2003/9 Tahun yang lalu,  memang di kampung halaman saya, jarang sekali orang yang merantau  bisa di hitung dengan jari, dulu  kebanyakan para penduduk kampung halaman saya lebih memilih hidup di kampung halaman dengan pas-pasan, dan yang sekolah menengahpun sangat jarang, jadi mereka lebih memilih aman saja. tidak seperti sekarang yang sekolahan swasta dan Negripun berdiri dimana-mana, itu adalah nilai plus bagi kampung Halaman saya dan sekitarnya.
Kak Rath tau sendiri kan Biasanya setiap akhir Ramadhan/pekan mudik, anak-anak yang baru mudik meneraktir anak-anak kampung, dulu kak Rath juga pernah mentraktir aku dengan acara memasak (ngaliweut) dan bakar ikan/ayam bersama teman-teman kak Rath dari Jakarta, sebenarnya saya ingin mengajak teman-teman se kampung saya tapi mereka tidak mau, ya memang sya tidak punya seseorang yang mau ku ajak berbagi dalam kehidupan saya ketika saya berbahagia apalagi ketika saat saya berduka/sedih.  Padahal saya sanga suka ngumpul dan tukar cerita dan apapun sampai waktu sahur sama teman sekampungku, atau sampai ngantuk mulai menyerang kami,   namun moment/suasana penting seperti itu sudak tidak ada sekarang di kampung halamanku, ya  sekitar  6 Tahun yang lalu, semenjak ke egoisan mulai menyerang orang kampungku dan para pemudik, semenjak Teknologi menjadi Virus yang mematikan kebersamaan, kekompakan dan ke harmonisan kampung. Yah memang benar Teckhnologi mendekatkan orang jauh, dan menjauhkan orang dekat, kadang jika hari-hari libur biasa saya pulang kampung saya hanya diam di rumah bersama keluarga, dan jalan-jalan saja bersama keponakan saya membawa motor, atau kaliling daerah kampung sendirian.

Mungkin kak rath tidak tau kalau Sekarang beberapa tahun yang lalu setiap  menjelang Lebaran suasana ke akraban kekompakan dan kebersamaan sudah pudar, itu hanyalah masa lalu, itu semua sudah tidak berlaku,  mereka yang  mudik yang sudah di kampung halaman diam di rumah bersama keluarganya masing-masing, menghabiskan waktu mudik bersama keluarganya, bersama teman-teman kerjanya/di perantauannya karena jarak sudah bukan lagi masalah,  kami hanya bertemu di Masjid saat sholat Ied, atau ketika di jalan itupun hanya salaman senyuman tegur sapa secukupnya dan kembali ke aktifitaasnya masing-masing, atau kadang bertemu di Pemakaman umum ketika  sedang Berziarah ke makam orangtua, saudara (karuhun),  suasana Lebaran sudah tidak lagi terasa di era Milenium ini, suasana  lebaran tidak ada bedanya dengan pulang kampung biasa, hanya saja  waktu agak lama, macet di perjalanan sangat lama/panjang, dan mungkin makanan khas kalau ada! Selebihnya No think,  apalagi dengan saya yang bekerja di daerah Bintaro, dan berkampung Halaman di daerah Bandung Barat. Yang kapan saja mau pulang kampung bisa di dugdag (pulang-pergi seharian).

Makanya di Hari raya idul fitri ini, ketika atasan di tempat saya mengumumkan bahwa Hari raya tetap buka (hanya saja  mulai jam 12:00/13:00 sampai selesai) saya tidak kaget meskipun dalam hati kecil saya ingin mudik lebaran,  toh saya bisa pulang kapan saja, dan saya sudah sering pulang sebelumnya juga!jaman sekarang meskipun jauh kita bisa membeir uang dengan hitungan detik ke orang tua/saudara, atau kita juga bisa berkomunikasi kapanpun kita mau! Doapun bisa di kirim kapan saja melalui malaikat ataupun Tuhan/Alloh. (transfer)

Namun Hari Raya idul Fitri semakin berharga bagi saya, karena Hari Raya Idul fitri adalah Hari Wafatnya Ayahanda saya yang tercinta, dan setiap Hari Raya idul fitri kami sekekluarga selalu kumpul, memanjatkan Doa bersama Untuk keluarga kami yang sudah terlebih dahulu pulang ke Rahmatullah, dan akhirnya sayapun mudik H+3 sampai H+5, dengan menaiki angkutan umum yang di tempuh perjalanan sekitar 2/3jam tanpa macet dan ngetem kendaraannya. Tentu saja saya pulang kerja Dari bintaro langsung ke Ciputat dengan di antarkn Naik sepedah motor oleh Rekan kerja saya, lalu saya Naik Koantas bima ke Kampung Rambutan dan turun di Pasar Rebo/jalan Baru Naik bis jurusan Purwakarta, naik angkot dan di jemput naik Motor oleh teman lama saya di kampung halaman kak rath masih inget dia kan yang sering aku ceritakan, oh iya  kak saya sampai ke Rumah orang tua saya sekitar jam 20:30 setelah sebelumnya saya sholat dulu di perjalanan.

Tempat paforit di tempat/daerah saya adalah Bendungan/Waduk PLTA Cirata, yang paling banyak di kunjungi ketika akhir pekan, dan Hollyday lainnya, apalagi saat Tahun Baru, dulu kami sering ngumpul bareng rame-rame sekampung di Bendungan PLTA cirata ini, setiap minggu pagi dan Jumat Sore (lari), kenapa saya bercerita pada kak Rath orang yang sering berkunjung ke tempat ini, aneh ya??? tapi sayang sekali kak, teman-teman sekampungku sudah pada Nikah, kak rath juga sudah Nikah.  meskipun usia mereka sangat muda/jauh di bawah usiaku, tapi mereka sudah pada menikah dan bahkan ada yang sudah punya anak. Kok bisa ya mereka menikah dengan gampangnya, padahal mereka masih pengangguran/belum punya penghasilan.  Itulah hebatnya hidup di kampung, cepat menikah.

Ngomong-ngomong Cepat menikah ada yang tersinggung nieh!! He he

Selasa, 21 Agustus 2012

Semalaman di masjid-berbagi pengalaman-kisah islam dari Amerika

Malam ini saya pulang sangat terburu-buru,  karena takut ketinggalan bejamaah solat Isya dan Teraweh, biasanya sebelum adzan isya saya sudah standby di Kosan  dan berangkat ke masjid setelah adzan berkumandang.

Sebenarnya tadi Di tempat kerja juga tidak begitu Ramai, jadi saya bisa pulang sebelum waktu Isya tiba, namun Saya harus menunggu lawan shift saya kerja, dia sedang solat Magrib mungkin sembari Meroko jadi agak lama.

Saya pulang dengan sangat terburu-buru biasanya Jalan kaki karena dekatkira-kira 1KM, tapi sekarang saya naik Angkot biar cepat sampai ke kosan saya, ternyata  benar saja belum sempat masuk kosan saya,  Adzan isya sedang berkumandang  saya langsung ke kamar mandi ambil wudhu dan segera ke masjid. setelah saya sampai ke masjid ternyata bukan saya saja yang terlambat, tapi ada juga Jamaah yang terlambat, dia yang sering sholat teraweh dekatku yang saya sendiri tidak tahu dan tidak kenal, saya hanya kenal wajah saja. dia membawa Tas yang sangat mengembang entah apa isinya kelihatan sangat penuh, seakan penuh dengan isinya yang ringan, mungkin  dia pulang kerja, atau pulang sekolah, yah saya bisa menebaknya dia Masih muda, paling dia anak sekolahan, dia sedang sibuk merapikan pakain Resmi untuk solatnya yang putih, saya ingin menyapanya tapi itu tidak mungkin, aku hanya menghampirinya dan mendahuluinya masuk ke masjid tanpa senyuman, tanpa sepetah katapun terlontar dari saya. karena saya pun sudah ketinggalan satu Rakaat solat isya. Memang se orang muslim sangat buruk perplilaku seperti saya tadi “jangan di tiru” harus mengucap salam dan menyapa dengan sesama muslim karena saudara! tidak apa-apalah sholat isyanya sudah selesai satu Rakaat.
            Setelah selesai sholat teraweh saya pulang dengan tergesa-gesa kaarena pulang kerja tidak sempat mandi, ketika saya sedang melintasi diluar masjid saya menoleh ke dalam masjid yang saya tinggalkan tanpa pamit ‘ah apa peduliku Masjid kan benda mati” guman hatiku, aku melihat  orang tadi yang saya acuhkan saat akan masuk masjid (sekarang saya merasa bersalah, padahal saya tidak melakukan kejahatan lho sumpah!!!) dia mengeluarka alquran dari tasnya yang sangat besar itu, lalu  membaca AlQuran  sendirian “wah mantap tuh kalau saya nimbrung tadarusan (ngaji Quran) mumpung ada teman di masjid” hati kecilku yang tersinari cahaya Hidayah Alloh.
Sayapun mempercepat langkah kaki saya menuju Kost dan mengambil AlQuran yang sudah 3Tahun setia menemani saya kemanapun saya pergi. Dan langsung kembali ke Masjid,  saya duduk di sampingnya (lumayan sajadahnya kosong sebelah kirinya, saya numpang duduk di atas sajadahnya) tadi saking tergese-gesanya sampai saya lupa membawa sejadah. Di masjid Kami hanya ber 4 tadarusan di masjid itu memang sangat kecil (bukan masjid tapi Surau)
Beberapa puluh menit kemudian (ustadz yang biasa ngurus masjid tanpa imbalan itu) salasatu dari kami pulang setelah dia tiduran sebentar dan mengeluarkan Mineral water Gelas satu box, kami tetap tadarusan dengan khusyu,  sekitar sejaman satu orang lagi pulang (tanpa pamit lagi waah mentang-mentang gak akan saya kasih ongkos, pergi begitu saja) tinggalah saya berdua dan orang tadi, maklum saya penakut jadi mau gak mau waktu tadarusan saya di masjid ini sampai dia pulang, jadi saya tergantung dia he hehe eh (saya tidak merasa  enak kalau sendirian di masjid), dari pada saya membaca AlQuran dengan tidak tenang mendingan saya memberanikan diri bertanya  supaya  saya       tau sampai kapan saya tadarusan di Masjid ini “maaf Mas sampai kapan Anda mengaji ALQuran disini??” 
ucap saya dengan penuh keberanian penuh perjuangan, ha haha ha Lebay banget kata orang yang baca tulisan ini,   suka hati lah yang penting asli tidak bajakan!!!!
Dia menghentikan tadarusannya 
“mungkin pasti sampai Sahur nanti” sambil senyum  dan melanjutkan kembali tadarusannya,
“Okay thk’s   ya saya tidak mau kalo ditinggal sendirian di masjid ini” ucap ku tiba-tiba, sumpah tiba-tiba aku tidak bohong ini bukan rencanaku lho!!

“emang gue pikirin, bukan urusan gue, siapa elo??” seandainya dia menjawab begitu sumpah saya mau langsung saja pulang, tapi dia tidak berkata apa-apa hanya ayat-ayat ALQuran yang terdengar dengan sangat pelan dan hati hati  dan sayapun melanjutkan tadarusan lagi.
saya tidak peduli  ah, yang penting saya bisa tenang tadarusan sampai sahur kalau dia memang tadarusan sampai sahur, dan sayapun kembali tadarusan lagi sampai beberapa menitan saya baru sadar kalau dia tidak ada, wah aku pulang aja deh takut sendirian disini, ketika saya hendak pulang ke kosan dengan tergesa-gesa tapi saya tidak jadi pulang ke kosan karena tas dia masih tergeletak di deket sejadahnya, berarti dia masih ada ya mungkin saja dia ke toilet, atau cari makanan, atau apalah tak peduli saya “apa peduli saya kenal saja tidak” yang penting dia jangan pulang sebelum waktu sahur tiba, karena dia sudah janji dan janji itu adalah hutang, dan membatar hutang adalah sebagian dari Agama.
Beberapa menit kemudian ketika saya sedang tadarusan, dia datang sepertinya dia sudah wudhu terlihat dari muka dan tangannya yang basah, saya menghentikan tadarusan dan memulai percakapan
“maaf kamu sering tadarusan ya?” Tanya saya basa-basi, agar dia tidak merasa Bosan, dan tidak meninggalkan saya, jujur saya tidak berani jika harus sendirian di masjid.

“tidak, ini yang kali pertama saya” jawabnya dengan hati-hati dia sangat lancar bahasa Indonesia, tapi tetap saja katahuan dia Orang bule

“oh, kamu memangnya tinggal dimana?”

“hm, saya tinggal di amerika”

“Amerika?” saya kaget jauh banget dari amerika sholat teraweh ke masjid kawasan Bintaro “di sini tinggal dimana?” saya masih bingung dan penasaran.
“hm, kamu tau RL? (nama di samarkan demi kepentingan Cerita)”

“tidak” jawab saya  dengan cepat!

“dia itu hm, sepupuh saya, dan saya sedang Liburan di sini bersama Mama saya”

“oh kamu disini tinggal dimana?”

“saya tinggal di Pondok jaya” wah juah banget dia tinggal di pondok jaya, sekitar 1,3 KM dari masjid depan kosan saya ini!

“kamu kesini dengan siapa? Terus jalan kaki?” introgasi saya makin penasaran, wah saya sudah cocok belum ya jadi wartawan?? He he he

“saya kesini di antar jemput sama sepupuh saya, nanti saya dia hubungi akan menjemput saya” jawabnya dengan jelas dan sabar menjawab setiap pertanyaan saya

“kok jauh sekali kamu sholat teraweh di Surau ini?” masih penasaran saya memang paling suka bertanya dan mendengar pengalaman orang lain,

“kebetulan saya dulu tinggal di Indonesia sampai usia 9 Tahun, dan saya punya teman baik di sini”

“wah hebat ya saya salut lho sama kamu kok kamu solatnya lancar siapa yang ngajarin?’

“mama saya dia yang mengajarkan saya  “jawabnya dengan memainkan HP touch screen ber logo aple bekas gigitan, yang membuat saya ngiler, kalau saya minta di kasih tidak ya?? He he he

“wah ibumu orang alim ya pasti dia hebat selamat ya kamu punya mama yang sangat di impikan semua orang”  ucap saya masih ngiler (tapi tidak ngeces) malihat Hp nya yang sangat keren, sumpah saya baru sekarang melihat Hp model seperti itu sepertinya model Baru!

“terima kasih”
Sebenarnya saya ingin ngobrol banyak lagi tapi tujuan saya ke masjid ini untuk membaca alquran (tadarusan/itikap) lalu saya memulai membaca alquran, dan dia pun membaca alquran juga! Mungkin di lain kesempatan saya akan mengajaknya berbincang-bincang.
Saya melihat jam menunjukam jam 12:13 wah berarti saya sudah 3,5 jam di masjid ini, kulihat dia sibuk dari tadi mengetik-ngetik Hpnya yang bikin aku ngiler itu  (berapa ya harganya?), sudah pegal banget ya, padahal baru saja 3,5 Jam, memang kalau di pakai ibadah Jiwa raga ini susah kompromi pasti ada saja alasannya! Dan saya pun memulai pembicaraan lagi daripada sepi, “ kamu besok itikaf/tadarusanlagi di sini tidak?”
“insya alloh” jawabnya dengan agak bingung, wah jangan-jangan bingung karena ketemu saya yang banyak nanya?
“oh ya Saya Farid” ucap saya sambil mengulurkan tangan saya.
“saya “JK” (bukan Jusuf kala lho, itu di singkat saja, demi privasi, coz saya tidak ijin dulu kepada JK  ketika  saya  menulis cerita ini) namanya 100% amerika/Bule, fisiknya juga 100% Bule, Agamanya mudah-mudahan insya Alloh 100% Islam (amin) karena sesungguhnya hanya Orang yang bertaqwa yang paling mulia di sisi Alloh, karena harta jabatan fisik status pendidikan dan sebagainya itu semua tidak ada artinya di Mata/menurut Alloh. dan seharusnya seperti itu juga manusia memandang manusia lainnya!!
Karena saya terus bertanya-tanya tentang kehidupan/pengalamn  dia selama hidup, dia dengan sabar mau berbagi cerita sama saya, memang di orang baik, saya yakin orang tuanya mengajarkan yang demikian (yang baik-baik), dan saya yakin Orang tua dia oarng yang Baik, (semua pujian hanya Milik Alloh karena semua perkara/hal di dunia ini tidak  akan terjadi tanpa kehendak/ijin Alloh ta’ala.
Dari semua ceritanya, Saya tahu ibunya yang hebat itu, Orang Indonesia asli, dan  Ayahnya juga memang hebat, bekerja untuk kedutaan Amerika untuk Negara Arab, ayahnya warga kebangsaan Jerman, dan sudah menjadi warga Negara Amerika, si Jk juga memang warga Amerika, dan dia dari kecil suka berpindah-pindah sekolah/tinggal ke berbagai Negara, wah pengalaman yang paling saya impikan keliling Dunia!
Saya juga sempat menanyakan dia tinggal di Amerika seperti apa susah senangnya jadi Orang islam??
Katanya, dia kuliah jurusan Akuntansi, di daerah Amerika yang sangat susah masjid, jauh benget katanya, kalau sholat jumatan dia menyewa taksi menempuh perjalanan skitar 20 mil, dia juga susah mendapatkan makanan Halal di Amerika, dan dia tinggal di Asrama, dan sekamar berdua dengan orang yang non muslim, di tempat kuliahnya memang ada  komunitas Muslim, tapi sangat sedikit, dan jarang aktif, apalagi Orang muslim yang kuliah di amerika sudah banyak yang lupa jati diri Agamanya yang harus dia junjung tinggi itu, saya semakin salut dengan Orang tuanya JK mampuh mebangun akhlak anaknya yang Insya alloh dapat berpegang teguh pada hukum/aturan agama Ialam, mudah-mudahan saja suatu saat saya bisa bertemu dengan orang tuanya yang sangat hebat itu, Mudah-mudahan keluarganyan itu selalu mendapatkan pertolongan dan petunjuk dari Alloh tuhan pencipta alam semesta, mudah-mudahan keluarga mereka mendapatkan ke bahagiaan selalau!
Si  Jk dia rajin Ibadahnya (aku saja yang baru kenal malam itu sudah sangat jelas tahu, ketika dia tidur dulu beberapa menit untuk menyempurnakan solat malam, lalu bangun dan solat malam/tahjud dan berDoa dengan khusyuk nya!   Lalu saya juga bangun ambil wudhu dan sholat tahajud, ketika dia sudah selesai sholat, den sedang berbincang-bincang dengan sahabatnya yang dari kecil.
Setelah solat tahajud saya langsung pamit saja sama si  JK dan sahabatnya itu, “Farid ini Bagian kamu” katanya sambil memberiku sebotol Minuman Rasa jeruk asli yang lagi ngetrend saat ini di Indonesia,
“oh terima kasih ya  JK”
“sama-sama, oh ya Farid besok saya kabari melalui SMS”
“oke thks ya minumannya” sambil saya menjabat salaman dengan si Jk dan sahabatnya itu, memang tadi kami sempat tukeran No Hp dan Email biar tidak putus komunikasi!
Semenjak say bertemu dengan jk saya merasa bercermin, ternyata saya Ini pemalas dalam beribadah, saya ini Sombong padahal sombong itu pakaiannya Alloh tuhan semesta alam, dan saya ini miskin  amal tapi tidak mengemis kepada tuhan, pokonya setiap saya ingat si Jk saya kadang merasa malu, saya sok alim selama ini.
Sebenarnya saya masih banyak yang ingin saya tanyakan, saya juga ingin berdiskusi tentang Agama yah share saja, waktu itu saya berharap besok dan selanjutnaya saya bisa berbincang tentang hal-hal yang Positif/baik, baik itu tentang kehidupan/pengalaman, ataupun tentang agama/wawasan, sebelum dia kembali ke Amerika untuk melanjutkan Kuliahnya, katanya tingal 5 hari/seminggu lagi dia akan kembali ke amerika!
Tapi sayangnya  ke esokan harinya dia tidak ada sholat teraweh di masjid, saya tanyakan kabar dia juga tidak ada balasan sms saya, saya takutnya dia sakit, ataukah dia sudah kembali ke Amerika lagi! Padahal saya belum puas mendengarkan cerita pengalamannya.
Dan sampai saat ini, saat saya menulis  cerita ini sudah 8 hari, mungkin saja dia sudah kembali Ke Amerika.

Oke deh Selamat jalan Jk semoga tercapai semua cita-citamu, semoga Alloh selalu melindungimu dan keluargamu di Dunia dan akhirat,
Terima kasih telah sabar menjawab semua pertanyaan saya, terima kasih mau menemani saya Tadarusan di Masjid sampai sahur, terima kasih untuk semua cerita/pengalaman hidupnya yang sangat saya sukai dan akan saya abadikan buat jadi pelengkap hobby saya (menulis dan mendengarkan).

tidak lebih dari semalam kita berbicang/mengobrol di masjid, begitu banyak ilmu dan pelajaran yang ku dapatkan darinya.
aku jadi ingat kata ustadzku dulu waktu aku tinggal di pondok pesantren beliau berkata "jika seseorang membuat kamu ingin melakukan ke baikan, maka dia adalah orang yang baik, dan sebaliknya jika seseorang membuat kamu ingin melakukan keburukan , maka dia orang yang buruk pula bagimu"
sebenarnya esok harinya kami sudah sepakat akan melakukan itikaf (tadarusan AlQuran) sampai waktu sahur tiba  di masjid itu, dan kami sempat tukeran Email, dan mobile number, namun sayang sekali Jk, tidak membalasnya ketika kutanyakan rencana kami, dan semenjak itu Jk tidak lagi terlihat sholat Teraweh di mushola tempat kami biasa melakukan sholat isya dan teraweh, padahal saya berencana akan berdiskusi banyak tentang kehidupan, agama, ilmu dan lain sebagainya. karena bagaimanapun juga dia lebih banyak pengalaman hidup di bandingkan dengan saya, meskipun usianya jauh lebih muda dari saya.
mengingat hal itu "kata ustadz saya tadi" saya jadi ingat kalau dia adalah orang yang baik untuk di jadikan teman.  namun yang saya tidak mengerti ada apa dengan JK dia tidak terlihat lagi di Masjid, ketika sholat Taraweh dan sholat Isya, di Sms juga tidak ada Balasan, saya merasa tidak enak Hati (merasa bersalah) apakah dia tidak suka bertemu dengan saya, apakah dia menghindari saya, atau apa??
Salam buat Ibumu, saya yakin ibumu Orang yang Shalehah dan tegar.
Salam juga buat Ayahmu, saya yakin dia Orang yang Hebat dan baik.
Salam juga buat kamu semoga selalu dalam lindungan dan bimbingan allloh taAla!

Minggu, 19 Agustus 2012

Zakat Fitrah-Rukun Islam-belajar-ilmu pengetahuan-agama islam online


Wajib membayar zakat Fitrah ke setiap muslim lelaki & wanita, pada usia (masih berkesempatan Hidup) sampai Bulan Ramadhan/Romadon, hinggaa hari Lebaran sebelun fajar (setelah waktu Subuh)  seorang lelaki muslim wajib mengeluarkan/membayar Zakat untuk dirinya, anaknya (apabila anknya belum memiliki penghasilan), isterinya dan siapa saja yang tinggal di rumahnya (termasuk sudaranya  dan Pembantunya) wajib juga dia membayarkan zakat Fitrah untuk orang tuanya, apabila orang tuanya tidak mampuh (tidak memiliki) untuk membayar Zakat fitrah karena Fakir/miskin.
Membayar Zakat fitrah sebayank satu kulak perorangnya (satu kulak= 3,25=3.1/4 Liter) tapi kebanyakan Orang membayar Zakat fitrah dengan jumlah 3,5 Liter dan itu sangat kebih baik, 
Waktu Membayar zakat adalah boleh siang hari awal Bulan Ramadhan, sampai hari Lebaran sebelum solat lebaran, akan tetapi lebih utama  membayar zakat fitrah adalah pagi-pagi di hari Lebaran sebelum solat ied/solat lebaran. Atau di malam Lebaran/Malam Takbiran,  dan di makruhkan ( makruh adalah mendapat pahala apabila di tinggalkan, dan tidak di siksa apabila di lakukan, tapi  makruh dalam ibadah ialah dapat mengurangi pahala ibadah tersebut. Makruh juga dapat menjadi dosa apabila di lakukan terus menerus) Makruh membayar Zakat fitrah sesudah solat Lebaran, dan haram membayar zakat fitrah mengahirkan sampai waktu Magrib hari lebaran. Maka dia wajib Qodo karena  dia wajib membayar Zakat fitrah akan tetapi tidak sah zakat fitrah tersebut.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Air Mata Syawal/hari raya ku bersimpuh


IBU Selamat Hari Raya IduL Fitri 1433H

Di setaip Moment  hari Raya Iedul fitri, Biasanya pulang dari masjid (setelah Solat ied)  saya langsung pulang ke rumah, karena saya ingin Tangan Ibunda saya yang akan pertama kali saya Cium, yah tangan yang sangat Mulia, tangan yang sangat penuh perjuangan, tangan yang mati matian melindungiku, Melindungi anak anaknya puluhan tahun, tangan yang hanya memberi  tanpa berharap balasan, rasanya tiada tangan yang semulia ini dalam hidupku, tak sia sia Tuhan  menaruh Surganya di telapak kaki  ibu, karena kasih sayang ibu takan terhingga sepanjang masa, takan pernah pudar di makan usia, dan takan luntur di pisah jarah,  Namun Lebaran ini saya hanya mungkin Bisa mendengar suaranya saja melalui Phoncell, andai ada yang mampuh mewakilinya, aku rela  berbagi kabahagiaan moment lebaran ini, namun sayang taka nada yang mampuh!
Ketika Bedug bertalu-talu dan menggema di segala penjuru, aku hanya Bisa menutup mata membayangkan Ibunda nyata di depan mata, Bertahun-tahun aku merantau, jauh darinya setiap saat, namun untuk saat ini, saat yang fitri/suci. Aku berharap mendapat maafnya atas semua khilapku selama hidupku, meski ku yakini Ibuku selalu memaafkanku tanpa syarat dan tanpa ku minta, mungkin itulah ke istimewaan seorang ibu. Aku akan berjanji takan khianati semua harapannya, aku takan melupakan semua titahnya, namun hidup ini teruslah berjalan, waktu tak mau menunggu. Semua berlalu tanpa ragu, meninggalkanku satu persatu, hingga aku sendiri dalam bisu, tetap terpaku karena merindu.  Bukannya saya tidak rindu, namun tanggung jawab ini yang membelenggu.
Selamat Hari raya Idul fitri Bunda, aku sangat mencintaimu, kau tetap tegar seperti yang dulu, meski sang ayah telah meninggalkanmu di Hari yang fitri, namun engkau tetap sabar dengan semua yang terjadi.
Kini ku sadari betapa pentingnya kasih sayangmu, betapa berharganya dirimu, dan betapa sangat Mulianya engkau Ibuku, aku tau di hari yang fitri ini pasti engkau akan menangis, menangisi aku, anak yang kau rindu, di saat semua saudara bersama keluarga, di saat hari bahagia yang sangat nyata.
Semoga kita dapat berkumpul di hari raya berikutnya.alat musik tradisional bedug alat musik daerah bedug terbesar beduk ketupat 300x224 Alat Musik Tradisional Indonesia

Jumat, 17 Agustus 2012

Memerintah Sultan Atau Qadhi Dan Lain-lainnya Dari Golongan Pemegang Pemerintahan Supaya Mengangkat Wazir — Atau Pembantu — Yang Baik Dan Menakut-nakuti Mereka Dari Kawan-kawan Yang Jahat Serta Menerima — Membenarkan — Keterangan Mereka Itu


Allah Ta'ala berfirman:
"Para kekasih pada hari itu - yakni hari kiamat adalah merupakan musuh antara yang setengah
dengan setengah yang lainnya, melainkan orang-orang yang bertaqwa." (az-Zukhruf: 67)
676. Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah
s.a.w. bersabda:
"Tiada seorang Nabipun yang diutus oleh Allah dan tidak pula Allah mengangkat
seorang khalifah, melainkan Nabi atau khalifah itu mempunyai dua golongan - yang
bertentangan. Golongan yang satu menyuruhnya untuk mengerjakan kebaikan dan
mengajaknya melaksanakan sedemikian itu sedang golongan yang satunya lagi
menyuruhnya mengerjakan kejahatan dan mengajaknya melaksanakan sedemikian itu.
Orang yang terjaga ialah yang dipelihara - niat, ucapan dan perbuatannya - oleh Allah."
(Riwayat Bukhari)
677. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila Allah itu menghendaki kepada seseorang amir -penguasa negara - menjadi
baik, maka Allah membuat untuk wazir - atau pembantu - yang benar. Jikalau amir itu lupadari
melaksanakan kebaikan, maka wazir itu mengingatkannya dan jikalau amir itu ingat -
untuk melakukan kebaikan, maka wazir itu memberikan pertolongannya. Tetapi apabila
Allah menghendaki kepada seseorang amir menjadi yang selain itu - yakni menjadi amir
yang jelek, maka Allah membuat untuknya wazir yang jelek pula. Jikalau amir itu lupa - dari
melaksanakan kebaikan, maka wazir itu tidak suka mengingatkannya dan jikalau amir itu
telah ingat - untuk melaksanakan kebaikan, maka wazir itupun tidak suka memberikan
pertolongan padanya."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan isnad yang baik menurut syaratnya Imam
Muslim.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
319
Melarang Memberikan Jabatan Sebagai Amir Penguasa
Negara — Ataupun Kehakiman Dan Lain-lainnya Dari Jabatanjabatan
Pemerintahan Negara Kepada Orang Yang Memintanya Atau
Tamak Untuk Memperolehnya, Lalu Menawarkan Diri Untuk
jabatan Itu
678. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya: "Saya masuk ke tempat Nabi s.a.w.
bersama dua orang dari kemanakanku, salah seorang dari dua orang ini berkata: "Ya
Rasulullah, berikanlah kepada kita jabatan sebagai amir - penguasa negara - untuk
memerintah sebagian daerah yang dikuasakan oleh Allah 'Azzawajalla pada Tuan." Orang
yang satunyapun berkata demikian, lalu beliau s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya kami. ini, demi Allah, tidak akan memberikan kekuasaan untuk
memegang suatu tugas kepada seseorang yang nemintanya ataupun seorang yang tamak -
atau loba - untuk nemperolehnya." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
320
Malu Dan Keutamaannya Dan Menganjurkan Untuk Berakhlak
Dengan Sifat Malu Itu
679. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan
melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya
tentang hal sifat malu - yakni malu mengerjakan kejahatan. Kemudian Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan."
(Muttafaq 'alaih)
Keterangan:
Malu itu ada yang baik dan ada yang jelek. Malu menjalani sesuatu kemunkaran dan
kemaksiatan atau umumnya larangan agama atau hal-hal yang syubhat adalah terpuji dan
sangat baik. Tetapi malu menjalankan ketaatan kepada Allah, misalnya malu bersembahyang
karena baru saja menyadari kebenaran beragama, malu pergi ke masjid, malu kalau tidak
suka diajak berdansa-dansi, malu kalau menolak berjabatan tangan dengan wanita (bagi
seorang lelaki), semuanya itu adalah tercela dan tidak ada kebaikannya samasekali.
Dalam hal ini ada sebuah Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari yang diterima dan'
Abu Mas'ud yaitu Uqbah al-Anshari, mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya di antara hal-hal yang ditemui (didapatkan) dari ucapan kenubuwatan yang
pertama ialah: Apabila kamu tidak malu, maka lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki."
Adapun Hadis di atas itu mengandung pengertian sebagai ancaman atau untuk
menakut-nakuti pada seseorang yang hendak berbuat semau-maunya. Jadr maksudnya ialah:
"Kalau kamu tidak malu kepada Allah dalam melakukan kemunkaran dan kemaksiatan itu,
terserahlah, kamu boleh melakukan apa-apa yang kamu inginkan dan sesuka hatimulah.
Tetapi ingatlah bahwa setiap sesuatu itu ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat."
Ada pula sebagian alim-ulama yang berpendapat bahwa maksud Hadis di atas itu
adalah untuk menunjukkan kebolehan sesuatu kelakuan. Jelasnya: "Kalau kamu hendak
melakukan sesuatu, sekiranya kamu tidak malu kepada Allah dan para manusia, sebab
memang bukan larangan agama, baik sajalah kamu lakukan. Tetapi sekalipun agama
membolehkan, kalau kamu malu, tidak kamu lakukanpun baik juga jikalau hal itu termasuk
sesuatuyawaz (yakni bukan hal yang wajib atau sunnah). Jadi baik dilakukan atau
ditinggalkan sama saja bolehnya."
680. Dari Imran bin Hushain radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w.
bersabda:
"Sifat malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Sifat malu itu baik seluruh akibatnya." Atau
beliau s.a.w. bersabda: "Malu itu semuanya baik akibatnya."
Yang dimaksud itu ialah malu mengerjakan kejahatan atau hal-hal yang tidak sopan
menurut pandangan umum. Adapun malu mengerjakan kebaikan, maka amat tercela dan
tidak dibenarkan oleh agama.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
321
681. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Keimanan itu ada
tujuhpuluh lebih - tiga sampai sembilan -atau keimanan itu cabangnya ada enampuluh lebih -
tiga sampai sembilan. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendahrendahnya
ialah menyingkirkan apa-apa yang berbahaya -semacam batu, duri, lumpur, abu
kotoran dan Iain-Iain sebagainya -dari jalanan. Sifat malu adalah suatu cabang dari keimanan
itu." (Muttafaq 'alaih)
682. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu lebih sangat sifat
malunya daripada seorang perawan dalam tempat persembunyiannya - yakni perawan yang
baru kawin dan berada dalam biliknya dengan suami yang belum pernah dikenalnya. la amat
sangat malu kepada suaminya itu. Jikalau beliau s.a.w. melihat sesuatu yang tidak disenangi,
maka kita dapat melihat itu tampak di wajahnya." (Muttafaq 'alaih)
Para alim-ulama berkata: "Hakikat sifat malu itu ialah suatu budipekerti yang
menyebabkan seseorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak
mau lengah untuk menunaikan haknya seseorang yang mempunyai hak." Kami
meriwayatkan dari Abul Qasim al-Junaid rahimahullah, katanya: "Malu ialah perpaduan
antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan,
lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang
dinamakan sifat malu."
Wallahu a'lam.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
322
Menjaga Rahasia
Allah Ta'ala berfirman:
Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan ditanyakan." (al-lsra': 34)
683. Dari Abu Said al-Khudri r.a,, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya seburuk-buruknya manusia di sisi Allah dalam hal kedudukannya
pada hari kiamat ialah seseorang lelaki yang menyetubuhi isterinya dan isterinya itupun
menyet'ubuhinya, kemudian menyiar-nyiarkan rahasia isterinya itu," misalnya mengatakan
pada orang lain perihal cara bersetubuhnya atau apa-apa yang dilakukan sebelum itu dan
lain-lain. Hal ini termasuk dosa besar. (Riwayat Muslim)
684. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Umar r.a. pada suatu
ketika puterinya itu menjadi janda yakni Hafshah.
Umar berkata: "Saya bertemu Usman bin Affan, kemudian saya menawarkan padanya
akan Hafshah, lalu saya berkata: "Jikalau anda suka, akan saya kawinkan anda dengan
Hafshah binti Umar." Usman menjawab: "Akan saya fikirkan dulu persoalanku ini," - yakni
suka mengawini atau tidaknya. Saya berdiam diri beberapa malam -maksudnya menantikan
sampai beberapa hari, kemudian ia menemui saya lalu berkata: "Kini telah jelas dalam
pendirian saya bahwa saya tidak akan kawin pada hariku ini." Selanjutnya saya bertemu
dengan Abu Bakar as-Shiddiq r.a. lalu saya berkata: "Jikalau anda suka, saya akan
mengawinkan anda dengan Hafshah binti Umar. Abu Bakar r.a. diam saja dan seterusnya ia
tidak kembali padaku samasekali - yakni tidak memberikan jawaban apa-apa perihal ya atau
tidaknya. Oleh sebab tidak menerima jawaban itu, maka saya lebih sangat marahnya kepada
Abu Bakar daripada terhadap Usman. Selanjutnya saya berdiam diri beberapa malam,
kemudian dipinangoleh Nabi s.a.w. lalu saya mengawinkan Hafshah itu kepada beliau s.a.w.
Setelah itu Abu Bakar menemui saya, kemudian iapun berkatalah: "Barangkali anda
marah kepada saya ketika anda menawarkan Hafshah pada saya itu, tetapi saya tidak
memberikan jawaban apapun pada anda?" Saya berkata: "Ya." Abu Bakar lalu berkata lagi:
"Sebenarnya saja tidak ada yang menghalang-halangi saya untuk kembali - memberikan
jawaban - kepada anda itu perihal apa yang anda tawarkan pada saya, hanya saja karena saya
telah mengerti bahwa Nabi s.a.w. pernah menyebut-nyebutkan Hafshah tadi -maksudnya
beliau s.a.w. ada keinginan akan mengawininya. Maka oleh sebab itu saya tidak akan
menyiar-nyiarkan rahasia Rasulullah s.a.w. itu. Andaikata beliau s.a.w. meninggalkannya -
yakni tidak ada keinginan mengawininya, niscayalah saya menerimanya -yakni suka
mengawininya. (Riwayat Bukhari)
Taayyamat yaitu menjadi tidak bersuami lagi - yakni janda, karena suaminya r.a. telah
wafat. Wajad-ta artinya marah.
685. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Kita semua para isteri Nabi s.a.w. sedang
berada di sisi beliau s.a.w. itu. Kemudian menghadaplah puterinya yakni Fathimah
radhiallahu 'anha dengan berjalan dan jalannya itu tidak ada salahnya samasekali - yakni
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
323
sama persis - dari jalannya Rasulullah s.a.w. Ketika beliau s.a.w. melihatnya, beliaupun
menyambutnya dengan baik dan bersabda: "Marhaban hai puteriku." Fathimah disuruhnya
duduk di sebelah kanannya atau - menurut riwayat lain - di sebelah kirinya. Seterusnya Nabi
s.a.w. membisikinya, lalu Fathimah menangis dengan tangisnya yang keras sekali. Setelah
beliau s.a.w. melihat kegelisahan puterinya lalu dibisikinya sekali lagi, ialu Fathimah
tertawa."
Saya - Aisyah - berkata kepada Fathimah: "Engkau telah diistimewakan oleh
Rasulullah s.a.w. di antara sekalian isteri-isterinya dengan dibisiki, kemudian engkau
menangis." Sesudah Rasulullah s.a.w. berdiri dari tempatnya, lalu saya - Aisyah - bertanya
kepada Fathimah: "Apakah yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. padamu itu?" Fathimah
menjawab: "Saya tidak akan menyiar-nyiarkan apa yang dirahasiakan oleh Rasulullah s.a.w."
Sesudah Rasulullah s.a.w. wafat, saya berkata kepada Fathimah: "Saya bersengaja
hendak bertanya kepadamu dengan cara yang sebenarnya, supaya engkau meberitahukan
kepadaku apa yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. Fathimah menjawab: "Kalau sekarang,
baiklah saya memberitahukan itu. Adapun yang dibisikkan oleh beliau s.a.w. pada pertama
kalinya, yaitu beliau s.a.w. memberitahukan kepada saya bahwasanya Jibril dahulunya
memberikan kepadanya wahyu dari al-Quran itu dalam setahun sekali, sedang sekarang
dalam setahun diberikan dua kali. Beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya saya tidak
mengetahui tentang datangnya ajalku itu, melainkan tentu sudah dekat. Maka dari itu
bertaqwalah engkau dan bersabarlah, sesungguhnya saja sebaik-baiknya orang yang
mendahului ialah saya mendahuluimu." Karena itu lalu saya menangis sebagaimana tangisku
yang anda lihat dulu itu. Selanjutnya setelah beliau s.a.w. melihat betapa kegelisahan hatiku,
lalu saya dibisikinya untuk kedua kalinya, lalu beliau bersabda: "Hai Fathimah, tidakkah
engkau suka jikalau engkau menjadi penghulu -pemimpin - dari seluruh wanita dari
kalangan kaum mu'minin atau penghulu dari seluruh wanita dari kalangan ummat ini?" Oleh
karena itu, maka sayapun ketawa sebagaimana yang anda lihat dulu itu." (Muttafaq 'alaih. Ini
adalah lafaznya Imam Muslim)
686. Dari Tsabit dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. mendatangi saya dan di
waktu itu saya sedang bermain-main dengan beberapa orang anak. Beliau s.a.w.
mengucapkan salam pada kita, kemudian menyuruh saya untuk sesuatu keperluannya. Oleh
sebab itu saya terlambat mendatangi ibuku. Selanjutnya setelah saya datang, ibu lalu
bertanya: "Apakah yang menahanmu - sampai terlambat datangnya ini?" Saya berkata: "Saya
diperintah oleh Rasulullah s.a.w. untuk sesuatu keperluannya." Ibu bertanya: "Apakah
hajatnya itu?" Saya menjawab: "Itu adalah rahasia." Ibu berkata: "Kalau begitu jangan sekalikali
engkau memberitahukan rahasia Rasulullah s.a.w. tersebut kepada siapapun jua."
Anas berkata: "Demi Allah, andaikata rahasia itu pernah saya beritahukan kepada
seseorang, niscayalah saya akan memberitahukan hal itu kepadamu pula, hai Tsabit."
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, sedang Imam Bukhari meriwayatkan sebagian
dengan diringkaskan.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
324
Memenuhi Perjanjian Dan Melaksanakan Janji
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan penuhilah perjanjian, karena sesungguhnya perjanjian itu akan ditanyakan." (al-lsra':
34)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Dan penuhilah perjanjian terhadap Allah, jikalau engkau semua menjanjikannya." (an-
Nahl: 91)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Hai sekalian orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji itu." (al-Maidah: 1)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Hai sekalian orang-orang yang beriman, mengapa engkau semua mengucapkan apa-apa yang
tidak engkau semua kerjakan? Besar sekali dosanya di sisi Allah jikalau engkau semua mengucapkan
apa-apa yang tidak engkau semua kerjakan itu." (as-Shaf: 2-3)
687. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tandanya orang munafik itu ada tiga,yaitu: jikalau ia berbicara berdusta, jikalau ia
berjanji menyalahi dan jikalau ia dtpercaya berkhianat." (Muttafaq 'alaih)
la menambahkannya dalam riwayat Imam Muslim: "Sekalipun orang itu berpuasa
dan bersembahyang dan mengaku bahwa dirinya adalah seorang Muslim."
688. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi s.a.w.
bersabda:
"Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara itu semuanya ada di dalam
dirinya, maka orang itu adalah seorang munafik yang murni - yakni munafik yang sebenarbenarnya
- dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada satu perkara dari empat perkara
tersebut, maka orang itu memiliki pula satu macam perkara dari kemunafikan sehingga ia
meninggalkannya, yaitu: jikalau dipercaya berkhianat, jikalau berbicara berdusta, jikalau
berjanji bercidera - yakni tidak menepati - dan jikalau bertengkar maka ia berbuat kecurangan
- yakni tidak melalui jalan yang benar lagi." (Muttafaq 'alaih)
Keterangan:
Nifaq atau kemunafikan adalah suatu sifat yang ada di dalam hati manusia dan tidak
dapat diketahui oleh orang lain. Kemunafikan adalah suatu penyakit rohani yang tidak dapat
disembuhkan kecuali oleh orang itu sendiri. Kita dapat mengetahui seseorang itu dihinggapi
oleh penyakit kemunafikan, hanyalah semata-mata dari tanda-tandanya yang lahiriyah
belaka.
Apakah kemunafikan itu? Kemunafikan ialah menunjukkan di luar sebagai seorang
Muslim yang benar-benar keislaman dan keimanannya, tetapi dalam hatinya adalah
sebaliknya. Orang munafik itu hakikatnya adalah orang yang memusuhi Agama Islam,
menghalang-halangi perkembangan dan kemajuan Islam, tidak ridha dengan kepesatan dan
keluhuran Islam dan dengan segala daya-upaya hendak mematikan Agama Islam. Itulah
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
325
yang terkandung dalam hatinya yang sebenar-benarnya. Hanya tampaknya saja ia sebagai
pemeluk Islam yang setia. Bagi Islam orang munafik itu adalah sebagai musuh dalam selimut.
la menggunting dalam lipatan atau menohok kawan seiring dari belakang. Besar benar
bahayanya kaum munafik itu terhadap Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu Allah
menjanjikan siksa yang pedih kepada kaum munafik itu dengan firmannya:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu ada di dalam tingkat terbawah dari neraka."
Oleh sebab tidak seorangpun yang mengetahui isi hati seseorang, maka oleh
Rasulullah s.a.w. diuraikan tanda-tandanya kemunafikan, yaitu ada empat macam perkara.
Dijelaskan oleh beliau s.a.w. bahwa barangsiapa yang memiliki empat macam perkara itu
keseluruhannya, maka ia benar-benar dapat digolongkan dalam kelompok kaum munafik
yang tulen atau murni, bagaikan emas kemunafikannya sudah 24 karat. Tetapi apabila hanya
satu perkara saja yang dimilikinya itu, maka ia telah dihinggapi satu macam penyakit
kemunafikan tersebut.
Adapun empat perkara itu ialah:
1. Jikalau berbicara berdusta.
2. Jikalau berjanji tidak menepati.
3. Jikalau bertengkar atau bertentangan dengan seseorang, lalu berbuat kejahatan.
4. Jikalau membuat sesuatu perjanjian lalu merusakkan atau membatalkannya sendiri
yakni tidak mematuhi isi perjanjian itu dengan sebaik-baiknya.
Dalam Hadis sebelumnya disebutkan bahwa salah satu sifat kemunafikan ialah:
Jikalau dipercaya lalu berkhianat. Penyakit kemunafikan itu tetap berjangkit dalam diri
seseorang selama sifat-sifat buruk di atas (lima macam) tidak ditinggalkan, sekalipun orang
tersebut mengerjakan shalat, puasa serta mengaku bahwa dirinya adalah manusia Muslim.
Amat sederhana sekali tampaknya sifat-sifat kemunafikan yang banyaknya empat atau
lima macam di atas itu,tetapi bahayanya amat besar sekali. Oleh sebab itu, selama masih ada
satu penyakit kemunafikan itu menghinggapi seseorang, maka tetap ia dapat dianggap
sebagai orang munafik, jikalau penyakitnya itu tidak dilenyapkan sendiri, sekalipun taraf
kemunafikannya masih rendah.
Jadi kemunafikan seseorang itu dianggap tinggi atau rendah, murni atau tidak, hal itu
tergantung kepada banyaknya sifat kemunafikan yang dimiliki olehnya. Jelasnya
kemunafikannya itu dapat 20%, 40%, 60%, 80% atau 100% yakni tulen dan murni.
Semoga kita semua dihindarkan dari sifat kemunafikan ini selama-lamanya.
689. Dari Jabir r.a., katanya: "Nabi s.a.w. bersabda kepada saya: "Andaikata harta dari
daerah Albahrain itu benar-benar telah tiba, tentulah saya akan memberimu sekian, sekian
dan sekian."
Tetapi harta dari Albahrain itu tidak pernah datang sampai Nabi s.a.w. wafat.
Kemudian setelah harta dari Albahrain itu datang, Abu Bakar r.a. menyuruh supaya
diserukan: "Barangsiapa yang di sisi Rasulullah s.a.w. mempunyai suatu janji atau hutang,
maka hendaklah datang ke tempat kami." Saya lalu mendatangi Abu Bakar r.a., dan saya
berkata: "Sesungguhnya Nabi s.a.w. pernah bersabda kepada saya demikian, demikian." Abu
Bakar r.a. lalu memberikan kepada saya suatu pemberian, kemudian saya menghitungnya,
tiba-tiba jumlahnya itu ialah limaratusdirham dan Abu Bakar r.a. berkata: "Ambillah dua
kalinya itu lagi." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
326
Memelihara Apa-apa Yang Sudah Dibiasakan Dari Hal
Kebaikan
Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Allah itu tidak mengubah sesuatu yang ada dalam sesuatu kaum, sehingga
kaum itu mengubah sendiri apa-apa yang ada di dalam diri mereka." (ar-Ra'ad: 11)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Janganlah engkau semua menjadi seperti wanita yang mengurai tenunannya setelah kuatnya
tenunan tadi, hingga menjadi tenunan yang tercerai-berai."
Al-Ankats ialah jamaknya niktsun yaitu tenunan yang diurai dan tercerai-berai.
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Janganlah mereka itu menjadi seperti orang-orang yang diberi al-Kitab - yakni kaum Yahudi
dan Nasrani - dari sebelum ini, kemudian panjang sekali masa yang berialu atas mereka, lalu menjadi
keraslah hati mereka itu." (al-Hadid: 16)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Kemudian mereka itu tidak suka memelihara - ketentuan-ketentuan Allah itu - dengan
pemeliharaan yang sungguh-sungguh-nya." (al-Hadid: 27)
690. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah
s.a.w. bersabda kepada saya:
"Hai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti si Fulan itu. Dahulu ia suka berdiri
bersembahyang diwaktu malam,tetapi kini ia meninggalkan bersembahyang di waktu malam
itu." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
327
Sunnahnya Berbicara Yang Baik Dan Menunjukkan Wajah Yang
Manis Ketika Bertemu
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan tundukkanlah sayapmu - yakni bersikap merendahkan dirilah - terhadap kaum
mu'minin." (al-Hijr: 88)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Andaikata engkau itu berakhlak jelek serta keras hati, niscayalah orang-orang itu sama lari
dari sekelilingmu." (ali-lmran: 159)
691. Dari 'Adiy bin Hatim r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Takutlah engkau semua kepada neraka, sekalipun dengan jalan bersedekah dengan
potongan kurma, maka barangsiapa yang tidak dapat menemukan itu, maka hendaklah
bersedekah dengan mengucapkan perkataan yang baik." (Muttafaq 'alaih)
692. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Dan mengucapkan
perkataan yang baik itu adalah merupakan sedekah." (Muttafaq 'alaih)
Dan Hadis ini adalah sebagian dari Hadis yang lampau dengan kelengkapannya yang
panjang - lihat Hadis no. 122.
693. Dari Abu Zar r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya:
"Janganlah engkau menghinakan sesuatupun dari amal kebaikan -yakni sekalipun
tampaknya kecil, janganlah tidak dilakukan, meskipun andaikata engkau bertemu
saudaramu dengan menunjukkan wajah yang manis," - atau berseri-seri tanda bersuka cita
ketika bertemu itu. (Riwayat Muslim)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
328
Sunnahnya Menerangkan Dan Menjelaskan Pembicaraan
Kepada Orang Yang Diajak Bicara Dan Mengulang-ulanginya Agar
Dapat Dimengerti. jikalau Orang Itu Tidak Dapat Mengerti Kecuali
Dengan Cara Mengulang-ulangi Itu
694. Dari Anas r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. apabila berbicara dengan sesuatu
pembicaraan, maka beliau s.a.w. mengulanginya tiga kali sehingga dapat dimengerti apa
yang dibicarakannya itu. Dan jikalau beliau s.a.w. itu datang pada sesuatu kaum, lalu
memberikan salam kepada mereka, maka salam itu diucapkan sebanyak tiga kali." (Riwayat
Bukhari)
695. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Percakapannya Rasulullah s.a.w. itu
adalah merupakan percakapan yang terpisah-pisah - yakni jelas sekali antara kata yang satu
dengan kata yang lainnya - dan dapat dimengerti oleh setiap orang yang mendengarnya."
(Riwayat Abu Daud)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
329
Mendengarkannya Seorang Kawan Kepada Pembicaraan
Kawannya Yang Tidak Berupa Pembicaraan Yang Haram Dan
Memintanya Orang Alim Serta juru Nasihat Kepada Orang-orang
Yang Menghadhiri Majlisnya Supaya Mereka Mendengarkan Baikbaik
696. Dari Jarir bin Abdullah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda dalam haji wada'
- yakni haji terakhirnya Nabi s.a.w. sebagai tanda meminta diri -: "Mintalah orang-orang itu
supaya mendengarkan baik-baik." Kemudian beliau s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau
semua kembali menjadi orang-orang kafir sepeninggalku nanti, lagi pula janganlah yang
sebagian dari engkau semua itu memukul leher sebagian lainnya," maksudnya janganlah
melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya perceraian, permusuhan dan
pertempuran antara sesama kaum Muslimin." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
330
Menasihati Dan Berlaku Sedang Dalam Memberikan Nasihat
Allah Ta'ala berfirman:
"Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan menggunakan kebijaksanaan dan nasihat yang baik."
(an-Nahl: 125)
697. Dari Abu Wail yaitu Syaqiq bin Salamah, katanya: "Ibnu Mas'ud r.a. itu
memberikan peringatan - nasihat yang berisikan keagamaan - kepada kita sekali setiap hari
Khamis. Kemudian ada seorang yang berkata padanya: "Hai Abu Abdir Rahman, niscayalah
saya akan lebih senang lagi, jikalau engkau memberikan peringatan kepada kita itu setiap
hari." Ibnu Mas'ud menjawab: "Sebenarnya saja yang mencegah saya berbuat demikian itu
- yakni tidak memberikan peringatan setiap hari - ialah karena saya tidak senang kalau saya
akan menyebabkan bosannya engkau semua. Sesungguhnya saya menjaga waktu - yakni
tidak setiap hari - memberikan nasihat kepadamu semua ini sebagaimana keadaannya
Rasulullah s.a.w. yang juga menjaga waktu memberikan nasihat kepada kita dahulu, karena
takut timbulnya kebosanan pada kita." (Muttafaq 'alaih)
698. Dari Abulyaqdzhan yaitu Ammar bin Yasir radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya panjangnya seseorang dalam bersembahyang dan pendeknya dalam
berkhutbah adalah suatu tanda kepandaian orang itu dalam urusan keagamaan. Oleh sebab
itu, maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah berkhutbah." (Riwayat Muslim)
699. Dari Mu'awiyah bin al-Hakam as-Sulami r.a., katanya: "Pada suatu ketika saya
bersembahyang bersama Rasulullah s.a.w., tiba-tiba ada seorang dari kaum yang berjamaah
itu bersin, lalu saya mengucapkan: "Yarhamukallah." Kaum - yakni orang-orang itu -sama
melemparkan pandangan mereka padaku, lalu saya mengucapkan: "Aduh bencana ibuku,
mengapa engkau semua melihat padaku?" Orang-orang itu selalu memukulkan tangantangan
mereka pada paha-paha mereka. Setelah saya mengerti bahwa mereka itu menyuruh
saya supaya berdiam lalu sayapun berdiamlah.
Selanjutnya setelah Rasulullah s.a.w. selesai mengerjakan shalat, maka aduhai ayah
dan ibuku, belum pernah saya melihat seorang gurupun sebelum saat itu dan bahkan
sesudah itu sekalipun yang lebih bagus cara mengajarnya daripada beliau s.a.w. tersebut.
Demi Allah, beliau tidak membentak-bentak padaku, tidak pula memukulku dan tidak pula
mencaci maki padaku. Beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya shalat ini tidak patut di waktu
mengerjakannya itu mengucapkan sesuatu dari ucapan manusia. Hanyasanya shalat itu
adalah ucapan tasbih (Subhanallah), ucapan takbir (Allahu Akbar) serta bacaan al-Quran"
atau seperti itu apa yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. Saya lalu berkata: "Ya Rasulullah,
saya ini baru saja keluar dari masa jahiliyah, dan Allah sungguh-sungguh telah
mendatangkan Agama Islam ini. Sesungguhnya di antara kita semua ini ada beberapa orang
yang suka mendatangi ahli ramal -pedukunan." Beliau s.a.w. bersabda: "Jangan engkau
mendatangi mereka." Saya berkata lagi: "Di antara kita ada pula orang-orang yang merasa
akan mendapat nasib buruk." Beiiau s.a.w. bersabda: "Hal itu adalah sesuatu yang mereka
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
331
dapatkan dalam hati mereka sendiri, maka tentulah tidak dapat menghalang-halangi
mereka," yakni hal itu tidak akan memberikan bekas apapun kepada mereka, baik
kemanfaatan atau kemadharatan. (Riwayat Muslim)
700. Dari al-'Irbadh bin Sariyah r.a., katanya: "Kita semua diberi nasihat oleh
Rasulullah s.a.w. berupa suatu nasihat yang karena mendengarnya itu semua hati menjadi
takutdan semua mata dapat mengalirkan air mata." Lalu ia menyebutkan Hadis itu dan
sudah lampau keterangan selengkapnya dalam bab "Perintah memelihara sunnah,"dan sudah
kami sebutkan pula bahwasanya Imam Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih - lihat Hadis no.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
332
Bersikap Tenang Dan Pelan-pelan
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih ialah mereka yang berjalan di bumi dengan
sikap sopan dan apabila orang-orang bodoh mengucapkan - kata-kata yang tidak baik, mereka
menjawabnya dengan kata-kata "selamat." (al-Furqan: 63)
701. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Saya samasekali tidak pernah melihat
Rasulullah s.a.w. dalam ketawa itu bersangatan sehingga terlihat anak tekaknya, hanyasanya
ketawa beliau s.a.w. itu adalah tersenyum. (Muttafaq 'alaih)
Allahawat jamaknya lahat yaitu daging yang ada di sudut terakhir dari atap mulut.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
333
Sunnahnya Mendatangi Shalat, llmu Pengetahuan Dan Lainlainnya
Dari Berbagai Ibadat Dengan Sikap Pelan-pelan Dan Tenang
Allah Ta'ala berfirman;
"Dan barangsiapa yang mengagungkan peraturan-peraturan suci dari Allah, maka itulah
setengah dari ketaqwaan hati." (al-Haj: 32)
702. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w.
bersabda:
"Apabila shalat telah diiqamati - yakni telah dibacakan iqamat, maka janganlah engkau
semua mendatanginya sambil berlari-lari. Tetapi datangilah itu sambil berjalan dan
hendaklah engkau semua selalu bersikap pelan-pelan - tidak tergesa-gesa karena takut
ketinggalan. Maka dari itu manasaja rakaat yang engkau semua dapati, ikutlah
bersembahyang berjamaah sedang yang terlambat, maka sempurnakanlah - setelah imam
bersalam." (Muttafaq 'alaih)
Imam Muslim dalam suatu riwayatnya menambahkan: "Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya seseorang dari engkau semua itu apabila bersengaja untuk melakukan shalat,
maka ia sudah dianggap dalam bersembahyang - yakni sudah memperoleh pahala
sembahyang itu."
703. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya ia bersama Nabi s.a.w. tiba
pada hari Arafah, lalu Nabi s.a.w. mendengar suara gertakan keras, pukulan serta suara unta,
kemudian beliau s.a.w. memberikan isyarat kepada mereka itu dengan cemetinya dan
bersabda:
"Hai sekalian manusia, hendaklah engkau semua itu tetap bersikap pelan-pelan,
karena sesungguhnya kebajikan itu bukannya dengan bercepat-cepat."
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebagainya.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
334
Memuliakan Tamu
Allah Ta'ala berfirman:
"Adakah sudah datang padamu ceritera tamu Ibrahim yang dimuliakan? Ketika mereka masuk
kepada Ibrahim dan mengucapkan: "Salam - selamat." Ibrahim menjawab: "Salam," sedang dalam
hatinya ia mengatakan: "Kaum - atau orang-orang - yang tidak dikenal." Kemudian ia dengan diamdiam
pergi kepada ketuarganya, lalu datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.
Selanjutnya makanan itu dihidangkan kepada mereka, ia berkata: "Mengapa tidak engkau semua
makan?" (adz-Dzariyat: 24)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Dan kaumnya - Luth - datang kepadanya dengan cepat-cepat, karena sejak dulu mereka
melakukan perbuatan yang buruk. Luth berkata: "Hai kaumku, ini adalah anak-anakku perempuan,
mereka lebih suci untukmu semua, maka bertaqwalah engkau semua kepada Allah dan janganlah
engkau semua memberikan kehinaan padaku karena tamuku ini. Tidak adakah di antara engkau semua
itu seorang lelaki yang bersikap baik?" (Hud: 78)
704. Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah mempereratkan
hubungan kekeluargaannya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka hendaklah mengucapkan yang baik ataupun berdiam diri saja - kalau tidak dapat
mengucapkan yang baik." (Muttafaq 'alaih)
705. Dari Abu Syuraih yaitu Khuwailid bin 'Amr al-Khuza'i r.a., katanya: "Saya
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya, yaitu jaizahnya." Para sahabat bertanya:
"Apakah jaizahnya tamu itu, ya Rasulullah?" Beliau s.a.w. bersabda: "Yaitu pada siang hari
dan malamnya. Menjamu tamu - yang disunnahkan secara muakkad atau sungguh-sungguh
- ialah selama tiga hari. Apabila lebih dari waktu sekian lamanya itu, maka hal itu adalah
sebagai sedekah padanya." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: "Tidak halal bagi seseorang
Muslim jikalau bermukim di tempat saudaranya - sesama Muslim, sehingga ia menyebabkan
jatuhnya saudara tadi dalam dosa." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimanakah
tamu dapat menyebabkan dosanya tuan rumah." Beliau s.a.w. bersabda: "Karena tamu itu
berdiam di tempat saudaranya sedang tidak ada sesuatu yang dimiliki saudaranya tadi untuk
jamuan tamunya itu," lalu tuan rumah mengumpat tamunya, melakukan dusta dan lain-lain.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
335
Sunnahnya Memberikan Berita Gembira Dan Mengucapkan Ikut
Bergembira Dengan Diperolehnya Kebaikan
Allah Ta'ala berfirman:
"Maka berikanlah berita gembira kepada bamba-hambaKu yang suka mendengarkan ucapan,
lalu mengikuti mana yang sebaik-baiknya." (az-Zumar: 17-18)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Tuhan mereka memberikan kegembiraan kepada mereka -yakni orang-orang yang beriman dan
berjihad dengan memperoleh kerahmatan, keridhaan dan syurga daripadaNya; didalam syurga itu
mereka mendapatkan kenikmatan yang abadi." (at-Taubah: 21)
Juga Allah Ta'ala berfirman:
"Bergembiralah engkau semua - hai orang-orang yang bertuhankan Allah dan berpendirian
teguh - dengan memperoleh syurga yang telah dijanjikan kepadamu semua." (Fushshilat: 30)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Kami memberikan berita gembira padanya - yaitu Ibrahim - bahwa ia akan memperoleh anak
yang berhati sabar." (as-Shaffat: 101)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Nicayalah benar-benar telah datanglah utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan
membawa berita gembira." (Hud: 69)
Lagi Allah Ta'ala berfirman:
"Dan isterinya - yakni Ibrahim - berdiri dengan tersenyum, lalu Kami sampaikan kepadanya
berita gembira dengan kelahiran Ishaq dan sesudah Ishaq lahir pulalah Ya'qub." (Hud: 71)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Kemudian malaikat memanggilnya - yakni Zakariya - dan di waktu itu ia sedang berdiri
melakukan shalat di Mihrab bahwa Allah memberikan berita gembira kepadamu dengan kelahiran
Yahya." (ali-lmran: 39)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Ketika malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberikan berita gembira
padamu dengan kalimat dari Tuhan, yaitu kelahiran anak bernama al-Masih Isa anak Maryam sampai
habisnya ayat. (ali-lmran: 45)
Ayat-ayat dalam bab in! banyak sekali dan dapat dimaklumi. Adapun Hadis-hadisnya
maka banyak sekali dan semuanya itu termasyhur dalam kitab Hadis shahih, di antaranya
ialah:
706. Dari Abu Ibrahim, dikatakan pula bahwa namanya ialah Abu Muhammad dan
ada yang mengatakan Abu Mu'awiyah yaitu Abdullah bin Aufa radhiallahu 'anhuma
bahwasanya Rasulullah memberikan berita gembira kepada Khadijah - isterinya - dengan
memperoleh sebuah rumah di dalam syurga yang terbuat dari mutiara berlobang. Di situ
tidak ada teriakan apapun dan tidak pula ada kelelahan. (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
336
Al-Qashab di sini artinya ialah mutiara berlobang; as-Shakhab artinya teriakan dan
jeritan; an-Nashab yaitu kelelahan.
707. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. bahwasanya ia berwudhu' di rumahnya kemudian
keluar lalu berkata: "Niscayalah saya akan menetap bersama Rasulullah s.a.w. dan selalu
berada di sisinya pada hari ini." la mendatangi masjid, lalu menanyakan perihal Nabi s.a.w.
Orang-orang sama berkata: "Beliau menuju ke sana."
Abu Musa berkata: "Saya lalu keluar mengikuti jejaknya sambil menanyakan perihal
beliau, sehingga masuklah beliau ke perigi -atau sumur - Aris. Saya duduk di sisi pintu
sehingga Rasulullah s.a.w. menyelesaikan hajatnya dan berwudhu'. Selanjutnya saya berdiri
menuju ke tempatnya, beliau di saat itu sudah duduk di atas perigi Aris dan berada di
tengah-tengah dinding perigi tersebut. Beliau membuka kedua betisnya dan melemberehkan
keduanya itu di perigi. Saya lalu memberikan salam padanya, kemudian saya kembali terus
duduk di sisi pintu. Saya berkata: "Benar-benar saya akan menjadi juru penjaga pintu
Rasulullah s.a.w. pada hari ini."
Kemudian datanglah Abu Bakar r.a. lalu menolakkan pintu. Saya bertanya: "Siapakah
ini?" la menjawab: "Abu Bakar." Saya berkata: "Tunggu sebentar." Sayapun pergilah lalu
berkata: "Ya Rasulullah. Ini Abu Bakar datang meminta izin." Beliau s.a.w. menjawab:
"Izinkan ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan memperoleh syurga."
Saya menghadap kembali sehingga saya berkata kepada Abu Bakar: "Masuklah dan
Rasulullah memberikan berita gembira pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga."
Abu Bakar lalu masuk, sehingga duduklah ia di sebelah kanan Nabi s.a.w. yakni berjajar
dengannya di dinding perigi dan melemberehkan kedua kakinya di perigi itu. Saya telah
meninggalkan saudaraku * yaitu Abu Burdah - berwudhu' lalu menyusulku lagi. Saya
berkata: "Jikalau Allah itu menghendaki kebaikan pada seseorang - yang dimaksudkan ialah
saudaranya itu, maka Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi s.a.w.
Tiba-tiba ada orang lain lagi yang menggerak-gerakkan pintu. Saya bertanya:
"Siapakah ini?" la menjawab: "Umar bin al-Khaththab." Saya berkata: "Tunggu sebentar," lalu
saya mendatangi Rasulullah s.a.w., memberikan salam padanya dan saya berkata: "Ini
Umar datang meminta izin." Beliau s.a.w. bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah
berita gembira bahwa ia memperoleh syurga." Kemudian saya mendatangi Umar lalu berkata:
"Rasulullah s.a.w. mengizinkan. Masuklah dan Rasulullah s.a.w. menyampaikan berita
gembira pada anda bahwa anda memperoleh syurga." Umar masuk lalu duduk bersama
Rasulullah s.a.w. di dinding perigi di sebelah kirinya dan melemberehkan pula kedua
kakinya di perigi tadi. Seterusnya saja kembali lagi lalu duduk dan berkata: "Jikalau Allah
menghendaki kebaikan pada seseorang - yang dimaksudkan ialah saudaranya itu, maka
Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi s.a.w.
Seterusnya datang pula seorang lagi lalu menggerak-gerakkan pintu, saya berkata:
"Siapakah ini?" la menjawab: "Usman bin Affan." Saya berkata: "Tunggu sebentar." Saya
mendatangi Nabi s.a.w. lagi dan memberitahukan padanya kedatangan Usman. Beliau s.a.w.
lalu bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan
memperoleh syurga dengan mendapatkan beberapa bencana yang akan mengenai dirinya."
Saya datang lalu berkata: "Masuklah dan Rasulullah s.a.w. menyampaikan berita gembira
pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga dengan adanya beberapa bencana yang
akan mengenai anda." Usman masuklah dan didapatinya bahwa dinding perigi telah penuh.
Maka dari itu ia duduk menghadap beliau-beliau - yang datang dulu itu - di tepi yang
sebelah lainnya."
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
337
Said bin al-Musayyab berkata: "Kemudian saya mentakwilkan sedemikian itu akan
makam-makam beliau-beliau - yakni bahwa Rasulullah s.a.w. beserta kedua sahabatnya
yakni Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma menjadi satu dalam sebuah tempat yaitu di
bilik Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha." (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat lain ditambahkan;
"Rasulullah menyuruh saya - Abu Musa al-Asy'ari - untuk menjaga pintu." Juga dalam
Hadis ini disebutkan bahwasanya Usman ketika diberitahu kabar bahwa ia akan memperoleh
syurga, ia lalu mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala kemudian berkata: "Allah yang
dimohoni pertolongan," sebab ia tahu akan memperoleh bencana di belakang hari nanti.
708. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Kitasemua duduk-duduk di sekitar Rasulullah
s.a.w., beserta kita ada pula Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma yakni dalam
sekelompok sahabat. Kemudian Rasulullah s.a.w. berdiri dari hadapan kita lalu lambat benar
kembalinya pada kita itu. Kita semua takut kalau-kalau mendapatkan suatu bencana tanpa
sepengetahuan kita. Kitapun mulai takut lalu kita semua berdiri - untuk mencarinya. Sayalah
pertama-tama orang yang merasa takut itu. Saya keluar mencari Rasulullah s.a.w. sehingga
datanglah saya di suatu dinding pagar milik Bani Najjar. Saya berkeliling di sekitar dinding
tadi, barangkali saya bisa mendapatkan pintunya, tetapi tidak saya temukan. Tiba-tiba di situ
tampaklah suatu rabi' yang masuk ke tengah dari perigi yang ada di luar (rabi' iaiah selokan
atau aliran air kecil). Sayapun lalu menggali tanah kemudian masuk menemui Rasulullah
s.a.w. Beliau s.a.w. bersabda: "Abu Hurairah?" Saya berkata: "Ya, benar hai Rasulullah."
Beliau bertanya: "Ada apakah engkau ini?" Saya berkata: "Tadi Tuan berada di muka kita
semua, lalu Tuan berdiri, kemudian Tuan amat lambat datang kembali pada kita. Kita takut
kalau-kalau Tuan mendapat sesuatu bencana tanpa sepengetahuan kita. Sayalah pertamatama
orang yang merasa ketakutan itu. Karena itu saya mendatangi dinding ini lalu saya
menggali tanah sebagaimana musang menggalinya. Orang-orang itu semua ada di belakang
saya." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Hai Abu Hurairah," dan beliau memberikan dua buah
terumpahnya, lalu bersabda lagi: "Pergilah dengan dua buah terumpahku ini. Maka
barangsiapa yang engkau temui dari balik dinding ini yang menyaksikan bahwa tiada Tuhan
melainkan Allah dengan hati yang meyakinkan benar-benar akan hai itu, hendaklah engkau
berikan berita gembira padanya bahwa orang tersebut akan memperoleh syurga."
Selanjutnya Abu Hurairah menyebutkan Hadis ini selengkapnya yang panjang.
(Riwayat Muslim)
Ar-Rabi' ialah sungai kecil yaitu selokan - jadwal - dengan menggunakan fathahnya
jim, sebagaimana yang ditafsirkan dalam Hadis.
Ucapan Abu Hurairah r.a.: Ihtafartu, diriwayatkan dengan ra' dan dengan zai. Kalau
dengan zai maknanya ialah saya menyusutkan diri dan saya mengecil sehingga dapatlah
saya masuk ke dalam.
709. Dari Abu Syumasah, katanya: "Kita mendatangi 'Amr bin al-'Ash r.a. dan ia
sedang dalam keadaan dihadhiri oleh kematian -yakni tidak lama lagi akan meninggal dunia.
la menangis panjang -yakni lama sekali. Anaknya berkata: "Hai ayahku, bukankah Rasulullah
s.a.w. telah menyampaikan berita gembira kepada anda, demikian. Bukankah Rasulullah
s.a.w. telah menyampaikan berita gembira kepada anda, demikian." 'Amr lalu
menghadapkan muka kepada anaknya itu, kemudian berkata: "Sesungguhnya seutamautama
apa yang kami sediakan - untuk pulang kembali ke alam akhirat - ialah bersyahadat
bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah pesuruh
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
338
Allah. Sesungguhnya saya ini telah mengalami tiga tingkat. Dahulu sekali saya telah melihat
diriku sendiri yaitu bahwa tiada seorangpun yang paling saya benci melebihi kebencian saya
kepada Rasulullah s.a.w. dan tiada sesuatu yang lebih saya inginkan daripada sekiranya saya
dapat menguasai beliau s.a.w. lalu saya membunuhnya. Maka andaikata saya mati dalam
keadaan sedemikian itu, niscayalah saya termasuk golongan ahli neraka.
Selanjutnya setelah Allah menetapkan Agama Islam dalam hatiku, maka saya
mendatangi Nabi s.a.w., lalu saya berkata: "Beberkanlah tangan kanan Tuan, supaya saya
dapat berbat'at kepada Tuan." Beliau s.a.w. membeberkan tangan kanannya lalu saya
menangkapkan tanganku - yakni menjabat tangan beliau s.a.w. itu. Beliau bertanya: "Ada
apakah anda ini, hai 'Amr?" Saya berkata: "Saya menghendaki supaya diberi syarat." Beliau
bertanya: "Dengan syarat apakah yang anda inginkan?" Saya menjawab: "Yaitu supaya saya
diberi pengampunan - segala kesalahan yang lalu." Beliau bersabda: "Tidakkah anda ketahui
bahwa Islam itu merusakkan apa-apa yang ada sebelumnya - yakni bahwa dosa-dosa yang
dilakukan sebelum masuk Islam akan lenyap setelah seseorang itu masuk dalam Agama
Islam itu. Juga bahwasanya hijrah itu merusakkan apa-apa yang sebelumnya dan
bahwasanya haji juga merusakkan apa-apa yang sebelumnya." Sejak saat itu tiada
seorangpun yang lebih saya cintai daripada Rasulullah s.a.w. Tidak ada pula seseorang yang
lebih agung dalam pandangan mataku daripada beliau itu. Bahkan saya tidak dapat
memenuhi kedua mataku dari kebesaran beliau itu, karena sangat menjunjung tinggi
padanya. Andaikata saya diminta untuk menguraikan sifat beliau, tentu saya juga tidak
dapat melakukannya, karena saya tidak dapat memenuhi kedua mataku daripada
keperibadian dirinya itu. Jikalau sekiranya mati dalam keadaan sedemikian ini, niscayalah
saya dapat mengharapkan bahwa saya akan termasuk dalam golongan ahli syurga. Tetapi
sesudah itu kami diberi kekuasaan untuk mengatur beberapa macam persoalan, yang saya
sendiri tidak mengetahui bagaimana keadaanku dalam macam-macam persoalan tadi - yakni
apakah saya di pihak benar atau salah.
Oleh sebab itu, jikalau saya meninggal dunia, maka janganlah saya disertai oleh
tangisan yang keras-keras dan jangan disertai api - sebab mayit akan memperoleh siksa api
neraka, jikalau keluarganya menangis melebihi batas yang dibolehkan dalam syariat Islam.
Seterusnya jikalau engkau semua menanam tubuhku, maka tuang-kanlah air sedikit demi
sedikit di atas tanah. Kemudian beradalah engkau semua di sekitar kuburku sekedar
lamanya menyembelih binatang lalu dibagi-bagikan dagingnya - maksudnya jangan
terlampau lama di kubur itu, sehingga dengan demikian saya dapat merasa tenang dalam
pertemuanku denganmu tadi dan saya dapat melihat apa yang akan saya berikan sebagai
jawaban kepada para utusan Tuhanku - yakni para malaikat yang akan menanyainya dalam
kubur." (Riwayat Muslim)
Ucapannya: syunnu diriwayatkan dengan menggunakan sin mu'jamah - berbunyi
syunnu - dan ada yang dengan menggunakan sin muhmalah - berbunyi sunnu, artinya ialah
tuangkanlah air sedikit demi sedikit.
Wallahu Subhanahu a'lam.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
339
Bab 96
Mohon Dirinya Seseorang Sahabat Dan Memberikan Wasiat
Padanya Ketika Hendak Berpisah Dengannya Karena Bepergian Atau
Lain-lainnya. Mendoakannya Serta Meminta Doa Daripadanya
(Supaya Didoakan Olehnya)
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan dengan itu pula - yakni supaya menjadi orang yang bulat-bulat menyerahkan diri kepada
Allah - Ibrahim berwasiat kepada anak-anaknya dan juga Ya'qub. Ujar mereka: "Hai anak-anakku,
sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu semua maka janganlah engkau semua mati,
melainkan engkau semua menetapi Agama Islam.
Adakah engkau semua hadhir ketika Ya'qub didatangi oleh kematian, ketika ia mengatakan
kepada anak-anaknya: "Apakah yang engkau semua sembah sepeninggalku nanti?" Mereka menjawab:
"Kita semua menyembah Tuhanmu dan Tuhannya nenek moyangmu. yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq
yakni Tuhan yang Maha Esa dan kita semua menjadi pemeluk Agama Islam - yakni menyerahkan diri
bulat-bulat kepada Tuhan." (al-Baqarah: 132-133)
Adapun Hadis-hadisnya, di antaranya ialah Hadis Zaid bin Arqam r.a. yang telah
diuraikan lebih dulu dalam bab Memuliakan ahli baitnya Rasulullah s.a.w., katanya:
"Rasulullah s.a.w. pernah berdiri berkhutbah kepada kita, beliau bertahmid serta memuji
kepada Allah, lalu menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda:
"Amma ba'du, ingatlah wahai sekalian manusia, hanyasanya saya ini adalah seorang
manusia, hampir sekali saya didatangi oleh utusan Tuhanku - yakni malakulmaut, kemudian
saya harus mengabulkan kehendakNya - yakni diwafatkan. Saya meninggalkan dua benda
berat- agung - yaitu pertama Kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka
ambillah - amalkanlah - dengan berpedoman kepada Kitabullah itu dan peganglah ia eraterat."
Jadi Rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk berpegang teguh serta mencintai benarbenar
kepada Kitabullah itu.
Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Dan juga ahli baitku -keluargaku. Saya
memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli
baitku itu."
Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Di muka sudah diterangkan selengkapnya yang
panjang. Lihat Hadis no. 345.
710. Dari Abu Sulaiman yaitu Malik bin al-Huwairits r.a., katanya: "Kita semua
mendatangi Rasulullah s.a.w. dan kita semua adalah para pemuda yang hampir berdekatan
saja usianya. Kita semua bermukim di sisi beliau s.a.w. selama duapuluh malam -untuk
belajar ilmu pengetahuan agama. Rasulullah s.a.w. adalah seorang yang kasih sayang serta
lemah-lembut. Beliau mengira bahwa kita semua telah rindu kepada keluarga kita, lalu
bertanya kepada kita tentang siapa-siapa dari keluarga kita itu yang kita tinggalkan. Kitapun
memberitahukannya tentang hal itu. Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Kembalilah kini
kepada keluargamu masing-masing, berdiamlah di dalam lingkungan mereka, berilah
mereka pelajaran, perintahlah mereka - melakukan ketaatan, juga bersembahyanglah engkau
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
340
semua shalat ini pada waktu begini dan shalat ini pada waktu begini - yakni shalat lima
waktu. Jikalau waktu shalat sudah tiba, maka hendaklah seseorang di antara engkau semua
itu membunyikan azan dan hendaklah menjadi imammu semua itu orang yang tertua dari
engkau semua." (Muttafaq 'alaih) Imam Bukhari menambahkan dalam riwayatnya:
"Rasulullah juga bersabda lagi: "Dan bersembahyanglah engkau semua itu sebagaimana
engkau semua melihat cara saya bersembahyang."
Ucapannya: Rahiman rafiqan, diriwayatkan dengan fa' dan qaf -sebagaimana di atas,
juga diriwayatkan dengan dua qaf - lalu berbunyi raqiqan yang artinya halus perasaannya.
711. Dari Umar bin al-Khaththabab r.a.,katanya: "Saya meminta izin kepada Nabi s.a.w.
untuk melakukan umrah lalu beliau s.a.w. bersabda: "Jangan engkau lupa untuk mendoakan
kita, hai saudaraku." Beliau telah mengucapkan sesuatu kalimat yang saya tidak merasa
senang memperoleh seisi dunia ini sebagai gantinya -maksudnya bahwa kalimat yang
disabdakan oleh beliau s.a.w. kepada Umar r.a. yakni meminta didoakan dalam umrahnya
nanti, dianggap amat besar nilainya melebihi nilai dunia dan seisinya.
Dalam riwayat lain disebutkan: "Nabi s.a.w. bersabda: "Sertakanlah kita, hai
saudaraku dalam doamu itu!"
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan
Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
712. Dari Salim bin Abdullah bin Umar bahwasanya Abdullah bin Umar radhiallahu
'anhuma berkata kepada seseorang ketika ia hendak bepergian: "Mendekatlah padaku
sehingga saya dapat mengamanatkan sesuatu padamu sebagaimana Rasulullah s.a.w.
mengamanatkan sesuatu pada kita - kalau kita hendak pergi. Beliau s.a.w. bersabda: "Saya
menyerahkan kepada Allah akan agama dan amanat saudara serta semua akhir amalan
saudara."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
713. Dari Abdullah bin Yazid al-Khathmi as-Shahabi r,a., katanya: "Rasulullah s.a.w.
itu apabila hendak mengucapkan selamat jalan pada sepasukan tentera, beliau bersabda:
"Saya menyerahkan kepada Allah akan agamamu semua, amanatmu serta semua akhir
amalanmu."
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan lain-lain dengan
isnad shahih.
714. Dari Anas r.a., katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu
berkata: "Ya Rasulullah, saya hendak bepergian, maka berilah bekal kepada saya." Beliau
s.a.w. bersabda: "Semoga Allah memberikan bekal ketaqwaan padamu." Orang itu berkata
lagi: "Tambahkanlah-doa-untukku!" Beliau s.a.w. bersabda: "Dan semoga Allah memberi
pengampunan padamu." Ia berkata lagi: "Tambahkanlah untukku!" Beliau s.a.w. bersabda
pula: "Juga semoga Allah memberikan kemudahan padamu untuk memperoleh kebaikan di
mana saja engkau berada."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
341
Bab 97
Istikharah (Mohon Pilihan) Dan Bermusyawarat
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan permusyawaratkanlah dengan mereka - yakni dengan para sahabat - dalam sesuatu
perkara." (ali-lmran: 159)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Dan perkara mereka itu dimusyawaratkan antara mereka, yakni mereka itu sama
bermusyawarat dalam perkara tersebut." (as-Syura: 38)
715. Dari Jabir r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita cara
melakukan shalat istikharah - yakni mohon pilihan kepada Allah, mana yang terbaik antara
dua perkara atau beberapa perkara - dalam segala macam urusan, sebagaimana beliau s.a.w.
mengajarkan surat dari al-Quran. Beliau s.a.w. bersabda:
"Jikalau seseorang dari engkau semua berkehendak pada sesuatu perkara, maka
hendaklah bersembahyang dua rakaat yang tidak termasuk shalat fardhu, kemudian
ucapkanlah - yang artinya: Ya Allah, saya mohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan
saya mohon ditakdirkan - untuk mendapatkan yang terbaik antara dua atau beberapa
perkara - dengan kekuasaanMu, juga saya mohon kepadaMu akan keutamaanMu yang
agung, karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang saya tidak kuasa apa-apa,
juga Engkau adalah Maha Mengetahui sedang saya tidak mengetahui dan Engkau adalah
Maha Mengetahui segala sesuatu yang ghaib.
Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini memang baik untuk agamaku,
kehidupanku dan akibat perkaraku - atau beliau s.a.w. menyabdakan: baik untuk urusanku
sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka takdirkanlah itu untukku dan
permudahkanlah mendapatkannya padaku, selanjutnya berilah keberkahan padaku dalam
urusan itu. Tetapi jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini adalah buruk untuk
agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku - atau beliau s.a.w. menyabdakan: baik untuk
urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka belokkanlah itu dari diriku dan
belokkanlah aku daripadanya, lalu takdirkanlah mana-mana yang baik untukku di mana saja
adanya kebaikan itu dan seterusnya berikanlah keridhaan padaku dengan melakukan yang
baik tadi."
Beliau s.a.w. bersabda: "Dan orang yang melakukan istikharah itu supaya
menyebutkan apa yang menjadi hajat keperluannya." (Riwayat Bukhari)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
342
Bab 96
Sunnahnya Bepergian Ke Shalat Hari Raya, Meninjau Orang
Sakit, Haji, Peperangan, Janazah, Dan Lain-lain Sebagainya Dari
Satu Macam Jalan Dan Kembali Dengan Melalui Jalan Yang Selain
Waktu Perginya Itu Karena Memperbanyakkan Tempat Ibadat
716. Dari Jabir r.a., katanya: "Nabi s.a.w. itu apabila hari raya - yakni ketika pergi
untuk shalatul'id, maka beliau menyalahi jalan." (Riwayat Bukhari)
Ucapannya: "Khalafath thariqa": menyalahi jalan artinya ialah bahwa perginya melalui
jalan yang satu sedang pulangnya melalui jalan lainnya lagi - bukan jalan waktu perginya
tadi.
717. Dari Ibnu Umar radhialiahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu keluar -
dari Madinah - dari jalan Asysyajarah -yang di situ ada masjid Dzulhulaifah - dan masuk -
yakni pulangnya -dari jalan Almu'arras - yang di situ ada masjid Almu'arras. Dan jikalau
beliau s.a.w. masuk Makkah maka beliau itu masuk dari jalan Tsaniyyah Ulya - yang
merupakan suatu jalan sempit antara dua buah bukit - dan keluar dari jalan Tsaniyyah Sufla -
atau yang disebut Asysyabikah." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
343
Bab 99
Sunnahnya Mendahulukan Anggota Yang Kanan Dalam Segala
Sesuatu Yang Termasuk Dalam Bab Memuliakan (Yakni Karena
Mulianya Anggota Kanan Itu) Misalnya Ketika Berwudhu', Mandi,
Tayammum, Mengenakan Pakaian, Terumpah, Sepatu, Celana,
Masuk Masjid, Bersiwak (Bersugi), Bercelak, Memotong Kuku,
Mencukur Kumis, Mencabut Rambut Ketiak, Mencukur Kepala,
Bersalam Dari Shalat, Makan, Minum, Berjabatan Tangan, Menjabat
Hajar Aswad, Keluar Dari Jamban, Mengambil, Memberi Dan lainlain
Yang Semakna Dengan Itu, Juga Disunnahkan Mendahulukan
Anggota Yang Kiri Dalam Hal-hal Yang Sebaliknya Di Atas Seperti
Beringus, Berludah Di Sebelah Kiri, Masuk jamban, Keluar Dari
Masjid, Melepaskan Sepatu, Terumpah, Celana, Pakaian Serta
Bercebok Dan Mengerjakan Apa-apa Yang Dianggap Kotor Dan
Yang Serupa Dengan Itu
Allah Ta'ala berfirman:
"Maka barangsiapa yang diberi catatan amalnya - lalu diterima - dengan tangan kanannya,
maka orang itu berkata:"Nah, coba bacalah olehmu semua akan catatan amalku ini," sampai habisnya
beberapa ayat. (al-Haqqah: 19)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Adapun orang-orang golongan kanan. Apakah orang-orang golongan kanan itu? Dan orangorang
golongan kiri. Apakah orang-orang golongan kiri itu?" (al-Waqi'ah: 8-9)
718. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu gemar sekali
mendahulukan anggota kanannya dalam segala hal yang dilakukan olehnya, baik dalam
bersucinya, menyisir rambutnya serta mengenakan terumpahnya." (Muttafaq 'alaih)
719. Dari Aisyah radhiallahu 'anha juga, katanya: "Tangan Rasulullah s.a.w. yang
kanan itu beliau gunakan untuk bersuci dan makan, sedang tangan beliau s.a.w. yang kiri itu
untuk sesuatu yang dilakukan dalam jamban - seperti bercebok, mengambil batu dan
menghilangkan kotoran - serta apa-apa yang merupakan kotoran - seperti berludah, beringus
dan sebagainya."
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan lain-lainnya
dengan isnad shahih.
720. Dari Ummu 'Athiyyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda
kepada kaum wanita dalam memandikan puterinya yakni Zainab - atau Ummu Kultsum di
waktu wafatnya - radhiallahu 'anha: "Dahulukanlah olehmu semua anggota-anggotanya
yang bagian kanan serta tempat-tempat berwudhu' daripada tubuhnya itu." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
344
721. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila seseorang dari engkau semua mengenakan terumpah, maka hendaklah
mendahulukan yang kanan dan apabila melepaskannya, maka dahulukanlah yang kiri.
Hendaklah yang kanan itu yang pertama di antara kedua kaki yang dikenakan terumpah dan
yang terakhir ketika dilepaskan." (Muttafaq 'alaih)
722. Dari Hafshah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. menggunakan
anggota kanannya untuk makan, minum dan mengenakan pakaiannya serta menggunakan
anggota kirinya untuk yang selain di atas itu." (Riwayat Abu Dawud dan lain-lain)
723. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila engkau semua mengenakan pakaian atau berwudhu', maka dahulukanlah
anggota-anggota kananmu."
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dengan
isnad yang shahih.
724. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. datang di Mina, lalu mendatangi
jamrah, kemudian melemparnya, terus datang di rumahnya di Mina dan menyembelih
kurban. Selanjutnya beliau s.a.w. bcrsabda kepada tukang cukur rambut: "Ambillah - kepala
untuk dicukur." Beliau s.a.w. menunjukkan ke bagian sebeiah kanannya kemudian bagian
sebeiah kirinya, kemudian diberikan kepada para manusia. (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan: "Ketika beliau s.a.w. sudah melempar jamrah dan
menyembelih kurbannya serta bercukur, beliau memberikan bagian kepala sebeiah kanannya,
lalu tukang cukur itu mencukurnya. Kemudian beliau mengundang Abu Thalhah al-Anshari
r.a. lalu memberikan rambutnya itu kepadanya. Seterusnya beliau memberikan bagian kepala
sebeiah kirinya dan beliau menyabdakan: "Cukurlah!" Tukang cukur itu mencukurnya, lalu
memberikan rambutnya itu kepada Abu Thalhah dan beliau bersabda: "Bagikanlah in!
kepada orang banyak."
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
345
Bab 100
Kitab Adab-adab Makanan Mengucapkan Bismillah Pada
Permulaan Makan Dan Alhamdulillah Pada Penghabisannya
Keterangan:
Setiap manusia hidup pasti memerlukan makan minum. Ini sudah menjadi keharusan,
sebab tanpa itu tentu mati. Tetapi makan dan minum itupun wajib menurut aturan
nya.jangan asal suka, terus dimasukkan saja, sehingga perut menjadi sesak dan padat, penuh
dan tidak ada kelonggarannya samasekali.
Dalam Hadis-hadis di bawah ini Rasulullah s.a.w. memberikan tuntunan kepada kita:
1. Tidak satu wadahpun yang diisi oleh seseorang sampai penuh yang lebih buruk
daripada ia mengisi perutnya. Ini adalah sebagai anjuran secara halus bahwa kita kalau
makan jangan terlampau penuh dan padat isi perut itu. Oleh sebab itu Nabi s.a.w. pernah
bersabda:
"Kita - kaum Muslimin - adalah suatu kaum yang tidak akan makan sehingga kita merasa lapar
dan apabila kita makan tidak sampai kekenyangan."
Kegemaran makan sampai padat adalah sesuatu yang amat dikhawatirkan oleh
Rasulullah s.a.w. atas ummatnya, sebagaimana sabdanya:
"Yang paling saya takuti di antara hal-hal yang saya takuti atas ummatku ialah besarnya perut,
gendut karena banyak makan, terus menerus tidur, kegemaran tidur yang melampaui batas, malasmalasan
dan lemahnya keyakinan, tidak mempunyai pendirian yang tegas dan mantap."
2. Makan itu secukupnya saja asalkan tulang dapat berdiri untuk dapat digunakan
bekerja, yakni tidak sampai kehilangan semangat sebab lapar.
3. Isi perut hendaklah dibagi tiga macam, yakni sepertiga untuk makanan, sepertiga
untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas serta letak udara yang perlu
dikosongkan, sehingga jiwa menjadi baik dan bersih.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sehubungan dengan urusan makan
minum ini, yaitu:
a. Perut besar itu adalah rumah penyakit, sedang menjaga diri sebelum sakit adalah
pokok pangkal pengobatan, karena jikalau telah sakit tentu sukar diobati dan tentu makan
waktu untuk kesembuhannya. Oleh sebab itu berlaku sederhanalah dalam makan
minum,
b. Bukan banyaknya makanan yang menyebabkan kuatnya tubuh, tetapi makan
secukupnya itulah yang membuat tubuh menjadi bersemangat dan menyebabkan
kecerdikan dan berfikir.
c. Jikalau perut sudah terisi banyak makanan, maka sempitlah jadinya untuk isi
minuman. Jikalau sudah di is i terlampau banyak dengan minuman, maka sempitlah jadinya
untuk diisi udara. Kalau demikian itu, terjadi, maka kelesuan, kemalasan, kelelahan akan
menghinggapi orang yang berbuat semacam itu. Hal ini sangat membahayakan
kesihatannya, sebab akhirnya akan sering sakit-sakitan tubuhnya dan jiwanya menjadi
pemalas dan gemar menganggur, fikirannya tumpul dan hilanglah semangat kerjanya.
Akibatnya timbullah berbagai angan-angan yang buruk dalam fikirannya.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
346
Menilik hal-hal di atas itu, maka dapatlah kita menilai, betapa tinggi ajaran yang
diberikan oleh Rasulullah s.a.w. itu kepada ummatnya. Selanjutnya terserahlah kepada kita
sendiri untuk melaksanakan atau mengabaikannya. Semoga Allah memberikan taufik kepada
kita agar kita dapat selalu mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajarannya itu. Amin.
Apa yang diuraikan dalam nomor tiga di atas adalah sesuai dengan tuntunan Nabi
Muhammad s.a.w. kepada seluruh ummatnya dan disabdakan dalam sebuah Hadis yang
diriwayatkan oleh Imam-imam Ahmad, Termidzi, Nasa'i serta Ibnu Majah yang oleh Imam
Termidzi dikatakan sebagai Hadis hasan. Hadis ini diterima dari sahabat Almiqdam bin
Ma'dikariba r.a.
Adapun sabda Rasulullah yang dimaksudkan ialah:
"Tiada seorang anak Adam (manusia)pun yang memenuhi sesuatu wadah yang lebih buruk
daripada perut. Cukuplah anak Adam (manusia) itu makan beberapa suap saja yang dapat mendirikan
(menguatkan) tulang belakangnya. Oleh sebab itu, apabila perut itu mesti diisi, cukuplah sepertiga
untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga lagi untuk pernafasannya (jiwanya)."
725. Dari 'Amr bin Abu Salamah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w.
bersabda kepadaku:
"Ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari
makanan yang ada di dekatmu." (Muttafaq 'alaih)
726. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila seseorang dari engkau semua makan, maka hendaklah menyebutkan nama
Allah Ta'ala - yakni mengucapkan Bismillah. Jikalau ia terlupa menyebutkan nama Allah
Ta'ala pada permulaan makannya itu, maka hendaklah mengucapkan: "Bismillahi awwalahu
wa akhirahu," artinya: Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada
penghabisannya.
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dari Termidzi dan Termidzi mengatakan
bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
727. Dari Jabir r.a., katanya: "Saya mendengar Rasululiah s.a.w. bersabda:
"Apabila seseorang itu masuk rumahnya, lalu ia berzikir kepada Allah di waktu
masuknya dan ketika makannya, maka syaitan berkata kepada kawan-kawannya: "Engkau
semua tidak dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan. Tetapi jikalau orang itu
masuk lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala ketika masuknya, maka syaitan berkata:
"Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam." Selanjutnya jikalau orang tadi tidak
pula berzikir kepada Allah Ta'ala ketika makannya, maka syaitan tadi berkata: "Engkau
semua dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan." (Riwayat Muslim)
728. Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Kita semua itu apabila mendatangi makanan
bersama Rasululiah s.a.w., maka kita tidak akan meletakkan tangan-tangan kita lebih dulu
sebelum Rasulullah s.a.w. memulainya, lalu beliau meletakkan tangannya. Sesungguhnya
kita semua pernah mendatangi makanan pada suatu ketika bersama beliau s.a.w., lalu
datanglah seorang jariah - wanita, mungkin seorang hamba sahaya atau seorang merdeka,
seolah-olah ia dijorokkan - karena amat cepat jalannya, lalu ia maju untuk meletakkan
tangannya pada makanan, kemudian Rasululiah s.a.w. mengambil tangannya - dilarang
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
347
makan dulu. Seterusnya datang pulalah seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab,
seolah-olah ia dijorokkan, lalu tangannya diambil pula oleh beliau s.a.w. Setelah itu
Rasululiah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya syaitan itu mencari halalnya makanan itu apabila
tidak disebutkan nama Allah Ta'ala atasnya - yakni tidak dibacakan Bismillah lebih dulu.
Sebenarnya syaitan itu datang dengan membawa jariah ini untuk mencari halalnya makanan
ini baginya, tetapi saya telah mengambil - yakni menahan - tangannya. Kemudian datang
pulalah syaitan tadi dengan membawa orang A'rab ini untuk mencari halalnya makanan ini
baginya, lalu saya ambil pula tangannya. Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman
kekuasaanNya, sesungguhnya tangan syaitan itu ada di dalam genggaman tanganku int
bersama kedua tangan orang yang kupegang ini."
Sesudah itu beliau s.a.w. menyebutkan nama Allah Ta'ala - yakni membaca Bismillah -
lalu makan." (Riwayat Muslim)
729. Dari Umayyah bin Makhsyi as-Shahabi r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. - pada
suatu ketika - duduk di situ ada seorang lelaki yang makan lalu tidak mengucapkan
Bismillah, sehingga makanannya tidak tertinggal melainkan sesuap saja. Setelah orang itu
mengangkatkan sesuatu yang tertinggal tadi di mulutnya, tiba-tiba ia mengucapkan:
Bismillahi awwalahu wa akhirahu." Kemudian Nabi s.a.w. ketawa latu bersabda: "Tidak
henti-hentinya syaitan tadi makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk
mengucapkan nama Allah - yakni setelah membaca Bismillah, maka syaitan tadi
memuntahkan seluruh makanan yang telah ada dalam perutnya. (Riwayat Abu Dawud dan
nasa'i)
730. Dari Aisyah radhiallahu'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. -pada suatu ketika -
hendak makan sesuatu makanan bersama enam orang sahabat-sahabatnya. Lalu datanglah
seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab, kemudian makan makanan itu dalam dua
kali suap saja. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya saja andaikata orang ini suka
membaca Bismillah - sebelum makannya tadi - niscaya makanan itu dapat mencukupi
engkau semua pula -karena adanya keberkahan dalam makanan itu."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
731. Dari Abu Umamah r.a. bahwasanya nabi s.a.w. apabila mengangkat hidangannya
- yakni setelah selesai makan - beliau s.a.w. mengucapkan - yang artinya: "Segala puji bagi
Allah sebanyak-banyaknya, makanan yang suci serta diberkahi, tidak diremehkan serta tidak
pula dianggap kurang berguna, ya Tuhan kita." (Riwayat Bukhari)
732. Dari Mu'az bin Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang setelah selesai makan sesuatu makanan lalu mengucapkan - yang
artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini padaku dan
memberikan rezeki itu padaku tanpa adanya daya serta kekuatan daripadaku, maka
diampunkanlah untuknya apa-apa yang telah terdahulu dari dosanya."
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa
ini adalah Hadis hasan.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
348
Bab 101
Jangan Mencela Makanan Dan Sunnahnya Memuji Makanan
733. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu tidak pernah mencela
samasekali pada sesuatu makanan. Jikalau beliau s.a.w. ingin pada makanan itu beliaupun
memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan - tanpa mengucapkan
celaan padanya." (Muttafaq 'alaih)
734. Dari Jabir r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. meminta lauk pauk kepada keluarganya,
lalu mereka berkata: "Tidak ada yang kita punyai melainkan cuka. Beliau s.a.w. lalu
memtntanya dan mulailah beliau makan serta bersabda: "Sebaik-baik iauk pauk ialah cuka,
sebaik-baik Iauk pauk ialah cuka." (Riwayat Muslim)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
349
Bab 102
Apa-apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Mendatangi
Makanan Sedang Ia Berpuasa Dan Tidak Hendak Berbuka
735. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila seseorang di antara engkau semua diundang - untuk menghadiri sesuatu
jamuan makan, maka hendaklah mengabulkan undangan itu. Jikalau ia berpuasa, maka
hendaklah ia berdoa sesuatu yang baik untuk keluarga yang mengundang itu -dan jikalau ia
berbuka - yakni tidak berpuasa, maka hendaklah makan." (Riwayat Muslim)
Para alim ulama berkata: "Artinya fal yushalli ialah hendaklah berdoa - agar keluarga
seisi rumah orang yang mengundang itu memperoleh pengampunan dan keberkahan.
Adapun artinya fal-yath'am ialah hendaklah ia makan."
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
350
Bab 103
Apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Diundang Untuk
Menghadhiri Jamuan Makanan Lalu Diikuti Oleh Orang Lain
736. Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a., katanya: "Ada seorang lelaki mengundang Nabi
s.a.w. untuk menghadiri suatu jamuan makanan yang dibuat untuk beliau, sebagai seorang
kelima dari lima orang yang diundang untuk itu. Tiba-tiba orang-orang yang diundang itu -
diikuti oleh seseorang - yang tidak ikut diundang. Setelah beliau s.a.w. sampai di pintu, lalu
beliau s.a.w. bersabda: "Orang ini mengtkuti kita semua. Jadi jikalau engkau suka
mengizinkan untuk ikut - biarlah ia ikut, tetapi jikalau engkau tidak menyukainya, biarlah ia
kembali saja." Orang yang mengundang lalu menjawab: "Bahkan saya mengizinkannya, ya
Rasulullah." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
351
Bab 104
Makan Dari Apa-apa Yang Ada Di Dekatnya, Menasihati Serta
Mengajarkannya Budi Pekerti Pada Seseorang Yang Buruk Ketika
Makan
737. Dari Umar bin Abu Salamah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya - pada ketika
itu - adalah seorang anak yang ada di bawah pengawasan Rasulullah s.a.w. tanganku
berputar-putar ke sekitar piring - kalau makan. Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku:
"Hai anak, ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apaapa
yang dekat denganmu." (Muttafaq 'alaih)
738. Dari Salamah bin al-Akwa' r.a. bahwasanya ada seorang lelaki makan di sisi
Rasulullah s.a.w. dengan tangan kirinya, lalu beliau s.a.w. bersabda: "Makanlah dengan
tangan kananmu." Orang itu menjawab: "Saya tidak dapat - makan dengan tangan kanan."
Beliau lalu bersabda: "Engkau tidak dapat?" Tidak ada yang menyebabkan ia berbuat
sedemikian itu kecuali karena kesombongannya. Maka ia tidak dapat mengangkatkan tangan
kanannya ke mulut - untuk selama-lamanya sejak saat itu. (Riwayat Muslim)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
352
Bab 105
Larangan Mengumpulkan Dua Buah Kurma Atau Lainlainnya
Jikalau Makan Bersama-sama Kecuali Dengan Izin Kawankawannya
739. Dari Jabalah bin Suhaim, katanya: "Kita semua terkena tahun peceklik beserta
Ibnuz Zubair. Kemudian kita mendapat rezeki kurma. Abdullah bin Umar radhiallahu
'anhuma berjalan melalui kita dan kita sedang makan, lalu ia berkata: "Jangan engkau semua
mengumpulkan - yakni makan dua buah atau lebih dengan sekaligus, karena sesungguhnya
Nabi s.a.w. melarang mengumpulkan itu." Kemudian ia melanjutkan katanya: "Kecuali kalau
yang seorang itu mengizinkan saudaranya." (Muttafaq 'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
353
Bab 106
Apa-apa Yang Diucapkan Dan Dilakukan Oleh Orang Yang
Makan Dan Tidak Sampai Kenyang
740. Dari Wahsyi bin Harb r.a. bahwasanya para sahabat Rasulullah s.a.w. berkata; "Ya
Rasulullah, sesungguhnya kita semua ini makan dan tidak kenyang." Beliau s.a.w. bersabda:
"Barangkali engkau semua berpisah-pisah - dalam makan itu." Mereka menjawab: "Ya."
Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Maka dari itu berkumpullah engkau semua kepada makananmu
itu dan sebutkanlah nama Allah - yakni bacalah Bismillah, tentu akan diberkahi dalam
makanan itu." (Riwayat Abu Dawud)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
354
Bab 107
Perintah Makan Dari Tepi Piring Dan Larangan Makan Dari
Tengahnya
Dalam bab ini termasuk pulalah sabda Rasulullah s.a.w.: "Dan makanlah dari apa-apa
yang ada di dekatmu."
Muttafaq 'alaih, sebagaimana yang diuraikan di muka.
741. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Keberkahan itu turun di tengah makanan, maka makanlah engkau semua dari kedua
tepi makanan itu dan janganlah makan dari tengahnya."
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan
bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
742. Dari Abdullah bin Busr r.a., katanya: "Nabi s.a.w. mempunyai suatu tempat
hidangan yang dinamakan Algharra' - artinya indah, dibawa oleh empat orang lelaki. Setelah
mereka berada di waktu pertengahan siang serta telah melakukan shalat Dhuha, lalu
didatangkanlah hidangan tadi -yakni telah diisikan roti didalamnya. Orang-orang sama
berkumpul mengelilinginya. Setelah banyak jumlah mereka, Rasulullah s.a.w. duduk berlutut.
Seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab - berkata: "Duduk cara apakah Tuan ini?"
Rasulullah s.a.w. menjawab: "Sesungguhnya Allah membuat saya sebagai seorang hamba
yang mulia dan tidak menjadikan saya seorang yang keras kepala serta berbuat kesalahan -
dan berani menentang kebenaran." Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda pula: "Makanlah
dari sekitar tepi-tepinya saja dan tinggalkanlah puncaknya, tentulah diberikan keberkahan
pada makanan itu."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang baik.
Dzirwatuha artinya puncak atau bagian yang teratas sekali. Dibaca dengan kasrahnya
dzal - seperti di atas - atau dengan dhammahnya - lalu berbunyi dzurwatuha.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
355
Bab 108
Kemakruhan Makan Sambil Bersandar
743. Dari Abu Juhaifah yaitu Wahab bin Abdullah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Saya tidak akan makan sambil bersandar - muttaki'." (Riwayat Bukhari)
Al-Khaththabi berkata: Almuttaki' di sini ialah orang yang duduk sambil bersandar
pada kasur yang diletakkan di bawahnya." Katanya: "Orang itu bukannya berkehendak akan
duduk di atas kasur atau bantal-bantal seperti kelakuan orang yang menghendaki untuk
memperbanyakkan makanan, tetapi ia duduk sambil gelisah duduknya dan tidak tenang,
juga makannya itu secukupnya belaka. Inilah yang diucapkan oleh al-Khaththabi.
Selain al-Khaththabi mengisyaratkan bahwasanya muttaki' ialah orang yang miring
duduknya pada lambungnya yang sebelah. Wallahu a'lam.
744. Dari Anas r.a., katanya: "Saya melihat Rasulullah s.a.w. makan kurma sambil
duduk berjongkok." (Riwayat Muslim)
Almuq'i atau duduk berjongkok itu ialah merapatkan kedua pantatnya di bumi dan
mendirikan kedua betisnya.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
356
Bab 109
Sunnahnya Makan Dengan Menggunakan Tiga Jari Dan
Sunnahnya Menjilati Jari-jari Serta Kemakruhan Mengusap Jari-jari
Sebelum Menjilatinya, Juga Sunnahnya Menjilati Piring Dan
Mengambil Suapan Yang Jatuh Daripadanya Terus Memakannya,
Juga Bolehnya Mengusap Jari-jari Sesudah Dijilati Pada Tangan,
Kaki Dan Lain-lain Sebagainya
745. Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma,katanya:"Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Jikalau seseorang dari engkau semua makan sesuatu makanan, maka janganlah
mengusap jari-jarinya sebelum menjilatnya - untuk mendapatkan keberkahan - atau
menjilatkannya - kepada orang lain seperti kepada anaknya, muridnya dan lain-lain."
(Muttafaq 'alaih)
746. Dari Ka'ab bin Malik r.a., katanya: "Saya melihat Rasulullah s.a.w. makan dengan
menggunakan tiga jari. Kemudian setelah beliau selesai lalu menjilatinya." (Riwayat Muslim)
747. Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. menyuruh untuk menjilati jari-jari
dan piring dan beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui di makanan
yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)
748. Dari jabir r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w, bersabda: "Jikalau suapan
seseorang di antara engkau semua itu jatuh, maka singkirkanlah kotoran-kotoran yang
menempel di situ dan kemudian hendaklah memakannya serta janganlah ditinggalkan untuk
dimakan oleh syaitan. Jangan pula seseorang itu mengusap tangannya dengan saputangan
sehingga ia menjilati jari-jarinya, sebab sesungguhnya ia tidak dapat mengetahui di makanan
yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)
749. Dari Jabir r.a. pula, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya
syaitan itu mendatangi seseorang dari engkau semua dalam segala hal yang dilakukannya,
sampaipun ia datang pula ketika ia makan. Maka jikalau suapan seseorang di antara engkau
semua itu jatuh, maka hendaklah diambilnya lalu menyingkirkan kotoran yang menempel
padanya dan selanjutnya hendaklah memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk
dimakan oleh syaitan. Kemudian apabila ia telah selesai, maka hendaklah menjilat jari-jarinya,
karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya
keberkahan itu." (Riwayat Muslim)
750. Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila makan sesuatu makanan,
maka beliau menjilati jari-jarinya yang tiga buah - yang digunakan untuk makan yakni ibu
jari, telunjuk dan tengah - dan beliau s.a.w. bersabda: "Jikalau suapan seseorang dari engkau
semua itu jatuh, maka singkirkanlah kotoran-kotoran yang menempel di situ, selanjutnya
hendaklah memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan."
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
357
Beliau s.a.w. juga menyuruh kepada kita supaya kita mengusap piring - lalu memakan
sekali jikalau ada makanan yang ada di situ -dan beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya
engkau semua tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan itu."
(Riwayat Muslim)
751. Dari Said bin al-Harits bahwasanya ia bertanya kepada Jabir tentang hal apakah
wajib berwudhu' karena makan sesuatu yang terkena oleh api - yakni yang dimasak dengan
api - lalu ia menjawab: "Tidak, sungguh-sungguh kita dahulu yaitu di zaman Nabi s.a.w.
tidak mendapatkan makanan yang dimasak dengan api itu kecuali sedikit sekali.Jikalau kita
menemukan makanan itu, kita tidak mempunyai saputangan-saputangan - untuk mengusap
selesai memakannya - melainkan yang ada ialah tapak-tapak tangan kita, lengan-lengan kita
serta kaki-kaki kita - maksudnya tapak tangan, lengan dan kaki itulah yang digunakan untuk
mengusap jari-jari setelah selesai makan, seterusnya kitapun lalu bersembahyang dan kita
tidak berwudhu' lagi." (Riwayat Bukhari)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
358
Bab 110
Memperbanyakkan Tangan Pada Makanan Yakni Hendaknya
Ketika Makan Itu Beserta Orang Banyak
752. Dari Abu Huratrah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Makanan untuk dua orang itu dapat mencukupi tiga orang sedang makanan untuk
tiga orang itu dapat mencukupi empat orang." (Muttafaq 'alaih)
753. Dari Jabir r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Makanan untuk seorang itu dapat mencukupi dua orang dan makanan dua orang itu
dapat mencukupi empat orang, sedang makanan empat orang itu dapat mencukupi delapan
orang." (Riwayat Muslim)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
359
Bab 111
Kesopanan-kesopanan Minum Dan Sunnahnya Bernafas Tiga
Kali Di Luar Wadah Serta Kemakruhan Bernafas Di Dalam Wadah
Dan Sunnahnya Memutarkan Wadah Pada Orang Yang Sebelah
Kanan Lalu Yang Sebelah Kanan Lagi Sesudah Orang Yang Memulai
Minum Itu
754. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu bernafas ketika minum sebanyak
tiga kali."
Muttafaq 'alaih. Yakni bernafas di luar wadah.
755. Dari Ibnu Abbas raaniailahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah engkau semua minum sekaligus seperti minumnya unta, tetapi minumlah
dua kali atau tiga kali. Bacalah Bismillah jikalau engkau semua memulai minum dan bacalah
Alhamdulillah jikalau engkau semua angkat - yakni selesai minum."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
756. Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. melarang jikalau ditarik nafas
dalam wadah."
Muttafaq 'alaih. Yakni ditariknya nafas dalam wadah tempat seseorang itu minum.
757. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. diberi susu yang telah dicampur
dengan air. Di sebelah kanannya ada seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab - dan
di sebelah kirinya ialah Abu Bakar r.a. Beliau s.a.w. lalu minum, kemudian memberikan -
wadah isi susu itu - kepada orang A'rab dan beliau s.a.w. bersabda: "Dahulukanlah yang
kanan dulu lalu yang sebelah kanannya." (Muttafaq 'a(aih)
758. Dari Sahl bin Sa'ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. diberi minuman lalu beliau
meminumnya dan di sebelah kanannya ada anak kecil sedang di sebelah kirinya ada
beberapa orang tua. Beliau s.a.w. lalu berkata kepada anak - yang di sebelah kanannya:
"Adakah engkau izinkan jikalau saya memberikan kepada orang-orang tua ini?" Anak itu
berkata: "Tidak, demr Allah, saya tidak mau mengalahkan diri sendiri kepada seseorangpun
dari bagianku daripada Tuan itu." Kemudian Rasulullah s.a.w. meletakkannya di tangan
anak tersebut. (Muttafaq 'alaih)
Ucapannya: tallahu artinya meletakkannya. Adapun anak kecil itu ialah Ibnu Abbas
radhiallahu 'anhuma - sewaktu masih kecilnya.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
360
Bab 112
Kemakruhan Minum Dari Mulut Girbah Tempat Air Dari
Kulit — Dan Lain-lainnya Dan Uraian Bahwasanya Hal Itu Adalah
Makruh Tanzih Dan Bukan Haram
759. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. melarang memecahkan
mulutnya tempat-tempat minum." Yakni memecahkan mulutnya lalu minum daripada
tempat itu." (Muttafaq 'alaih)
760. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. melarang diminumnya
sesuatu dari mulut tempat minum itu atau dari mulut girbah - tempat minum dari kulit."
(Muttafaq 'alaih)
761. Dari Ummu Tsabit yaitu Kabasyah binti Tsabit, saudarinya Hassan bin Tsabit
radhiallahu 'anhu wa 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat saya lalu minum
dari mulut girbah yang digantungkan sambil beliau itu berdiri. Kemudian saya berdiri
menuju mulut girbah tadi dan saya memotongnya."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
Sebabnya wanita itu memotong mulut girbah tadi hanyalah karena dengan maksud
hendak menyimpan tempat yang terkena mulutnya Rasulullah s.a.w. dan hendak
mengharapkan keberkahan daripadanya serta hendak menjaganya dari penghinaan. Hadis
ini -no. 761 - ditanggungkan atas adanya keterangan yang membolehkan - minum dari mulut
girbah dan lain-lain - sedang dua Hadis yang di mukanya untuk menerangkan hal yang lebih
utama serta lebih sempurna.
Wallahu a'lam.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
361
Bab 113
Kemakruhan Meniup Dalam Minuman
762. Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. melarang meniup dalam
minuman. Ada seorang lelaki berkata: "Ada kotoran mata yang saya lihat di dalam wadah
itu." Beliau s.a.w. bersabda: "Alirkanlah - sehingga kotoran itu hilang." Orang itu berkata lagi:
"Sesungguhnya saya ini belum merasa puas minum dari sekali nafas." Beliau s.a.w. lalu
bersabda: "Kalau begitu singkirkanlah dulu wadahnya itu dari mulutmu - dan bernafaslah di
luar wadah."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
763. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. melarang kalau
ditarik nafas dalam wadah - waktu minum - atau ditiupkan di dalamnya."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
362
Bab 114
Uraian Tentang Bolehnya Minum Sambil Berdiri Dan Uraian
Bahwa Yang Tersempurna Dan Termulia Ialah Minum Sambil Duduk
Dalam bab ini termasuklah di dalamnya Hadis Kabasyah yang lalu - lihat Hadis no.
761.
764. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya memberikan minuman
kepada Nabi s.a.w. dari air zamzam, beliau minum sambil berdiri." (Muttafaq 'alaih)
765. Dari Annazzal bin Sabrah r.a., katanya: "Ali r.a. datang di pintu Rahabah -
halaman sesuatu masjid - lalu ia minum sambil berdiri dan ia berkata: "Sesungguhnya saya
pernah melihat Rasulullah s.a.w. melakukan sebagaimana yang engkau semua melihat saya
melakukan ini - yakni minum sambil berdiri." (Riwayat Bukhari)
766. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita semua dahulu di zaman
Rasulullah s.a.w. pernah makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
767. Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari neneknya lelaki r.a., katanya: "Saya
melihat Rasulullah s.a.w. minum sambil berdiri dan duduk."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
768. Dari Anas r.a. dari Nabi s.a.w. bahwasanya beliau s.a.w. melarang kalau
seseorang itu minum sambil berdiri.
Qatadah berkata: "Lalu kita bertanya kepada Anas: "Kalau makan, bagaimanakah?"
Anas menjawab: "Yang sedemikian itu -yakni yang makan sambil berdiri - adalah lebih buruk
atau lebih jelek." (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat Imam Muslim yang lain disebutkan bahwa Nabi s.a.w. melarang
minum sambil berdiri.
769. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasuiullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah sekali-kali seseorang dari engkau semua itu minum sambil berdiri, maka
barangsiapa yang lupa, maka hendaklah memuntahkannya." (Riwayat Muslim)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
363
Bab 115
Sunnahnya Orang Yang Memberi Minum Orang Banyak
Supaya Ia Minum Terakhir Sekali
770. Dari Abu Qatadah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Orang yang memberi minum
pada kaum - yakni orang banyak, maka itulah yang terakhir di antara mereka itu," yakni
yang terakhir tentang minumnya.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
364
Bab 116
Bolehnya Minum Dari Segala Macam Wadah Yang Suci Selain
Yang Terbuat Dan Emas Dan Perak Dan Bolehnya Mengokop Yaitu
Minum Dengan Mulut Dan Sungai Atau Lain-lain Tanpa
Menggunakan Wadah Atau Tangan, Juga Haramnya Menggunakan
Wadah Yang Terbuat Dari Emas Atau Perak Di Waktu Minum,
Makan, Bersuci Dan Lain-lain Macam Penggunaan
771. Dari Anas r.a., katanya: "Waktu shalat sudah datang, lalu berdirilah orang-orang
yang dekat rumahnya ke keluarganya masing-masing - untuk mengambil air wudhu' - dan
masih tertinggallah beberapa orang - beserta Nabi s.a.w. Kemudian Rasulullah s.a.w. diberi
sebuah wadah yang terbuat dari batu. Maka wadah itu terlampau kecil kalau di dalamnya itu
dibeberkan tapak tangan beliau s.a.w. - dan keluarlah air dari jari-jari beliau s.a.w. itu. Orangorang
itu lalu berwudhu' semuanya. Orang-orang sama berkata; "Berapa jumlahmu tadi?"
Jawabnya: "Delapanpuluh orang dan ada lebihnya." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah riwayat Imam Bukhari. Dalam riwayat Imam Bukhari dan juga Imam
Muslim disebutkan demikian:
Bahwasanya Nabi s.a.w. meminta wadah berisi air, kemudian diberi suatu gelas yang
dangkal dasarnya - semacam mangkok - di dalamnya ada sedikit air, lalu beliau s.a.w.
meletakkan jari-jarinya itu dalam wadah tadi. Anas berkata: "Saya mulai melihat pada air
yang menyumbar dari jari-jari beliau s.a.w. itu. Saya menerka jumlah orang yang berwudhu'
itu antara tujuhpuluh sampat delapanpuluh orang banyaknya.
772. Dari Abdullah bin Zaid r.a., katanya: "Kita didatangi oleh Nabi s.a.w. lalu kita
mengeluarkan air untuknya yang di tempatkan dalam wadah mangkok yang terbuat dari
tembaga, lalu beliau s.a.w. berwudhu'." (Riwayat Bukhari)
Ashshufr dengan dhammahnya shad dan boleh pula dengan kasrahnya shad, yaitu
tembaga. Attaur adalah seperti gelas, kata ini dengan ta' mutsannat di atas.
773. Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. memasuki seorang Anshar dan
disertai oleh seorang sahabatnya - yakni Abu Bakar as-Shiddiq, lalu Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Jikalau engkau mempunyai, bolehlah memberikan air yang ada di dalam girbah
yang sedang menginap semalam - maksudnya yang dingin, tetapi jikalau tidak ada, kita akan
mengokop saja," yakni minum dengan mulut tanpa menggunakan wadah atau tangan.
(Riwayat Bukhari)
774. Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Sesungguhnya Nabi s.a.w. melarang kita
mengenakan pakaian dari sutera halus ataupun sutera kasar - untuk lelaki, juga melarang
kita minum dari wadah yang terbuat dari emas atau perak - untuk lelaki dan wanita - dan
beliau s.a.w. bersabda: "Semua itu adalah untuk mereka - orang-orang kafir - di dunia, tetapi
untukmu semua - kaum Muslimin - di akhirat." (Muttafaq'alaih)
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
365
775. Dari Ummu Salamah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Orang yang minum dari wadah perak itu, sebenarnya saja ia meletakkan api neraka
jahanam dalam perutnya." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya orang yang makan atau minum dari wadah perak atau emas," juga
dalam riwayat Imam Muslim yang lain lagi disebutkan: Beliau s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang minum dari wadah emas atau perak, maka sebenarnya saja ia
meletakkan api dari neraka Jahanam dalam perutnya."